![]() |
| Walikota Bima biasa disapa Aji Man. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.– Menyikapi semakin maraknya aksi perusakan fasilitas umum dan pencurian kabel lampu jalan di wilayah Kota Bima, Aji Man kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga aset bersama. Imbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan penyaluran bantuan bagi UMKM di Baznas Kota Bima, Jum'at (21/11/2025) pagi, yang turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat serta penerima manfaat program bantuan kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Walikota Bima H. A. Rahman, SE menyoroti fenomena pengrusakan taman, pencabutan kabel penerangan jalan, hingga tindakan penghilangan properti pemerintah yang belakangan ini semakin sering terjadi. Ia menekankan bahwa fasilitas umum merupakan milik publik, dibangun dari anggaran negara yang bersumber dari masyarakat melalui APBD Kota Bima, sehingga kerusakan yang terjadi bukan hanya merugikan pemerintah, tetapi juga seluruh warga Kota Bima. “Bapak/ibu boleh benci saya. Tapi jangan benci fasilitas dan kekayaan milik daerah Kota Bima ini.” ungkapnya dengan nada tegas namun penuh empati.
Menurutnya, kritik terhadap pemimpin merupakan hal lumrah dan bagian dari dinamika demokrasi. Namun merusak fasilitas publik merupakan bentuk ketidakpedulian terhadap masa depan daerah.
Lebih lanjut, Aji Man menjelaskan bahwa tindakan pencurian kabel lampu jalan tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga berdampak pada keamanan warga, terutama di kawasan yang membutuhkan penerangan pada malam hari. Minimnya lampu penerangan dapat meningkatkan potensi kecelakaan, tindak kriminal, dan rasa tidak aman di lingkungan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya melakukan pemeliharaan fasilitas umum secara berkala, namun tanpa kesadaran kolektif dari masyarakat, kerusakan demi kerusakan akan terus berulang. Karena itu, ia mengajak seluruh warga Kota Bima untuk menjadi bagian dari solusi, bukan masalah.
Aji Man meminta masyarakat agar tidak segan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan pengrusakan taman, pencurian kabel, atau bentuk vandalisme lainnya. Menurutnya, kepedulian masyarakat merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
Di akhir sambutannya, ia kembali menegaskan bahwa mencintai Kota Bima berarti menjaga, merawat, dan melindungi fasilitas publik yang telah dibangun. Ia berharap pesan moral tersebut dapat menggugah kesadaran dan rasa memiliki seluruh lapisan masyarakat.
Dengan imbauan ini, Aji Man menutup kegiatannya dengan harapan agar Kota Bima menjadi kota yang lebih aman, tertib, dan nyaman untuk semua warganya. "Sebuah kota yang dibangun bukan hanya oleh pemerintah, tetapi oleh seluruh masyarakat yang mencintai daerahnya," ucap H. Man. (TN - UDA GEDYS)

COMMENTS