![]() |
| Foto bersama : Pengawas Pembinaan, Pengurus Yayasan dan Kepala SMP Muhammadiyah Kota Bima saat doa syukuran atas selesainya pembangunan Program Revitalisasi. |
![]() |
| Saat ini SMP Muhammadiyah memiliki siswa sebanyak 75 siswa (3 rombel). |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Tahun 2025 SMP Muhammadiyah Kota Bima mendapat bantuan program Revitalisasi P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan), dengan menu bangun baru 1 unit Laboratorium IPA, 1 unit ruang Unit Kegiatan Sekolah (UKS), dan 1 unit WC siswa dengan total anggaran Rp. 936.147.000.
Dalam siaran persnya, Kepala SMP Muhammadiyah Kota Bima Mas'ad, S. Pd mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas bantuan Program Revitalisasi berupa fasilitas Laboratorium IPA, ruang UKS, dan WC bagi siswa. "Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik, memperkuat layanan kesehatan sekolah, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi peserta didik," ujarnya Rabu (11/02/2026).
![]() |
| Toilet (WC) model duduk dan berdiri. |
![]() |
| Ruang Lep IPA dilengkapi dengan perabot. |
Kami berkomitmen degan memanfaatkan dan merawat seluruh fasilitas tersebut secara optimal akan berdampak nyata pada peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, dan kenyamanan belajar siswa. "Program ini menjadi langkah penting dalam mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter," tambah Mas'ad.
Seperti diketahui, Program Revitalisasi Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan merupakan inisiatif pemerintah tahun 2025-2026 untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah secara swakelola. P2SP merupakan tim yang dibentuk oleh pihak sekolah untuk mengelola dana bantuan langsung (cash transfer) guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.
Fokus Kegiatan: Perbaikan fisik sekolah (rehabilitasi) dan pembangunan prasarana baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pengelolaan Swakelola: P2SP bertanggung jawab merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan secara partisipatif, seringkali melibatkan warga sekitar dan UMKM lokal.
Tujuan: Menciptakan satuan pendidikan yang memenuhi standar keamanan dan kenyamanan, serta memastikan laporan keuangan akuntabel.
Mekanisme: Dana bantuan dikirim langsung ke sekolah (cash transfer) dan pengelolaannya wajib transparan serta mengikuti pedoman teknis kementerian.
Dampak: Meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mendorong ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat.
P2SP bertindak sebagai ujung tombak pelaksana di lapangan untuk memastikan hasil revitalisasi menjadi sarana yang layak dan berkesinambungan. (TN - 01/Advetorial)




COMMENTS