![]() |
| Kepsek, Pengawas dan Komite sekolah saat pimpin workshop di SMPN 1 Kota Bima. |

Guru dan tenaga kependidikan saat mengikuti workshop di SMPN 1 Kota Bima.
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- SMP Negeri 1 Kota Bima (Spensa) mengelar workshop penyusunan program proyek pengembangan pembelajaran mendalam - Koding dan kecerdasan artifisial, di ruang guru setempat pada Jumat (29/05/2026). Dimana Kegiatan yang diikuti oleh 120 guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) tersebut juga dihadiri oleh Pengawas Pembina seperti Irfan, S. Pd., M. Pd dan Hj. Rohani, S. Pd serta Ketua Komite Sekolah Abdul Haris, S. Pt.
Workshop kali ini meruapakan pelatihan atau lokakarya bagi tenaga pendidik yang berfokus pada praktik langsung, kolaborasi, dan pemecahan masalah, kegiatan ini menuntut guru untuk aktif membuat perangkat ajar, mengevaluasi materi, dan mensimulasikan metode pembelajaran terbaru. Mengingat SMPN 1 Kota Bima terpilih (di tunjuk) sebagai Sekolah Model jenjang SMP Tingkat Kota Bima, maka dalam workshop tersebut juga menguraikan akan pentingnya Pembelajaran Mendalam (PM) dan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat.
Dalam sambutannya pembukanya, Kepala SMPN 1 Kota Bima Abdi, S. Pd menjelaskan Sekolah model adalah satuan pendidikan yang ditunjuk pemerintah untuk menjadi laboratorium, rintisan, dan acuan penerapan kebijakan atau inovasi pendidikan baru. "Sekolah ini menjadi percontohan (tolok ukur) bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya dalam mengimplementasikan sistem pembelajaran dan penjaminan mutu," jelas Abdi.
Katanya, konsep dan tujuan utama Sekolah Model merupakan program yang dirancang sebagai strategi percepatan peningkatan mutu pendidikan secara merata. Fokus Pembelajaran terkini bagi sekolah model, yakni Pembelajaran Mendalam (PM) dan Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Sehingga saat ini, pemerintah menjadikan sekolah model sebagai garda terdepan untuk menerapkan program-program inovasi, seperti ; Pembelajaran Mendalam yang berfokus pada pengembangan keterampilan manusia siswa, seperti cara berpikir kritis, berkolaborasi, dan membangun karakter dan Coding dan Kecerdasan Artifisial yang berfokus untuk membekali siswa dengan literasi digital dan kemampuan teknologi sejak dini.
Sementara itu, terkait Pembelajaran Mendalam (deep learning) ini merupakan pendekatan pendidikan yang berfokus pada pemahaman utuh dan holistik dari pada sekadar hafalan fakta. Proses ini memuliakan aktivitas belajar dengan melibatkan olah pikir, hati, rasa, dan raga agar siswa mampu mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. "Ada 3 prinsip utama dalam PM ini, yakni berkesadaran (Mindful), siswa belajar dengan kesadaran penuh terhadap tujuan, strategi, dan proses berpikir mereka. Bermakna (Meaningful), materi pelajaran dihubungkan langsung dengan konteks kehidupan sehari-hari dan relevan bagi siswa, dan Menggembirakan (Joyful), suasana belajar dirancang seru, menantang, dan memotivasi agar siswa aktif berpartisipasi," demikian uraian Abdi.
Sementara itu, Irfan selaku pengawas pembina secara resmi membuka kegiatan workshop dimaksud, seklaigus mewakili Kasi Kurikulum Endang, M. PK (Tenaga Fungsional di Bidang Dikdas Dikpora Kota Bima). Irfan saat itu lebih banyak memaparkan terkait 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), yang merupakanprogram pendidikan karakter yang dicanangkan untuk membentuk generasi unggul, sehat, dan berakhlak.
Katanya, 7 KAIH itu yakni, (1) Bangun Pagi : Melatih disiplin, kesiapan mental, dan fisik sebelum memulai aktivitas harian, (2) Taat Beribadah : Membangun fondasi spiritual, kejujuran, dan integritas sejak dini, (3) Berolahraga : Menjaga kebugaran tubuh serta mendukung kesehatan mental, (4) Makan Sehat dan Bergizi : Memenuhi nutrisi untuk tumbuh kembang optimal dan mencegah stunting, (5) Gemar Belajar : Menumbuhkan rasa ingin tahu, literasi, dan kreativitas, (6) Bermasyarakat : Mengembangkan empati, jiwa gotong royong, dan kepedulian sosial melalui interaksi dengan sesama, DAN (7) Tidur Lebih Awal: Memastikan istirahat yang cukup untuk regenerasi sel, menjaga konsentrasi, dan suasana hati yang stabil. "Gerakan ini menekankan pentingnya sinergi antara orang tua di rumah dan lingkungan sekolah untuk membentuk karakter anak sejak dini," ujar Irfan didampingi Umi Rohani. (TN - 01/Advetorial)

COMMENTS