![]() |
| Bangga, haru Azka mengenakan seragam baru, dapat aktif kembali mengikuti KBM di SDN 29 Tanjung setelah tidak sempat hadir akibat kendala ekonomi. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.— Senyum sumringah kini menyinari wajah lugu Aska Ramadhan, seorang murid SDN 29 Tanjung Kota Bima. Setelah sempat terpaksa meliburkan diri dan tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar akibat tidak memiliki seragam sekolah yang layak, hari ini Aska akhirnya bisa kembali duduk di bangku kelasnya dengan penuh percaya diri.
Kisah menyentuh ini bermula dari keprihatinan para tenaga pendidik di SDN 29 Tanjung yang menyadari ketidakhadiran Aska. Beralaskan rasa kemanusiaan dan kepedulian yang mendalam, Kepala SDN 29 Tanjung, Ikbal Tanjung, S.Pd., bersama wali kelas dan jajaran guru bergerak cepat. Mereka mendatangi langsung kediaman Aska yang berlokasi di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, untuk menjemput siswa tersebut.
Tanpa membuang waktu, Aska kemudian diajak menuju ke salah satu toko perlengkapan sekolah setempat, Selasa (20/10/2026) pagi. Di toko tersebut, suasana hangat terpancar saat Aska diukur badannya untuk pembuatan baju dan celana seragam baru. Seluruh biaya pembelian seragam tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pihak sekolah melalui hasil patungan dan kepedulian para guru serta tenaga kependidikan SDN 29 Tanjung.
Tidak hanya baju dan celana seragam Merah-Putih yang baru, Aska juga dibekali dengan perlengkapan sekolah lengkap, mulai dari sepatu, tas sekolah baru, hingga buku dan alat tulis.
Usai melengkapi seluruh kebutuhan belajar, Aska pun dibawa kembali ke sekolah. Tangis haru dan rasa syukur menyelimuti momen tersebut saat Aska melangkah masuk ke halaman SDN 29 Tanjung, siap untuk merajut kembali cita-citanya yang sempat tertunda.
Langkah nyata yang ditunjukkan oleh Ikbal Tanjung bersama para guru SDN 29 Tanjung ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu di dalam kelas, melainkan tentang kasih sayang, empati, dan kepedulian agar tidak ada satu pun anak bangsa yang terputus sekolahnya hanya karena keterbatasan ekonomi. (TN - 01)

COMMENTS