![]() |
| Para siswa Paud/TK Kusuma Bangsa yang tidak mampu mendapatkan bingkisan hari lebaran dari pihak lembaga setempat. |
Ada yang berbeda dalam pembelajaran di akhir kegiatan Paud/TK Kusuma Bangsa dalam masa pandemi saat ini karena sebelum menyambut hari yang bahagia dan kemenangan bagi umat Muslim di seluruh Dunia. Dimana peserta didik membuat kartu Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan memberikannya kepada siapa yang akan diberikannya selain itu juga mereka belajar mengenal berbagai keyakinan yang ada di Indonesia, terlebih belajar menghormati dengan adanya berbagai perbedaan yang ada, dengan satu kata “ DAMAI ITU INDAH “, dan lebih menekankan bahwa berbagi itu dilakukan tanpa memandang APA, SIAPA dan BAGAIMANA, mengingat setiap keyakinan senantiasa mengajarkan kebaikan bagi umatnya.
Jika kita meninjau lebih dekat ternyata PAUD/TK Kusuma Bangsa Kota Bima adalah sebuah Pendidikan Anak Usia Dini yang lebih mengedepankan Pendidikan Karakter Anak Bangsa dan Rasa SOLIDARITAS yang tinggi dengan berupaya melakukan pembinaan yang ditujukan kepada anak-anak yang berusia dua tahun sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian pendekatan dan rangsangan pendidikan karakter untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut dan dapat bersosialisai secara majemuk dibawah perlindungan MADIKNAS KOSGORO.
Selama kurun waktu Kusuma Bangsa berdiri dengan segala keterbatasannya walau memiliki peserta didik dengan berbagai keragaman pernah mengadakan kegiatan seperti Bhakti Sosial ke Panti Werdha untuk belajar mengormati orang tua, bersama boneka kesayangannya bernama PASA (Paling Sabar) melakukan Trauma Healing bagi dampak banjir di Tambora, dan Kabupaten Bima karena menurut pimpinan lembaga tersebut Trauma healing sangat dibutuhkan oleh anak saat ia mengalami trauma atau stres traumatik. Peristiwa traumatis seperti kehilangan orang yang dicintai atau terlibat langsung dalam peristiwa bencana alam dapat merusak rasa aman, serta membuat anak merasa tidak berdaya dan rentan.
Selama kurun waktu Kusuma Bangsa berdiri dengan segala keterbatasannya walau memiliki peserta didik dengan berbagai keragaman pernah mengadakan kegiatan seperti Bhakti Sosial ke Panti Werdha untuk belajar mengormati orang tua, bersama boneka kesayangannya bernama PASA (Paling Sabar) melakukan Trauma Healing bagi dampak banjir di Tambora, dan Kabupaten Bima karena menurut pimpinan lembaga tersebut Trauma healing sangat dibutuhkan oleh anak saat ia mengalami trauma atau stres traumatik. Peristiwa traumatis seperti kehilangan orang yang dicintai atau terlibat langsung dalam peristiwa bencana alam dapat merusak rasa aman, serta membuat anak merasa tidak berdaya dan rentan.
Selain itu juga secara rutin melaksanakan korban pada saat Idul Adhar dan berbagi pada sesama anak bangsa di hari Raya Idhul Fitri. Semua itu dilakukan sebagai Implementasi Pendidikan karakter dalam menanamkan rasa SOLIDARITAS bagi peserta didik. Menurut Mami Retno, “Jangan pernah berhenti berbuat kebaikan walau masyarakat disekitar tempat dimana kita berpijak tidak memperhitungkan apa yang sudah dilakukan karena segala aktifitas yang kita kerjakan memiliki tanggung jawab kepada yang memberi kita nafas hidup”.
Jadi lakukan saja untuk Tuhan bukan untuk manusia. Jangan pernah berharap dengan sebuah penghargaan karena hanya sebatas selembar kertas yang kita tidak tau bagaimana sudut pandangnya untuk menilai sebuah kelayakannya, namun lakukan semua itu dengan ikhlas secara totalitas kepada Tuhan.
Menurut Mami Retno sebagai pimpinan lembaga tersebut bahwa lewat usia emas yang akan dilewati oleh setiap anak bangsa diharapkan melalui pendidikan anak usia dini dapat membantu mengembangkan atau menumbuhkan kebiasaan anak didiknya menjadi anak yang berkarakter mulia (anak yang berakhlak mulia). Oleh karena itu, pendidikan karakter sangat perlu dikembangkan di lembaga pendidikan manapun juga terutama di ruang lingkup Kusuma Bangsa.
Jadi lakukan saja untuk Tuhan bukan untuk manusia. Jangan pernah berharap dengan sebuah penghargaan karena hanya sebatas selembar kertas yang kita tidak tau bagaimana sudut pandangnya untuk menilai sebuah kelayakannya, namun lakukan semua itu dengan ikhlas secara totalitas kepada Tuhan.
Menurut Mami Retno sebagai pimpinan lembaga tersebut bahwa lewat usia emas yang akan dilewati oleh setiap anak bangsa diharapkan melalui pendidikan anak usia dini dapat membantu mengembangkan atau menumbuhkan kebiasaan anak didiknya menjadi anak yang berkarakter mulia (anak yang berakhlak mulia). Oleh karena itu, pendidikan karakter sangat perlu dikembangkan di lembaga pendidikan manapun juga terutama di ruang lingkup Kusuma Bangsa.
Yang dimaksud Pendidikan Karakter dalam hal ini adalah suatu usaha mengenai proses yang secara sistematis dilakukan untuk mengembangkan intelegensi, bakat khusus dan emosional anak didik agar terbentuk manusia yang berkarakter baik, dan proses itu dapat dilakukan melalui pengajaran, pelatihan, bimbingan, pembiasaan, pemberian petunjuk, nasehat dan lain-lain. Namun yang paling berpengaruh adalah lewat perilaku tenaga pendidik dalam mengadakan pendekatan secara interaktif.
Sangat sederhana untuk membuat anak bangsa tersenyum dengan berbagi kebahagiaan tanpa melihat APA, SIAPA dan BAGAIMANA. Kiranya lewat moment yang kita ukir di hati setiap peserta didik akan berdampak positif bahwa keragaman akan menjadikan Indah jika saling menghargai sebuah perbedaan tanpa memaksakan kehendak lewat APA,SIAPA dan BAGAIMANA sehingga akan menghasilkan anak bangsa dimasa yang akan datang lewat Pendidikan KARAKTER BANGSA YANG UNGGUL DAN BERKUALITAS .Diakhir kegiatan dalam menyambut Hari raya Idul Fitri 1442 H, pimpinan bersama komite dan para orang tua melakukan pembagian bingkisan Hari Raya kepada peserta didik yang kurang mampu, walaupun dalam kegiatan kali ini tidak bisa menghadirkan seluruh peserta didiknya untuk menghindari penyebaran Covid-19 namun tidak mengurangi kebahagiaan peserta didik yang menerima bingkisan hari Raya kali ini, dalam kegiatan kali ini pimpinan lembaga mengatakan jangan menilai dari harganya namun Lembaga melakukan untuk kebahagiaan kita bersama.
Sangat sederhana untuk membuat anak bangsa tersenyum dengan berbagi kebahagiaan tanpa melihat APA, SIAPA dan BAGAIMANA. Kiranya lewat moment yang kita ukir di hati setiap peserta didik akan berdampak positif bahwa keragaman akan menjadikan Indah jika saling menghargai sebuah perbedaan tanpa memaksakan kehendak lewat APA,SIAPA dan BAGAIMANA sehingga akan menghasilkan anak bangsa dimasa yang akan datang lewat Pendidikan KARAKTER BANGSA YANG UNGGUL DAN BERKUALITAS .Diakhir kegiatan dalam menyambut Hari raya Idul Fitri 1442 H, pimpinan bersama komite dan para orang tua melakukan pembagian bingkisan Hari Raya kepada peserta didik yang kurang mampu, walaupun dalam kegiatan kali ini tidak bisa menghadirkan seluruh peserta didiknya untuk menghindari penyebaran Covid-19 namun tidak mengurangi kebahagiaan peserta didik yang menerima bingkisan hari Raya kali ini, dalam kegiatan kali ini pimpinan lembaga mengatakan jangan menilai dari harganya namun Lembaga melakukan untuk kebahagiaan kita bersama.
Dan liburan hari raya kemarin juga digunakan oleh lembaga tersebut dengan melaksanakan Vaksinasi Covid-19 secara mandiri mengingat kesiapan lembaga untuk berpartisipasi melaksanakan program pemerintah dalam kesiapan pembelajaran tatap muka secara maksimal. **
Penulis adalah Retno Utami (Pimpinan Lembaga Kusuma Bangsa Kota Bima)
![]() |
| Retno Utami pimpinan lembaga Kusuma Bangsa ketika sedang di vaksi secara mandiri. |
![]() |
| Retno Utami ucapkan selamat merayakan hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M. |



COMMENTS