Kota Bima, Tupa News. – Lagi beberapa jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) di Kota Bima dijabat oleh Pelaksana Harian (Plh), jabatan tersebut dikarenakan kepsek sebelumnya masuk usia purna tugas. Beberapa kepsek tersebut yakni, Kepala SDN 31 Lelamase Syafrudin, S. Pd pensiun pada 28 Februari 2021 dan kini dijabat oleh M. Yusuf, S. Pd sebagai Plh.
Kepala SDN 61 Karara Narimah, S. Pd pensiun pada 31 Maret 2021 dan kini digantikan Najmah, S. Pd sebagai Plh, serta Kepala SDN 43 Melayu Ridwan, S. Pd., M. Si yang pensiun 30 April 2021 dan digantikan Muhammad, S. Pd sebagai pejabat Plh-nya. Tiga nama tersebut merupakan kepsek ditingkat sekolah dasar, sementara ditingkat SMP, yakni Kepala SMP Negeri 13 Kota Bima Drs. Sulaiman purna tugas pada 17 Februari 2021 lalu dan kini dijabat A. Rauf, S. Pd sebagai Plh.
Kepala SDN 61 Karara Narimah, S. Pd pensiun pada 31 Maret 2021 dan kini digantikan Najmah, S. Pd sebagai Plh, serta Kepala SDN 43 Melayu Ridwan, S. Pd., M. Si yang pensiun 30 April 2021 dan digantikan Muhammad, S. Pd sebagai pejabat Plh-nya. Tiga nama tersebut merupakan kepsek ditingkat sekolah dasar, sementara ditingkat SMP, yakni Kepala SMP Negeri 13 Kota Bima Drs. Sulaiman purna tugas pada 17 Februari 2021 lalu dan kini dijabat A. Rauf, S. Pd sebagai Plh.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kubudayaan (Dikbud) Kota Bima melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) M. Ali, S. Sos didampingi Pengawas Pendidikan Zainuddin, S. Pd., M. Pd pada Tupa News Senin (24/05/2021) saat berkunjung ke SMPN 2 Kota Bima mengatakan, insya allah dinas sudah mengusulkan nama-nama untuk pengisian jabatan kepsek yang lowong tersebut dan tinggal menunggu proses pelantikan saja, singkatnya.
Media ini juga sempat mempertanyakan kenapa pengumuman kelulusan administrasi bagi calon kepsek yang dibuka sejak Januari lalu, hingga Mei ini belum juga di umumkan. Apakah ada kaitan dengan program Penggerak yang dicanangkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Makarim..?. “Prosesnya belum selesai,” lagi-lagi jawab singkat M. Ali.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, untuk tingkat SD tersisa dua orang saja yang memiliki Sertivikat Cakep yakni, Endang Mariniwati, S. Pd guru SDN 1 Melayu hasil Cakep Tahun 2017 dan Sri Mulyani, S. Pd guru SDN 48 Kumbe hasil Cakep Tahun 2019. Sementara untuk tingkat SMP masih banyak stok guru bersertivikat cakep. Pertanyaan apakah Endang Mariniwati, Sri Mulyani dan guru-guru SMP lainnya yang diparkir mendapatkan giliran untuk dilantik sebagai kepsek definitif, Wallahu a’lam bishawab.
Apalagi empat nama Plh kepsek diatas tidak memiliki sertivikat cakep serta tidak memiliki Nomor Unit Kepala Sekolah (NUKS) dan di khawatirkan pencairan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) pada Termin berikutnya pada Tahun 2021 ini terkendala akibat Plh kepseknya tidak memiliki NUKS. (TN – 01)
Apalagi empat nama Plh kepsek diatas tidak memiliki sertivikat cakep serta tidak memiliki Nomor Unit Kepala Sekolah (NUKS) dan di khawatirkan pencairan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) pada Termin berikutnya pada Tahun 2021 ini terkendala akibat Plh kepseknya tidak memiliki NUKS. (TN – 01)

COMMENTS