![]() |
| Kepala SMPN 2 Kota Bima Jufri, S. Pd |
Kota Bima, Tupa News.- SMP Negeri 2 Kota Bima sebelumnya selalu diperbincangkan oleh publik terkait numpuknya siswa di sekolah setempat alias double shiff. Kini SMPN 2 Kota Bima pada Tahun Pelajaran (Tapel) 2021/2022 per Selasa (25/05/2021) baru menerima calon siswa baru 254 siswa dari target 10 kelas atau 320 orang siswa sejak pendaftaran gelombang pertama dibuka secara serentak Tanggal 3 - 8 Mei 2021.
Minimnya jumlah siswa SMPN 2 Kota Bima ini disebabkan atas keputusan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudriset) Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peserta Didik Baru, dan hal tersebut sudah di sosialisasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima tingkat Kepala Sekolah (Kepsek) SMP se Kota Bima yang digelar di Gedung Seni Budaya (GDS) Kamis (22/04/2021) lalu.
Dimana SMPN 2 Kota Bima pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tapel 2021/2022 berdasarkan Zona Wilayah (Kelurahan) yakni, Kelurahan Sarae, Nae, Paruga dan Kelurahan Melayu. Jadi sekolah setempat pada tahun ini hanya bisa menerima 320 siswa saja atau 10 Rombongan Belajar (Rombel) atau 32 orang siswa per kelas/rombel. “Pada Tapel 2020/2021 lalu, SMPN 2 Kota Bima menerima 352 siswa atau 11 robel, jadi ada pengurangan tahun ini karena sekolah harus mentaati aturan zona yang disepakati tersebut,” ujar Kepala SMPN 2 Kota Bima Jufri, S. Pd pada Tupa News Selasa (25/05/2021) saat ditemui di ruang kerjanya.
Jufri berharap, untuk menutupi kurangan siswa sebanyak 66 orang (target 10 kelas) mudah-mudahan siswa yang kelebihan di MTsN 1 Kota Bima akan mendaftarkan diri di SMPN 2 Kota Bima sesuai wilayah zonanya. Pasalnya, tahun ini pihaknya dikurangi 4 kelas dibandingkan tahun lalu dengan jatah 11 kelas rapi sehingga pihaknya sangat berharap muntahan dari MTsN 1 Kota Bima bisa menutupi kekurangan 66 siswa tersebut.
Jufri berharap, untuk menutupi kurangan siswa sebanyak 66 orang (target 10 kelas) mudah-mudahan siswa yang kelebihan di MTsN 1 Kota Bima akan mendaftarkan diri di SMPN 2 Kota Bima sesuai wilayah zonanya. Pasalnya, tahun ini pihaknya dikurangi 4 kelas dibandingkan tahun lalu dengan jatah 11 kelas rapi sehingga pihaknya sangat berharap muntahan dari MTsN 1 Kota Bima bisa menutupi kekurangan 66 siswa tersebut.
Kata Jufri, pihaknya juga tetap menerima siswa di luar zona melalui jalur Prestasi (Harus juara 1 - 6 untuk Akademik dan Non Akademik harus peringkat 1 - 6 Tingkat Kota/Kabupaten) dengan menunjukan bukti piagam/sertivikatnya, jalur Afirmasi (bagi siswa penyandang distabilitas dan keluarga ekonomi tidak mampu) serta jalur ikut pindah orang tua/wali.
Saat ditanya media ini terkait guru sertivikasi di SMPN 2 Kota Bima, dengan kekurangan jumlah warga belajar, apakah tidak berdampak bagi guru bersertivikasi. Kepsek Jufri mengatakan, nanti akan ada regulasi dari pihak Dinas Dikbud yang akan mengatur proses mutasi dan rotasinya. “Itu wewenang dinas terkait, yang jelas jumlah siswa Tapel 2021/2022 ini insya allah bisa menutupi kebutuhan jumlah guru bersertivikasi di sekolah ini,” tantang Jufri. (TN – 01)
Saat ditanya media ini terkait guru sertivikasi di SMPN 2 Kota Bima, dengan kekurangan jumlah warga belajar, apakah tidak berdampak bagi guru bersertivikasi. Kepsek Jufri mengatakan, nanti akan ada regulasi dari pihak Dinas Dikbud yang akan mengatur proses mutasi dan rotasinya. “Itu wewenang dinas terkait, yang jelas jumlah siswa Tapel 2021/2022 ini insya allah bisa menutupi kebutuhan jumlah guru bersertivikasi di sekolah ini,” tantang Jufri. (TN – 01)

COMMENTS