![]() |
| 10 besar siswa-siswi MIS Yasim Nipa, Kamis (15/06/2023). |
AMBALAWI, TUPA NEWS.- Kamis (15/06/2023) dihalaman Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Yayasan Islam (Yasim) Nipa mengelar pelepasan siswa Kelas VI sebanyak 28 orang, juga dipaketkan dengan pelepasan siswa Raudhatul Atfal (RA) Riyadhus Sholihin Nipa Kelas B 15 orang dan Wisuda Tahfidz Qur'an Juz 29-30 Angkatan pertama sebanyak 15 Orang.
Menurut Kusman, S. Pd.I selaku Kepala MIS Yasim Nipa dalam laporannya menyampaikan rasa bangga dengan adanya peningkatan prestasi yang digapai para siswa disekolah ini. Pasalnya, setiap tahun sekolahnya hanya programkan harus baca 1 juz Al Qur'an dalam satu tahun, tapi yang terjadi malah 2 juz per tahun. "Insyaallah target pihaknya pada Tahun Pelajaran 2023/2024 nanti siswa harus hafal 2 juz per tahunnya," ujarnya.
Untuk mensukseskan siswa yang berakhlak dan bermoral ini, sangat diperlukan dukungan dari orang tua siswa untuk mendampingi anak-anaknya di sore dan malam hari agar mau membaca Al Qur'an, karena kami hanya membimbing mereka (siswa) di pagi hari saja, itupun waktunya singkat ketimbang waktu anak-anak di rumah," terangnya.
Untuk MIs Yasim Nipa, kata Kusman syarat siswa untuk naik kelas III khususnya, adalah siswa harus mahir membaca dan menulis. "Insyaallah sekolah ini akan mengikuti berbagai lomba baik Non Akademik dan Akademik, seperti lomba olimpiade demi peningkatan mutu pendidikan bagi sekolah ini," imbuhnya.
Terpantau pada acara pelepasan dan wisuda tersebut, dihadiri pihak Yayasan Islam (Yasim) Bima, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bima di Wakili Kasi Pendidikan Madrasah Drs. H. Abdul Haris, M.Pd dan Pengawas Madrasah Husain, S.Pd.I wilayah Ambalawi - Wera, Sekretaris Kecamatan Ambalawi Arsyad, SE, Kapolsek Ambalawi Iptu Dediasnyah dan Kepala Desa Nipa Mahfud MD, ST.
Dalam sambutannya, atas nama Pemerintah Kecamatan Ambalawi, melalui Sekcam Arsyad mengatakan, sekolah ini sudah banyak berperan di tingkat kecamatan, dan MIS Nipa selalu tampil dan ambil bagian pada kegiatan pemerintahan kecamatan Ambalawi. "Sebelum dilepas, kalian (siswa) sudah memiliki ilmu imtaq dan imtek, dan semoga ditingkat lebih tinggi nanti kalian mendapatkan ilmu yang lebih tinggi pula," ucapnya.
Katanya, terkait pembangunan disekolah yang serba kecukupan ini, kiranya ditengok baik melalui Kemenag, Yayasan Islam Bima dan Pemerintahan Kabupaten Bima. Pasalnya, sekolah ini butuh perhatian rehab maupun bangunan baru, apalagi disekolah ini banyak wali murid yang menitipkan putra-putrinya yang bukan saja dari warga sekitar Nipa saja, akan tetapi ada juga dari warga luar, beber Arsyad.
Sambutan ketiga disampaikan pihak Yayasan Islam Bima, menyampaikan bahwa ada 53 Madrasah dari jenjang RA hingg MA se Kota Bima dan Kabupaten Bima yang dibangun sejak zaman Kesultanan Bima melalui Yasim Bima. "Sekolah madrasah yang dibangun oleh Sultan Bima adalah sekolah yang pertama di Bima. Jadi sekolah ini milik masyarakat Nipa dan Ambalawi dan yayasan hanya pembinaan saja. MiS Nipa ini luar biasa, sehingga gurunya hebat dan terbukti siswa disini bisa tampil diberbagai lomba," katanya.
Masih lanjutnya, ada rencana juga Yasim Bima akan membangun MTs di belakang MIS Nipa ini mengingat lahan sekolah ini luas. Jadi Tidak menutup kemungkinan juga akan dilanjutkan MA Plus juga akan dibangun disini. "Kenapa tidak, inikan dalam rangka mencerdaskan anak bangsa yang beriman dan bertaqwa," ulasnya.
Sedangkan disambutan terakhir, yang disampaikan pihak Kemenag langsung menjawab terkait saran pihak kecamatan (Sekcam Arsyad) terkait bantuan rehab atau bangunan baru. Katanya, bahwa Kemenag sejak Tahun 2018 sudah tidak ada lagi bantuan seperti dimaksud, namun sekarang bantuannya langsung oleh pusat, melalui Aplikasi. "Jadi operator sekolah yang rajin isi aplikasi tersebut, tentu akan mendapatkan bantuan bagi sekolahnya dengan terus memantau aplikasi dimaksud, ujarnya.
Sedangkan terkait pro-kontrak terhadap pelaksanaan acara pelepasan siswa baik Dikpora dan Kemenag sudah menggeluarkan himbauan. "Tapi Alhamdulillah acara yang digelar di MIS Nipa ini sangat sederhana dan tidak menghabiskan anggaran yang banyak," jelasnya.
Menurutnya, kelebihan siswa untuk menuntun ilmu disekolah madrasah, karena Madrasah memilik 5 Mata Pelajaran (Mapel) yang tidak ada disekolah umum, yakni Qur'an Hadist, akidah akhlaq, Bahasa Arab, sejarah Islam dan fikih
Dipenghujung acara pelepasan siswa kelas akhir MIS Yasim Nipa menyampaikan siswa-siswinya yang masuk 10 besar, sbb :
- Ayu Pratiwi 1324
- Alya Nurafiqah 1318
- Yeni Yunia 1305
- Ririn Marinka 1303
- Nurmaeni 1299
- Andi Ibnu Sabil 1297
- Tessa Prasetiawan 1296
- Fajrul Akbar 1294
- Fani Fariati 1280
- Sahrul 1277
Ternyata sekolah ini (MIS Yasim Nipa, red) sudah menggelar pelepasan siswa sebelumnya (Tapel lalu), di Pantai Oi Fanda dan segaja tahun ini (2023, red) pihak sekolah gelar acara yang sama di halaman sekolah, sebagai ajang promosi sekolah.
Hebatnya sekolah ini, dalam wilayah sekolah juga membuka kegiatan pengajian Taman Pengajian Al Qur'an (TPA) bagi siswanya sendiri dan masyarakat sekitar. Jadi tidak heran juga sekolah ini memberikan perhatian khusus bagi siswa-siswi berupa makanan. Siswa dimaksud adalah yang ditinggalkan kedua orang tua yang merantau menjadi TKI/TKW di luar Negeri. (TN - 01/Adv.)

COMMENTS