KOTA BIMA, TUPA NEWS.- TK Kusuma Bangsa adalah merupakan sekolah inklusif di Kota Bima, sekolah yang mengangkat tentang bagaimana mengukir kenangan bagi anak berkebutuhan khusus atau ABK. Pemenuhan kebutuhan bagi siswa-siswi ABK ini dilakukan melalui pendekatan yang adaptif dan kreatif, dengan fokus pada membangun kepercayaan diri, memperkuat kemampuan, dan menciptakan pengalaman positif. Gunakan mencapai metode pembelajaran yang disesuaikan seperti seni dan terapi, dukungan emosional, serta aktivitas fisik yang menyenangkan.
Sehingga tidak heran, Kepala TK Kusuma Bangsa Kota Bima Retno Utami, SE, S. Pd, M. Pd. Kons menjuarai Lomba Apresiasi Dedikatif sebagai Dedikatif Kepala TK Kategori Apreasiasi GTK 2025. Retno Utami yang biasa disapa Mami Retno ini, dinyatakan lolos pada Tingkat Kota Bima dan akan mengikuti Penghargaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun
2025 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Prestasi Mami Retno tersebut berdasarkan surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima Tanggal 10 September 2025
Nomor : 400.3/1705 /DIKPORA.A/X/2025, Perihal : Pengumuman Hasil Penilaian Penghargaan GTK 2025.
Mami Retno sebelumnya telah mengikuti penilaian Penghargaan Guru dan Tenaga
Kependidikan Tingkat Kota Bima dan alhasilnya memuaskan dan dinyatakan lolos untuk mewakili Kepala TK.
Lomba Apresiasi Dedikatif dalam rangka Hari Guru Nasional Tahun 2025 dan berdasarkan hasil penilaian telah
ditetapkan GTK yang memenuhi kriteria dan akan diusulkan pada Penghargaan GTK Tahun 2025 Tingkat Provinsi.
Penilaian dan Pengusulan ini didasarkan pada pertimbangan profesionalisme, dedikasi, prestasi, serta kontribusi nyata para Guru dan Tenaga Kependidikan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Menurut Retno, Fokus pada proses dan pencapaian, bukan kesempurnaan tapi memberikan apresiasi atas usaha, dengan cara Pujilah setiap usaha dan kemajuan, sekecil apapun, untuk membangun kepercayaan diri dan motivasi.
Ciptakan hasil yang nyata, Jadikan sebagai permainan, Sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anak. Adaptasi kegiatan, Gunakan komunikasi non-verbal. Buat lingkungan yang aman : Ciptakan lingkungan yang mendukung, Dorong kemandirian dan ekspresi diri. Beri ruang ekspresi, Ajarkan pengelolaan emosi, Libatkan emosi positif, Bergabung dalam komunitas. "Berinteraksi dan bergabung dalam komunitas dapat memberikan kesempatan baru untuk bersosialisasi dan merasa diterima, dan Manfaatkan teknologi sebagai alat untuk mendukung pembelajaran dan kreativitas.," ujarnya Minggu (12/10/2025) pagi. (TN - 01/Adv.)
COMMENTS