Opini / Artikel :
![]() |
| Foto : Bahtiar, S. Pd (Penulis Artikel). |
BIMA - WERA, TUPA NEWS.- Banyak sekolah saat ini telah menerima fasilitas Smart Board atau Smart TV sebagai salah satu penunjang pembelajaran digital dari pemerintah. Kehadiran perangkat elektronik ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan mendorong terciptanya pembelajaran berbasis teknologi di sekolah kecamatan wera khususnya dan sekolah lain yang ada di Kabupaten Bima. Namun di balik manfaatnya yang besar, muncul persoalan baru yang belum banyak mendapat perhatian, yaitu keamanan dan penyimpanan perangkat tersebut.
Di sejumlah sekolah, terutama di wilayah Kecamatan Wera, fasilitas ruang kelas masih belum memiliki sistem pengamanan yang memadai. Tidak sedikit sekolah yang tidak memiliki penjaga malam, sehingga risiko kehilangan atau kerusakan perangkat berharga ini menjadi cukup tinggi.
Kondisi inilah yang dialami oleh beberapa sekolah dasar di Wera, seperti SDN Inpres Oi Tui dan SDN Mandala. Kedua sekolah ini telah menerima Smart Board, namun belum memiliki ruang yang aman untuk menyimpannya di dalam kelas.
Membawa Smart Board pulang ke rumah untuk disimpan di tempat yang lebih aman pun bukan solusi yang mudah. Ukurannya yang besar dan berat membuat proses pemindahan berisiko merusak alat elektronik tersebut, selain itu perlu memerlukan tenaga ekstra dan waktu yang lama. Akibatnya, pihak sekolah harus mencari cara agar perangkat tersebut tetap aman sekaligus siap digunakan saat proses belajar berlangsung.
Seperti yang diungkapkan Muhammad, S. Pd Salah seorang Kepala Sekolah di Kecamatan Wera mengungkapkan kekhawatirannya. “Saya mengkhawatirkan barang yang sudah ditransfer ke tiap-tiap sekolah bisa saja raib begitu saja, seperti kasus di SMPN 4 Wera beberapa tahun lalu yang kehilangan sejumlah Chromebook,” ujarnya.
Kekhawatiran itu cukup beralasan, peralatan digital seperti Smart Board memiliki nilai yang tinggi dan rentan menjadi sasaran pencurian, jika tidak disertai sistem pengamanan yang baik.
Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian lebih dari pihak sekolah, pemerintah daerah, dan dinas pendidikan untuk mencari solusi konkret. Misalnya, dengan menambah fasilitas keamanan seperti kunci ganda, kamera pengawas, atau penjaga sekolah malam hari, agar perangkat canggih yang telah diberikan benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal tanpa rasa waswas.
Tanpa upaya pengamanan yang serius, Smart Board yang seharusnya menjadi simbol kemajuan pembelajaran digital yang di Cinangkan oleh presiden Prabowo Subianto bisa berubah menjadi sumber kehawatiran baru di lingkungan sekolah. (***)
Opini Pendidikan ini ditulis oleh Bahtiar, S. Pd. (Guru SDN Inpres Oi Tui sekaligus seorang Konten Kreator di Bima) dan artikel ini ditulis pada Sabtu 14 November 2025.

COMMENTS