![]() |
| Kadispora, Kabid PNFI dan staf bersama Kepala TK Kusuma Bangsa Retno Utami. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Taman Kanak-kanak Kusuma Bangsa Kota Bima melaksanakan kegiatan Hari Disabilitas dan Hari Ibu di Taman Ria (Dae La Kosa) Sabtu (20/12/2025) pagi.
Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima Drs. H. Mahfud, M. Pd, didampingi Kabid PNFI Slamet Riyadi, ST , MT dan staf PNFI.
Kegiatan kali ini diikuti 27 peserta didik dan orang tuanya, terlihat ada yang menarik dalam kegiatan disini, yakni ada photo masing-masing peserta didik bersama orang tuanya dengan disertai ucapan doa dan harapan dari setiap orang tua bagi putra-putrinya dan kegitan tersebut di lombakan.
Adapun tujuan dan indikatornya adalah bagaimana para orang tua dapat berlapang dada dengan keterbatasan putra/putinya. Selain itu juga ada lomba makan nasi goreng bersama orang tua yang dibawa dari rumah dan dihias semenarik mungkin agar anak terbiasa cinta makanan sehat yang dibuat oleh orang tuanya. Sementara indikator penilaiannya, yaitu apakah anak diajarkan bersyukur saat makan dengan berdoa sebelum makan, apakah orang tua memiliki kreatifitas dalam mengolah makanan sehat, dan yang terakhir bagaimana keharmonisan anak dan ibu (orang tua, red) dapat menikmati makan bersama.
![]() |
| Kadispora Mahfud juga ikut teken (tanda tangan) di baliho yang disediakan. |
Dalam sambutannya kepala Dinas Pendidikan Kota Bima Aji Mahfud sangat bangga bisa hadir dalam kegiatan ini dan mendukung sekolah Inklusi secara totalitas, bahkan Mahfud sampai terharu melihat bagaimana anak-anak dengan berbagai keterbatasannya dapat bermain dengan teman sebaya, dan kepedulian orang tua secara sadar memberikan pendidikan yang terbaik, ucapnya.
Sedangkan dalam sambutannya Ketua Lembaga Pendidikan Kusuma Bangsa Kota Bima dr. Muamar Amirullah, S. Pd menyampaikan, keberadaan "Kusuma Bangsa" hadir di Kota Bima karena memang kebutuhan masyarakat, mengingat konsep sekolah Inklusi yang dikelola oleh Kepala Sekolah Kusuma Bangsa yang akrab dipanggil Mommy Retno (Retno Utami, SE., S.Pd., M.Pd.Kons) sebagai jembatan masa depan anak-anak bangsa di Kota Bima yang memiliki keterbatasan, karena anak-anak yang terlahir tersebut tidak bisa memilih akan terlahir seperti apa dan bagaimana, tutur doktor Muamar.
Namun berbeda dengan pendapat Kabid PNFI Slamet Riyadi, menurutnya, bahwa sekolah "Kusuma Bangsa" adalah sekolah yang menggagas bagaimana anak yang memiliki keterbatasan dapat mandiri dan bisa diterima oleh masyarakat dan mereka dapat bermain dengan teman sebaya tanpa sebah pembulyan secara verbal, dan mereka diterima masing-masing apa adanya bukan ada apanya, ujar Slamet.
Terlihat, kegiatan tersebut ditutup dengan pemberian piala dan doorprice bagi peserta lomba sebagai apresiasi ucapan terimakasih kepala sekolah Kusuma Bangsa kepada para orang tua yang senantiasa menerima keberadaan putra/putrinya dengan sebuah cinta dan perhatian.
Mommy Retno berharap, agar bagi para orang tua supaya bisa bekerjasama dalam menuntaskan keberadaan anak-anak yang luar biasa karena perhatian dan simulasi dimulai dari rumah, dengan cinta seorang ibu yang tulus dan ikhlas akan mampu melakukan dan memberikan yang terbaik tanpa mengeluh, kata Retno. (TN - 02/Advetorial)


COMMENTS