![]() |
| Penulis : H. Mahfud. |
Artikel / Opini :
Oleh : Drs. H. Mahfud, M. Pd
Pendidikan unggul merupakan cita-cita bersama yang menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa yang maju, berdaya saing, dan berkarakter. Di tengah tantangan globalisasi, perkembangan teknologi yang pesat, serta dinamika sosial yang terus berubah, dunia pendidikan dituntut untuk mampu beradaptasi dan berinovasi. Namun demikian, keberhasilan pendidikan tidak mungkin dicapai secara parsial atau berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat, terencana, dan berkelanjutan antara seluruh pemangku kepentingan guna membangun sinergi pendidikan yang unggul dan bermakna.
Kolaborasi dalam pendidikan bukan sekadar kerja sama formal, melainkan sebuah proses saling menguatkan peran, menyatukan visi, serta berbagi tanggung jawab demi mencapai tujuan bersama. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran sentral dalam mengorkestrasi kolaborasi tersebut. Kepala sekolah berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang visioner, yang mampu menciptakan iklim kerja kondusif, mendorong budaya kolaboratif, serta memastikan setiap program pendidikan berjalan selaras dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan zaman.
Guru sebagai ujung tombak pendidikan memegang peranan sangat strategis dalam mewujudkan pendidikan unggul. Melalui kolaborasi antarguru, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pembelajaran, kualitas proses belajar mengajar dapat terus ditingkatkan. Diskusi profesional, berbagi praktik baik, serta refleksi bersama menjadi sarana penting dalam memperkaya wawasan dan meningkatkan kompetensi pendidik. Guru tidak lagi bekerja secara individual, melainkan sebagai tim yang saling mendukung dan menginspirasi.
Di sisi lain, peran orang tua dan keluarga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam ekosistem pendidikan. Pendidikan sejatinya dimulai dari rumah, sehingga sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci keberhasilan pembentukan karakter dan perkembangan akademik peserta didik. Melalui komunikasi yang intensif, keterbukaan informasi, serta keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan sekolah, proses pendidikan dapat berjalan lebih selaras dan berkesinambungan. Orang tua tidak hanya menjadi pengamat, tetapi mitra strategis dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Kolaborasi yang lebih luas juga melibatkan masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Lingkungan sekitar sekolah dapat menjadi sumber belajar yang kaya dan kontekstual bagi peserta didik. Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, sekolah mampu menghadirkan pengalaman belajar yang nyata, relevan, dan bermakna. Keterlibatan masyarakat turut menanamkan nilai-nilai sosial, kepedulian, dan tanggung jawab kepada peserta didik, sehingga pendidikan tidak terlepas dari realitas kehidupan.
Dalam era digital, kolaborasi dalam pendidikan juga harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan inovatif. Teknologi informasi membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik antarpendidik, antar sekolah, maupun dengan lembaga lain di tingkat regional dan nasional. Pemanfaatan platform digital, media pembelajaran interaktif, serta sistem informasi pendidikan menjadi sarana strategis dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran dan manajemen sekolah. Melalui kolaborasi digital, batasan ruang dan waktu tidak lagi menjadi hambatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Lebih dari sekadar peningkatan mutu akademik, kolaborasi dalam pendidikan juga berperan penting dalam penguatan karakter dan nilai-nilai luhur bangsa. Pendidikan unggul harus mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, empati, serta kepedulian sosial. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi landasan utama dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kebangsaan secara konsisten dan berkelanjutan.
Pendidikan unggul yang dibangun melalui kolaborasi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan berkeadilan. Setiap peserta didik memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan berkualitas, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun budaya. Melalui kerja sama yang sinergis, berbagai tantangan dan keterbatasan dapat diatasi bersama, sehingga tidak ada anak yang tertinggal dalam proses pendidikan.
Dengan demikian, kolaborasi merupakan kunci utama dalam membangun sinergi pendidikan unggul yang berkelanjutan. Komitmen bersama, rasa saling percaya, serta semangat gotong royong menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Ketika seluruh elemen pendidikan bersatu dalam visi dan aksi, maka pendidikan unggul tidak lagi menjadi sekadar harapan, melainkan sebuah kenyataan yang mampu mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. (***)
Penulis : saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima.

COMMENTS