$type=grid$count=5$meta=0$snip=0$rm=0$show=home

$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0

Adakah Zakat Profesi Dalam Islam..?

Foto Google.


Pertanyaan:

Bismillaahirrahmaanirrahiim… Assalamu Alaikum Warohmatulloohi wabarokatuh… Alhamdulillaah wa Shalatu wassalaammu 'alaa Rosulillaah… Ustadz yang semoga Allah senantiasa menjagamu…



Tadi pagi saya ditanya atasan saya perihal Hukum Zakat Profesi:


Apakah Ijtihad/Qiyas yang dipakai oleh ulama yang membolehkan Zakat Profesi itu bisa dijadikan dalil untuk diamalkan? di Perusahaan saya sudah lama memberlakukan zakat profesi ini dengan cara potong gaji tiap bulannya berdasarkan kesepakatan sebelumnya, ada yang mau dan ada pula yang tidak mau dipotong gajinya.

Terus adakah buku yang bagus yang khusus menjelaskan Zakat Profesi ini!?

Hasan


Jawaban.


Pertama : Zakat yang diwajibkan untuk dipungut dari orang-orang kaya telah dijelaskan dengan gamblang dalam banyak dalil. Dan zakat adalah permasalahan yang tercakup dalam kategori permasalahan ibadah, sehingga tidak ada peluang untuk berijtihad atau merekayasa permasalahan baru yang tidak diajarkan dalam dalil. Para ulama' Dari berbagai mazhab telah menyatakan:


الأَصْلُ فِي العِبَادَاتِ التَّوقِيفُ


“ Hukum asal dalam permasalahan ibadah adalah tauqifi alias terlarang .”


Berdasarkan kaedah ini, para ulama' menjelaskan bahwa barangsiapa yang membolehkan atau mengamalkan suatu amal ibadah, maka sebelumnya ia berkewajiban untuk mencari dalil yang membolehkan atau mensyari'atkannya. Bila tidak, maka amalan itu terlarang atau tercakup dalam amalan bid'ah:


مَنْ عَمِلَ عَمَل لَيْسَ عَلَيهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ رواه مسلم


“Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amalan itu tertolak.”  (Riwayat Muslim)


Coba anda renungkan: Zakat adalah salah satu rukun Islam, sebagaimana syahadatain, shalat, puasa, dan haji. Mungkin Anda dapat menolerir bila ada seseorang yang berijtihad pada masalah-masalah tersebut dengan mewajibkan sholat selain sholat lima waktu, atau mengubah-ubah ketentuannya; subuh menjadi 4 rakaat, maghrib 5 rakaat, atau waktunya digabungkan jadi satu. Ucapan syahadat ditambah dengan ucapan lainnya yang selaras dengan perkembangan pola hidup umat manusia, begitu juga haji, diadakan di masing-masing negara guna efisiensi dana umat dan pemerataan pendapatan dan kesejahteraan umat. Dan puasa ramadhan dibagi pada setiap bulan sehingga lebih ringan dan tidak memberatkan para pekerja pabrik dan pekerja berat lainnya.


Mungkinkah Anda dapat menerima ijtihad ngawur semacam ini? Bila anda tidak bersahabat, maka seharusnya anda juga tidak menerima ijtihad zakat profesi, karena sama-sama ijtihad dalam amal ibadah dan rukun Islam.


Terlebih-lebih telah terbukti dalam sejarah bahwa para sahabat nabi dan juga generasi setelah mereka tidak pernah mengenal apa yang disebut-sebut dengan profesi zakat, padahal apa yang disebut dengan gaji telah dikenal sejak lama, hanya beda penyebutannya saja. Dahulu disebut dengan  al 'atha'  dan sekarang disebut dengan gaji atau  raatib  atau  mukafaah . Tentu saja perbedaan nama ini tidak sepantasnya mengubah hukum.


Ditambah lagi, bila kita mengkaji pendapat ini dengan seksama, maka kita akan mendapatkan banyak kejanggalan dan penyelewengan. Berikut gambaran bukti akan kejanggalan dan penyelewengan tersebut:


Orang-orang yang mewajibkan zakat profesi meng-qiyaskan (menyamakan) zakat profesi dengan zakat hasil pertanian, tanpa memperdulikan perbedaan antara keduanya. Zakat hasil pertanian adalah 1/10 (seper sepuluh) dari hasil panen bila pengairannya tanpa memerlukan biaya, dan 1/20 (seper dua puluh), bila pengairannya memerlukan biaya. Sedangkan zakat profesi, maka zakatnya adalah 2,5 %, sehingga qiyas semacam ini adalah qiyas yang benar-benar aneh dan menyeleweng. Seharusnya qiyas yang benar ialah dengan mewajibkan zakat profesi sebesar 1/10 (seper sepuluh) bagi profesi yang tidak membutuhkan modal, dan 1/20 (seper dua puluh), tentu ini sangat memberatkan, dan orang-orang yang mengatakan ada zakat profesi tidak akan berani memfatwakan zakat profesi sebesar ini.

Gaji diwujudkan dalam bentuk uang, maka gaji lebih tepat bila diqiyaskan dengan zakat emas dan perak, karena sama-sama sebagai alat jual beli, dan standar nilai barang.

Orang-orang yang memfatwakan zakat profesi telah nyata-nyata sepanjang jalur ijma'/kesepakatan ulama' selama 14 abad, yaitu dengan memfatwakan wajibnya zakat pada gedung, tanah dan yang serupa.

Gaji bukanlah hal baru dalam kehidupan manusia secara umum dan umat Islam secara khusus, keduanya telah ada sejak dahulu kala. Berikut beberapa buktinya:

Baca Juga   Cara Menghitung Zakat Mal

Sahabat Umar bin Al Khatthab  radhiallahu 'anhu  pernah menjalankan suatu tugas dari Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi wa Sallam , lalu iapun di beri upah oleh Rasulullah  Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam . Pada mulanya sahabat Umar  radhiallahu 'anhu  menolak upah tersebut, akan tetapi Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam  bersabda kepadanya:  “Bila engkau diberi sesuatu tanpa engkau minta, maka makan (ambil) dan sedekahkanlah.”  (Riwayat Muslim)


Seusai sahabat Abu Bakar  radhiallahu 'anhu  dibai'at untuk melayani khilafah, beliau berangkat ke pasar untuk berdagang sebagaimana kebiasaan beliau sebelumnya. Di tengah jalan, beliau berjumpa dengan Umar bin Al Khatthab  radhiallahu 'anhu , maka Umarpun bertanya kepadanya:  “Hendak kemanakah engkau?”  Abu Bakar menjawab:  “Ke pasar.”  Umar kembali bertanya:  “Walaupun engkau telah mengemban tugas yang menyibukkanmu?”  Abu Bakar menjawab:  “Subhanallah, tugas ini akan menyibukkan diriku dari menafkahi keluargaku?”  Umarpun menjawab:  “Kita akan diberimu secukupmu.”  (Riwayat Ibnu Sa'ad dan Al Baihaqy)


Imam Al Bukhary juga meriwayatkan pengakuan sahabat Abu Bakar  radhiallahu 'anhu  tentang hal ini:


لقد عَلِمَ قَوْمِي أَنَّ حِرْفَتِي لم تَكُنْ تَعْجِزُ عن مؤونة أَهْلِي وَشُغِلْتُ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَسَيَأْكُلُ آلُ أبي بَكْرٍ من هذا الْمَالِ وَيَحْتَرِفُ لِلْمُسْلِمِينَ فيه .


“Sungguh kaumku telah mengetahui bahwa pekerjaanku dapat mencukupi kebutuhan keluargaku, sedangkan sekarang, aku disibukkan oleh urusan umat Islam, maka sekarang keluarga Abu Bakar akan makan sebagian dari harta ini (harta baitul maal), sedangkan ia akan bertugas mengatur urusan mereka.”  (Riwayat Bukhary)


Ini semua membuktikan bahwa gaji dalam kehidupan umat Islam bukanlah suatu hal yang baru, akan tetapi, selama 14 abad lamanya tidak pernah ada satupun ulama' yang memfatwakan adanya zakat profesi atau gaji. Ini membuktikan bahwa zakat profesi tidak ada, yang ada hanyalah zakat mal, yang harus memenuhi dua syarat, yaitu hartanya mencapai nishab dan telah melewati satu haul (tahun).


Oleh karena itu ulama' ahlul ijtihaad yang ada pada zaman kita mengingkari pendapat ini, diantara mereka adalah Syeikh Bin Baz, beliau berkata: “Zakat gaji yang berupa uang, perlu diperinci: Bila gaji telah ia terima, lalu lewat satu tahun dan telah mencapai satu nishab, maka wajib dizakati. Adapun bila gajinya kurang dari satu nishab, atau belum lewat satu tahun, bahkan ia belanjakan sebelumnya, maka tidak wajib di zakati.” ( Maqalaat Al Mutanawwi'ah  oleh Syeikh Abdul Aziz bin Baaz 14/134. Pendapat serupa juga ditegaskan oleh Syeikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin,  Majmu' Fatawa wa Ar Rasaa'il  18/178.)


Fatwa serupa juga telah meninggal oleh Anggota Tetap Komite Fatwa Kerajaan Arab Saudi, berikut fatwanya:


“Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa di antara harta yang wajib dizakati adalah emas dan perak (mata uang). Dan di antara syarat wajibnya zakat pada emas dan perak (uang) adalah berlalunya satu tahun kepemilikan uang tersebut. Mengingat hal itu, maka zakat diwajibkan pada gaji pegawai yang menyelesaikan ditabungkan dan telah mencapai satu nishab, baik gaji itu sendiri telah mencapai satu nishab atau dengan digabungkan dengan uangnya yang lain dan telah berlalu satu tahun. Tidak membantu gaji dengan hasil bumi; karena haul (berlalu satu tahun sejak uang) telah ditetapkan dalam dalil, maka tidak boleh ada qiyas. Berdasarkan itu semua, maka zakat tidak wajib pada tabungan gaji pegawai hingga melewati satu tahun (haul).” ( Majmu' Fatwa Anggota Tetap Komite Fatwa Kerajaan Arab Saudi 9/281, fatwa no: 1360)


Sebagai penutup tulisan singkat ini, saya mengajak pembaca untuk selalu memikirkan janji Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam  berikut:


مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ. رواه مسلم


“Tidaklah sedekah itu akan mengurangi harta kekayaan.”  (Muslim)


Berdasarkan penjelasan di atas, maka saya menyarankan agar Anda menyarankan kepada perusahaan Anda atau atasan Anda agar menghapuskan pemotongan gaji yang selama ini telah berlangsung dengan alasan zakat profesi. Karena bisa saja dari sekian banyak yang dipotong gajinya belum memenuhi kriteria wajib zakat. Karena harta yang berhasil ia kumpulkan/tabungkan belum mencapai nishab. Atau kalaupun telah mencapai nishab mungkin belum berlalu satu tahun/haul, karena telah habis dibelanjakan pada kebutuhan yang halal. Dan jikapun telah mencapai satu nishab dan telah melewati satu haul/tahun, maka mungkin kewajiban zakat yang harus ia bayarkan tidak sebesar yang dipotong selama ini.


Wallahu ta'ala a'alam bis showaab.


Kedua : Berdasarkan jawaban pertama, maka tidak perlu Anda mencari buku-buku atau tulisan-tulisan yang membahas masalah zakat profesi. Cukuplah Anda dan juga umat Islam lainnya mengamalkan zakat-zakat yang telah nyata-nyata disepakati oleh seluruh ulama' umat Islam sepanjang sejarah. Dan itu telah dibahas tuntas oleh para ulama' kita dalam setiap kitab-kitab fiqih.


Wallahu a'alam bisshawab.


Sumber : https://almanhaj.or.id


(***)


COMMENTS

Name

Advetorial,1287,Advetorial.,2,Agama,1,Ansuransi Jiwa,1,Artiek,1,Artikel,137,Artiket,7,Artkel,1,asn,44,bahas-percepatan-pembentukan-politeknik-bupati-bima-terima-tim-vokasi-unram,1,Bencana,1,Bima,865,BimaAdvetorial,2,Bina,1,Budaya,9,Budaya dan Pariwisata,1,bupati-bima-serahkan-dana-zis,1,Cerita Rakyat,1,Cerita Rakyat Sulawesi,1,Desa,1,Dompu,18,DRPD Kota Bima,2,Ekonomi,31,Ekonomi dan Bisnis,45,Ekonomi dan Bisnis.,1,Ekonomi dan Kemasyarakatan,5,Ekonomi dan Pangan,1,Ekonomi Kemasyarakatan,1,Figur,147,Figure,1,Fogury,1,Gowa,1,Headline,127,hetline,141,HukKrim,18,Hukum dan Kriminal,127,Ikan,1,Iklan,36,Infrastruktur,1,Internasional,1,Islam,8,Jakarta,3,Kabupaten Bima,1,Keagamaan,283,Keagamaan dan Pemerintah,2,Keagamanaan,23,Keagamanaan dan pemerintahan,7,Kebudayaan,37,Kebudayaan dan Kesenian,2,Kebudayaan dan Pariwisata,1,Kehutanan,14,kehutanan dan pertanian,3,Kejadian,1,Kejadian Tragis,1,Kelautan dan Perikanan,1,Kemasyarakatan,105,Kemasyarakatan dan Infrastruktur,1,Kepolisian,1,Kesehatan,118,Kesehatan dan Kemasyarakatan,1,kesehatan dan pemerintahan,5,Kesenian,22,Kesenian dan Budaya,1,Kesenian dan Keagamaan,2,Kesenian dan Kebudayaan,7,Ketenagakerjaan,1,Keuangan,3,Keuangan dan Ekonomi,1,Korupsi,1,Kota Bima,1560,Kota Bima,633,Kota Bima.,1,Kota Bma,1,Kota.Bima,1,Legislatif,8,Lingkugan,2,Lingkungan,78,Lombok Barat,1,Makasar,1,Makassar,3,Masyarakat,1,Masyarakatan,1,Mataram,160,mq1qwqw q .,1,Naisonal,1,Narkotika,2,Nasional,292,Nasional dan Pemerintahan,3,NTB,1,Olahraga,229,Olahraga Tradisional,1,olahray,1,Opini,30,Organisasi Wanita,30,P,1,Pariwasata,2,Pariwisata,42,Peduli,1,Pelayaran,1,Pembangunan,4,Pemeriksaan,1,Pemeringahan,1,Pemerintah,46,Pemerintaha,3,Pemerintahah,1,Pemerintahan,2178,Pemerintahan dan kesehatan,20,Pemerintahan dan lingkugan,2,Pemerintahan dan Olahraga,6,Pemerintahan dan pendidikan,6,Pemerintahan Ekonomi,1,Pemerintahan Kota Bima,1,Pemuda dan Olahraga,1,Pendididkan,16,Pendidikan,1557,Pendidikan dan ekonomis,1,Pendidikan dan kesenian,3,Pendidikan dan Olahraga,13,Pendidikan dan Pemerintahan,3,pendidikan Mataram,1,Pendidikan Pemerintah,2,Pendidikant,1,Peristiwa,47,Pers,2,Pertanahan,1,Pertanian,23,Peternakan dan Pertanian,1,polit,1,Politik,99,Politik dan Kemasyarakatan,3,Polri,25,Pori,1,Potret Dunia Pendidikan Terkini,33,Profil,2,Pusat,1,Pwndidy,1,q.wq .0️⃣🐲🐲🐲🐲 dan Ekonomi,1,raih-wtp-berturut-turut-tujuh-kali-bupati-terima-piagam-menkeu,1,Sejarah,21,Sejarah Bima,2,Serba-Serbi,59,Sobsbud,30,sosial,17,sosial dan lingkungan,1,Sosial Kemasyarakatan,3,Sosial Kemasyarakatan Pemerintahan,1,Sumbawa,2,teknologi dan digital,1,TNI,68,TNI/Polri,14,Tradisi,1,Usaha dan Ekonomi,1,Wanita,1,
ltr
item
REDAKSI TUPANEWS.ID - BERITA NEWS: Adakah Zakat Profesi Dalam Islam..?
Adakah Zakat Profesi Dalam Islam..?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLjuJuUFquZng8pcbGeGECZP_terbrzrzaEPbSOfT9iVyPW7sykDG4eW6VhM2WOKy0bDLroK6QeWJV8DMzxqtmCygrKpc8pnGxQvJEZboln7qjsSVMQKnEyy3nhJ7u32X4F9oV3tzButLBIJOsynjRJAA6iUgCk-vdMziQzLO4ult83EtrrOjZoUaWvNBn/s320/Screenshot_2026-02-01-19-14-37-66_680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLjuJuUFquZng8pcbGeGECZP_terbrzrzaEPbSOfT9iVyPW7sykDG4eW6VhM2WOKy0bDLroK6QeWJV8DMzxqtmCygrKpc8pnGxQvJEZboln7qjsSVMQKnEyy3nhJ7u32X4F9oV3tzButLBIJOsynjRJAA6iUgCk-vdMziQzLO4ult83EtrrOjZoUaWvNBn/s72-c/Screenshot_2026-02-01-19-14-37-66_680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7.jpg
REDAKSI TUPANEWS.ID - BERITA NEWS
https://www.tupanews.id/2026/02/adakah-zakat-profesi-dalam-islam.html
https://www.tupanews.id/
https://www.tupanews.id/
https://www.tupanews.id/2026/02/adakah-zakat-profesi-dalam-islam.html
true
8772702995069431614
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content