$type=grid$count=5$meta=0$snip=0$rm=0$show=home

$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0

Johan Rosihan Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Saat Presentasi Magister Hukum


Foto Kegiatan : Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan saat sidang presentasi Karya Pengabdian Hukum di Program Magister Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UTA 45) Jakarta, Kamis (26/02/2026). 


JAKARTA, TUPA NEWS.- Sidang presentasi Karya Pengabdian Hukum di Program Magister Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UTA 45) Jakarta memantik diskusi lintas sektor mengenai nasib 2,2 Juta nelayan kecil Indonesia.

Presentasi yang disampaikan oleh mahasiswa Johan Rosihan bertajuk “Politik Hukum Tata Kelola Ruang Laut : Perlindungan Nelayan Kecil di Tengah Ekspansi Investasi dan Regulasi Administratif” menyoroti paradoks perlindungan nelayan kecil di tengah ekspansi investasi pesisir.

Dalam pemaparannya, Anggota Komisi IV DPR RI ini menegaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dunia belum mampu memberikan perlindungan memadai bagi nelayan kecil, yang mayoritas beroperasi dengan kapal di bawah 10 GT dan peralatan sederhana. “Hukum tidak hadir dalam ruang yang netral. Ia adalah produk dari relasi kuasa yang menentukan siapa yang mendapat akses, siapa yang dilindungi, dan siapa yang terpinggirkan,” ujar Johan dalam keterangan resminya, Kamis (26/02/2026).

Diskusi menghadirkan perspektif beragam dari praktisi PT Pelindo, anak perusahaan PT Krakatau Steel bidang dermaga, analis keuangan, serta mahasiswa asal Maluku dan NTB.

Johan menekankan bahwa konflik antara investasi besar dan nelayan kecil bukanlah dikotomi permanen, melainkan akibat absennya forum negosiasi setara dan aturan main yang konsisten.

Ia mengusulkan model rantai nilai terintegrasi: nelayan kecil sebagai penangkap di hulu, koperasi atau BUMN sebagai agregator di tengah, dan fasilitas Pelindo sebagai gerbang ekspor di hilir.

Isu nelayan perbatasan juga mencuat, khususnya terkait penangkapan oleh otoritas Australia. Johan menilai hal ini berkaitan dengan penyempitan ruang tangkap akibat ekspansi investasi, serta kurangnya sosialisasi MOU Indonesia–Australia tentang hak akses tradisional nelayan.

Dalam aspek fiskal, Johan mengusulkan mekanisme earmarking Dana Bagi Hasil (DBH) perikanan untuk perlindungan nelayan kecil melalui revisi UU HKPD, penetapan Perda APBD, serta pemanfaatan Dana Desa. “Instrumen fiskalnya sudah ada. Yang belum ada adalah political will untuk menguncinya secara hukum agar tidak dialihkan ke pos lain,” tegasnya

Kajian tersebut merumuskan tiga saran reformasi regulasi. Pertama, kepada DPR RI dan Pemerintah – harmonisasi regulasi tata kelola ruang laut dengan perlindungan hak nelayan sebagai batasan tidak dapat dinegosiasikan.

Kedua, kepada Kemenko Maritim, KKP, KLHK, ATR/BPN, dan Pemda – pembentukan mekanisme koordinasi lintas sektor serta percepatan RZWP3K yang mengakui wilayah tangkap tradisional.

Ketiga, kepada Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, lembaga bantuan hukum, dan perguruan tinggi - pengembangan jurisprudensi progresif serta perluasan akses bantuan hukum ke kawasan pesisir terpencil.

Selama nelayan kecil masih diperlakukan sebagai objek pembangunan - bukan sebagai subjek hukum aktif - keadilan pesisir akan tetap menjadi janji yang belum tertunaikan,” tutup Johan.

Tentang Program MIH UTA 45 Jakarta Program Magister Ilmu Hukum UTA 45 Jakarta menyelenggarakan pendidikan hukum pascasarjana yang menekankan relevansi akademis terhadap persoalan hukum dan kebijakan publik.

Mata kuliah Karya Pengabdian Hukum mendorong mahasiswa menghubungkan kajian akademis dengan kebutuhan nyata masyarakat, demikian tutup Johan Rosihan Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil NTB I Pulau Sumbawa. (TN - 03)

COMMENTS

Name

Advetorial,1287,Advetorial.,2,Agama,1,Ansuransi Jiwa,1,Artiek,1,Artikel,129,Artiket,7,asn,38,bahas-percepatan-pembentukan-politeknik-bupati-bima-terima-tim-vokasi-unram,1,Bencana,1,Bima,865,BimaAdvetorial,2,Bina,1,Budaya,9,Budaya dan Pariwisata,1,bupati-bima-serahkan-dana-zis,1,Cerita Rakyat,1,Cerita Rakyat Sulawesi,1,Desa,1,Dompu,17,DRPD Kota Bima,2,Ekonomi,30,Ekonomi dan Bisnis,44,Ekonomi dan Bisnis.,1,Ekonomi dan Kemasyarakatan,5,Ekonomi dan Pangan,1,Ekonomi Kemasyarakatan,1,Figur,126,Fogury,1,Gowa,1,Headline,127,hetline,141,HukKrim,18,Hukum dan Kriminal,119,Ikan,1,Iklan,26,Infrastruktur,1,Internasional,1,Islam,7,Jakarta,3,Kabupaten Bima,1,Keagamaan,252,Keagamaan dan Pemerintah,1,Keagamanaan,22,Keagamanaan dan pemerintahan,7,Kebudayaan,36,Kebudayaan dan Kesenian,1,Kebudayaan dan Pariwisata,1,Kehutanan,14,kehutanan dan pertanian,2,Kejadian,1,Kejadian Tragis,1,Kelautan dan Perikanan,1,Kemasyarakatan,91,Kemasyarakatan dan Infrastruktur,1,Kepolisian,1,Kesehatan,116,Kesehatan dan Kemasyarakatan,1,kesehatan dan pemerintahan,5,Kesenian,22,Kesenian dan Budaya,1,Kesenian dan Keagamaan,2,Kesenian dan Kebudayaan,7,Ketenagakerjaan,1,Keuangan,2,Keuangan dan Ekonomi,1,Korupsi,1,Kota Bima,1560,Kota Bima,633,Kota Bima.,1,Kota Bma,1,Kota.Bima,1,Lingkugan,2,Lingkungan,78,Lombok Barat,1,Makasar,1,Makassar,3,Masyarakat,1,Masyarakatan,1,Mataram,158,mq1qwqw q .,1,Naisonal,1,Narkotika,2,Nasional,282,Nasional dan Pemerintahan,3,NTB,1,Olahraga,228,Olahraga Tradisional,1,olahray,1,Opini,25,Organisasi Wanita,23,P,1,Pariwasata,2,Pariwisata,42,Peduli,1,Pelayaran,1,Pembangunan,4,Pemeriksaan,1,Pemeringahan,1,Pemerintah,46,Pemerintaha,3,Pemerintahan,2113,Pemerintahan dan kesehatan,20,Pemerintahan dan lingkugan,2,Pemerintahan dan Olahraga,6,Pemerintahan dan pendidikan,6,Pemerintahan Ekonomi,1,Pemerintahan Kota Bima,1,Pemuda dan Olahraga,1,Pendididkan,15,Pendidikan,1491,Pendidikan dan ekonomis,1,Pendidikan dan kesenian,3,Pendidikan dan Olahraga,13,Pendidikan dan Pemerintahan,3,pendidikan Mataram,1,Pendidikan Pemerintah,2,Pendidikant,1,Peristiwa,47,Pers,2,Pertanahan,1,Pertanian,23,Peternakan dan Pertanian,1,polit,1,Politik,91,Politik dan Kemasyarakatan,2,Polri,24,Pori,1,Potret Dunia Pendidikan Terkini,33,Profil,2,Pusat,1,Pwndidy,1,q.wq .0️⃣🐲🐲🐲🐲 dan Ekonomi,1,raih-wtp-berturut-turut-tujuh-kali-bupati-terima-piagam-menkeu,1,Sejarah,21,Sejarah Bima,2,Serba-Serbi,59,Sobsbud,30,sosial,17,sosial dan lingkungan,1,Sosial Kemasyarakatan,1,Sumbawa,2,teknologi dan digital,1,TNI,57,TNI/Polri,14,Tradisi,1,Usaha dan Ekonomi,1,Wanita,1,
ltr
item
REDAKSI TUPANEWS.ID - BERITA NEWS: Johan Rosihan Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Saat Presentasi Magister Hukum
Johan Rosihan Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Saat Presentasi Magister Hukum
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjkvmTHzJr40AT0yuN7n8jTsGJNbIGfw0TNl1G_fVhhFArsekSEU773ER62XCuipKK3W3GXGBjl_CUYBG9Wa1WaOp6GGIUr_3qmWbkxN8Iz23nsx6-LF5XG5MPWbPwf5dyMmll8ewylqNYWMRFzSLiCg4ONzKmuNYvJM49Mx-t1itdUh3AmVV0YzjvXeycR
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjkvmTHzJr40AT0yuN7n8jTsGJNbIGfw0TNl1G_fVhhFArsekSEU773ER62XCuipKK3W3GXGBjl_CUYBG9Wa1WaOp6GGIUr_3qmWbkxN8Iz23nsx6-LF5XG5MPWbPwf5dyMmll8ewylqNYWMRFzSLiCg4ONzKmuNYvJM49Mx-t1itdUh3AmVV0YzjvXeycR=s72-c
REDAKSI TUPANEWS.ID - BERITA NEWS
https://www.tupanews.id/2026/02/johan-rosihan-soroti-ketimpangan.html
https://www.tupanews.id/
https://www.tupanews.id/
https://www.tupanews.id/2026/02/johan-rosihan-soroti-ketimpangan.html
true
8772702995069431614
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content