![]() |
| Tiang bendera terbaru SDN 15 Ntobo terbaru. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Sejak Ernah, S. Pd pimpin SDN 15 Ntobo setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala SDN 3 Jatiwangi, dirinya langsung merubah wujud sekolah secara sedikit berbena. Usai dirinya dilantik walikota Bima per 31 Februari 2026, pada Minggu pertama bersama guru dan Tenaga Pendidikan (Tendik) lainnnya, Ernah langsung melakukan perbaikan taman bunga dihalaman depan sekolah secara keseluruhan. Selanjutnya pengadaan wastavel (tempat cuci tangan) sebanyak 2 unit yang terdiri dari 1 unit didepan kelas rendah (Kelas 1-3) dan 1 kelas tinggi (Kelas 4-6), serta pengadaan tiang dan teras bendera yang baru. “Sebelumnya upacara setiap kenaikan bendera (Senin, red) menghadap ke bagian Utara, sekarang sudah berbalik arah menghadap ke Bagian Selatan seiring dengan perpindahan tiang dan teras bendera yang berhadapan langsung dengan ruang kelas 3.A 3.B dan Kelas 4” ujar Ernah saat diwawancarai diruang kerjanya Senin (06/04/2026) pagi.
Selanjutnya pembenahan secara nyata yang dilakukan Ernah ini juga di lakukan di Bagian Timur sekolah yang sebelumnya lahan kosong dan hanya dijadikan tempat pembuangan sampah, sekarang sudah disulap menjadi kebun (apotik hidup) dan untuk ditanami sayur-mayur dan sejenisnya. Juga ada kolam ikan mini yang dangkal dengan kedalaman dua jengal dari tanah untuk jenis ikan air tawar.
Menurutnya, keadaan fisik sekolah ini juga masih tergolong dalam keadaan memprihatikan. Pasalnya, tidak memiliki ruang UKS dan Ruang Guru serta Ruang Kepala Sekolah (Kantor) yang memadai. Sebelumnya ruang TIK digabung dengan ruang guru dan ruang kepala sekolah kini pihaknya menggunakan salah satu ruang kelas sebagai ruang guru dan ruang kepala sekolah yang dicekal dengan papan triple. Sementara ruang UKS digabung bersama ruang Perpustakaan dengan cara dicekap (Pembatas) triples. “Kantor bagi guru dan kepala sekolah ini-pun cukup sempit sehingga masih ada beberapa orang guru yang belum mendapatkan tempat duduk/kerja yang dilengkapi dengan meja dan kursinya masing-masing. Semoga kedepannya pemerintah daerah melalui dinas terkait (Dikpora Kota Bima) maupun Legislatif lewat dana pokirnya mau menenggok kekurangan bangunan sekolah ini,” bebernya.
![]() |
| Wastafel. |
![]() |
| Taman bunga dihalaman sekolah depan (terkini) setelah dibenahi. |
Akibatnya, bangunan baru maupun yang direhab baru-baru ini dapat dilaporkan dalam kondisi tidak memiliki Plafon ditiga ruang kelas 3 (Kelas 3-A, 3-B dan Kelas 4) dan 1 kelas belum berlantai dan plafon (Kelas 2). Pekerjaan Ruang Kelas Baru (RKB) ini, dengan rincian 2 lokal dikerjakan pada Tahun 2024 (Kelas 3-B dan Kelas 4) sedangkan Kelas 2 dikerjakan pada akhir Desember 2025 lalu. “Proses KBM tidak dapat berjalan dengan maksimal ketika turun hujan, maka suara rintihan air hujan yang turun diatas sekolah kedengaran langsung, karena tanpa penghang (Plafon). Begitupun di Kelas 2 berdebu karena tanpa lantai sehingga dapat menimbulkam penyakit asmah dan flu bagi siswa dan guru tentunya,” keluhnya.
Disekolah ini juga, ada TK Swasta Yayasan Julida pinjam pakai bangunan dan ruang kelas, dan saat ini mereka (TKS Julida) memiliki siswa sebanyak 55 orang dan rencananya kami memberikan ruang yang tidak dipakai di Bagian Timur sekolah, sehingga pihak TKS Julida bisa mengadakan RKB tentunya. “Ada PR bagi saya kedepannya, yakni ; pengadaan (pembangunan baru) Papan Nama Sekolah didepan sekolah dan pelepasan siswa Kelas VI ditahun ini. Pasalnya, sejak sekolah ini berada belum pernah mengadakan pelepasan bagi siswa-siswinya, jadi saya akan mengawali hal tersebut di sekolah ini,” janjinya.
Sekolah yang memiliki siswa-siswi 186 orang ini, juga akan mengalami hambatan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027 akan datang. Pasalnya, lulusan TKS Julida diperkirakan 50 siswanya akan menjadi siswa baru (Kelas 1) disini dan otomatis akan terjadi dua kelas, sedangkan SDN 15 Kota Bima saat ini ruang kelasnya masih belum memadai (tidak punya plafon dan tidak berlantai). “Terakhir, pagar dibagian belakang sekolah (Bagian Selatan) dalam keadaan tidak memungkinkan (sudah dimakan usia), sehingga sangat diharapkan ada bantuan bagi pembagunan pagar sekolah yang hampir roboh ini, demi kenyaman dan keamanan bagi siswa dan sekolah,” tutup Ernah. (TN – 01/Advetorial)



COMMENTS