![]() |
| Nampak antraksi Ahyar memecahkan 9 buah botol kaca sisa minuman (bekas) menggunakan telapak tangan dan 2 pesilat menampilkan jurus Ganda Putra. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Usai menggelar Kejuaraan Pencak Silat Terbuka RAUF CUP 2026 yang berlangsung di GOR Panda - Kabupaten Bima pada 23-27 Januari 2026, kini Perguruan Silat "Putra Bima" Indonesia (PS_PBI) makin dikenal dan membuka sayap latihan diberbagai daerah, perguruan silat yang lahir pada 14 Januari 2006 ini yang diketuai Abdul Rauf, SY , MT (Selaku Ketua Umum) selain memiliki basecamp (tempat latihan) di Nusa Tenggara Barat, kini juga sudah berada di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa (Propinsi Sulawesi Selatan), Kota Raja Ampat (Propinsi Papua Barat Daya) dan Kabupaten Sumba Timur (Propinsi Nusa Tenggara Timur).
Nah, tentu perguruan yang lahir di Bima ini akan memperbanyak sayap di daerahnya sendiri. Seperti halnya, pada Sabtu (31/01/2026) Pendekar Ahyar, S. Pd melakukan sosialisasi pada siswa-siswi SMP Negeri 2 Kota Bima (SpenduKobi) sekaligus menawarkan pada para pelajar disekolah setempat untuk bergabung di perguruan Biru Dongker Lis Hitam ini. Pendekar Ahyar yang juga baru ditempatkan sebagai PPPK Paru Waktu disekolah favorit itu.
Kata Ahyar, Mpa'a Gantao adalah seni bela diri tradisional khas milik Bima yang merupakan warisan budaya dan olahraga tradisional. Gantao memiliki dimensi olahraga dan pertahanan diri, sering ditampilkan dalam acara adat atau kebudayaan kemasyarakatan. "Ayo gabung bersama kami, insyaallah kalian (siswa) akan mengalami perubahan sikap setelah bergabung latihan disini. Karena silat bukan hanya melatih tentang fisik dan ketangkasan bela diri saja akan tetap tentang kedisplinan dan pembentukan karakter sekaligus mewariskan budaya bangsa Indonesia pada umumnya," ujarnya.
Persilatan "Putra Bima" setiap latihan dasarnya menyatukan Silat dan Gantao (Beladiri asli Bima), mulai dari sikap doa dan sikap pasang Perguruan "Putra Bima" ini mengawali dengan gerakan Gantao.
Masih sebut Ahyar, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa olahraga pencak silat cocok untuk usia dini. (1) Melatih motorik dan koordinasi, menan disiplin sejak kecil, membentuk karakter dan sikap positif, (2) Meningkatkan rasa percaya diri anak, (3) Mengenalkan budaya dan jati diri bangsa dan (4) Menjaga kesehatan jasmani dan rohani. " Yuk, belajar silat sejak dini agar sehat jasmani dan rohani," ajak Ahyar.
Dari tampilan antraksi jurus Nasional dan pasangan Ganda Putra dicampur Gantao yang ditampilkan oleh kedua pesilat dari Ranting Pondok Pesantren (Ponpes) Ash-Shiddiqiah Penatoi, cukup memukau dan kemungkinan besar banyak siswa yang ingin mendaftarkan dirinya sebagai calon anggota baru dan hal itu juga disampaikan Wakasek Humas H. Muhammad, S. Pd bahwa pihaknya akan menempatkan silat ini sebagai Ektratrakulikuler (kegiatan Ekskul) disekolah ini, singkat Aji Hima sapaan akrabnya. (TN - 01)

COMMENTS