![]() |
| Foto Imran Kepala SMAN 4 Kota Bima. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menyelenggarakan Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sebagai bagian dari transformasi pembelajaran nasional. Program ini ditetapkan melalui Keputusan Mendikdasmen Nomor 126/P/2025 dan Nomor 127/P/2025.
Sekolah model tersebut dirancang sebagai laboratorium inovasi pembelajaran, pusat percontohan implementasi kebijakan, serta wahana pengembangan kapasitas bagi sekolah lain. Program ini juga diharapkan menjadi penggerak ekosistem pendidikan di daerah. Selain itu, sekolah model merupakan satuan pendidikan yang secara konsisten menerapkan pembelajaran mendalam dan koding-kecerdasan artifisial sesuai kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman. Teknologi berkembang dan dipakai di semua mata pelajaran. Semua informasi sudah tersedia di internet.
Untuk Kota Bima yang terpilih sebagai Sekolah Model adalah sbb :
1. TK Yaa Bunaya Salama
2. SDN 5 Rabangodu Utara
3. SMP Negeri 1 Kota Bima
4. SMK Negeri 1 Kota Bima, dan
5. SMA Negeri 4 Kota Bima
![]() |
| Foto bersama seluruh guru dan PTK SMAN 4 Kota Bima. |
Salah seorang Kepala Sekolah Model asal Kota Bima yang berhasil diwawancarai Tupa News, yakni Imran, S. Pd. MM mengatakan, Dewi Fortuna memihak pada SMA Negeri 4 Kota Bima. Keberuntungan itu ditandai dengan ditunjuknya SMA 4 Kota Bima sebagai sekolah model Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial berdasarkan surat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Nomor : 0613/B/C/DM.00.02/2026 tertanggal 29 Januari 2026.
Penetapan Smampat sebagai sekolah model PM dan KKA karena terpenuhinya persyaratan yang disyaratkan oleh Kemendikdasmen di antaranya : akreditasi sekolah, meningkatnya rapor mutu, naiknya nilai literasi, terselenggaranya Diklat pembelajaran mendalam dan rekam jejak prestasi sekolah dua tahun terakhir. “Prestasi sekolah tidak datang secara kebetulan melainkan melalui upaya kerja keras secara kolektif dari berbagai aspek. Prestasi menjadi perhatian utama untuk akselarasi mutu sesuai harapan pemerintah dan masyarakat. Sekolah model PM dan KKA tantangannya tidak mudah. Oleh karena itu penyiapan SDM dan daya dukung infrastruktur yang memadai dan yang terpenting kita harus memimpin perubahan masa depan bagi anak murid," ujar dengan nada optimis saat dihubungi Rabu (04/03/2026) siang.
Untuk diketahui, transformasi pembelajaran dilakukan untuk memastikan peran guru tidak tergantikan oleh teknologi. Guru perlu disiapkan agar mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan (mindful, meaningful, and joyful learning). Pasalnya, teknologi bukan penghambat atau musuh, tapi alat untuk memperkuat pembelajaran, sehingga pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial tidak semata-mata bertujuan melatih keterampilan teknis pemrograman. Tapi Fokus utama program ini adalah membangun kemampuan berpikir komputasional agar peserta didik mampu berpikir kritis, logis, dan tidak mudah terjebak hoaks maupun penipuan digital.
Sekolah model juga berfungsi sebagai percontohan implementasi pembelajaran unggul, pusat belajar dan patok banding, serta sumber inovasi pembelajaran bagi satuan pendidikan lain. Sehingga sekolah model bukan hanya pelaksana program, tetapi ruang belajar bersama untuk mengembangkan dan mereplikasi praktik baik pembelajaran. Satuan pendidikan yang ditetapkan sebagai sekolah model harus memenuhi sejumlah kriteria, antara lain memiliki akreditasi minimal B, capaian literasi dan numerasi yang memadai, serta komitmen kuat dari kepala satuan pendidikan. Untuk sekolah model KKA, penerapan mata pelajaran koding sebagai mata pelajaran pilihan menjadi salah satu persyaratan. Sehingga Kemendikdasmen berharap program sekolah model dapat memperkuat pemerataan mutu pendidikan sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (TN – 01/Advetorial)


COMMENTS