Oleh : Retno Utami, S.E,S.Pd, M. Pd, Kons
(Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak Kusuma Bangsa)
![]() |
| Mami Retno ujung kanan bersama Kadispora H. Mahfud, Kabid PNFI Slamet Riyadi dan Kasi PNFI |
Dalam Rangka HUT Kota Bima Ke 24, Tahun 2026, Yayasan Kusuma Bangsa Kota Bima akan merencanakan melaksanakan Kegiatan Seminar dan Pelatihan INKLUSI bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Kota Malang, serta Brilianti Nusantara Home Schooling yang melaksanakan pendampingan anak berkebutuhan khusus disekolah Negeri maupun Swasta di Kota Malang.
Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada awal Mei 2026 dan diharapkan dapat menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dalam penanganan anak berkebutuhan khusus di Kota Bima. Yayasan Kusuma Bangsa sejak berdiri Tahun 2016 adalah sekolah swasta pertama di Propinsi Nusa Tenggara Barat secara mandiri melaksanakan kegiatan pembelajaran INKLUSI yang diawali dengan pendidikan anak usia dini dengan memfokuskan pada bagaimana solusi pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang ada di Bima dan sekitarnya, dan telah mengangkat Kota Bima hingga tingkat Nasional pada Tahun 2024, dan telah ada beberapa sekolah di Kota Bima mulai Paud, TK, SD hingga SLTA, serta dari Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima bahkan Kabupaten Dompu mengundang untuk menjadi pembicara bahkan mengadakan kerjasama keterkaitan penanganan anak berkebutuhan khusus di sekolah Inklusi, dan sekolah tersebut melaksanakan kegiatan pembiayaan secara Mandiri, karena memahami betapa pentingnya penanganan peserta didik bagi sekolah yang melaksanakan kegiatan INKLUSI.
Tidak mudah untuk terus belajar memberikan yang terbaik bagi anak berkebutuhan khusus terutama anak yang yang mengalami Tuna Laras dan Tuna Grahita, bahkan Pasca Corona hampir mencapai 85 porsen ditemukan anak berkebutuhan khusus terlebih Budaya Daerah yang melaksanakan pernikahan sedarah yang kerap memicu sehingga terlahir anak-anak berkebutuhan khusus, sehingga dengan tantangan tersebut kami terus belajar secara mandiri karena selama ini dua kali berturut-turut mewakili NTB menerima undangan pelatihan Bimtek ABK yang dilaksanakan oleh Kementrian Pusat.
![]() |
| Mami Retno (foto). |
Namun sejak 2025, kegiatan tersebut tidak lagi dilaksanakan karena dampak pemangkasan anggaran sehingga sekarang ditangani oleh Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Unit ini bertugas membina pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (disebut juga Peserta Didik Berkebutuhan Khusus/PDBK) yang bersekolah di SLB (Sekolah Luar Biasa) maupun sekolah inklusi.
Namun sedikit angin segar mulai dirasakan Yayasan Kusuma Bangsa Kota Bima yang selama ini dikelola secara mandiri yang hanya mendapat bantuan BOP tidak seberapa namun tetap bersyukur, ketika menghadiri Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Dinas Dikpora Kota Bima bertemakan : "Untuk Membangun Generasi Yang Lebih Baik". Dalam kegiatan sesi Tanya Jawab, bisa memberikan sedikit gambaran permasalahan sekolah Inklusi yang ada di Kota Bima, pemaparan tersebut diperkuat oleh Dewan Pendidikan yaitu Drs. H. Juanda, M. Pd sebagai sahabat diskusi yang senantiasa terus mendukung dalam bagaimana menuntaskan permasalahan anak berkebutuhan khusus di Kota Bima ini, serta mencari solusi untuk pendidikan yang lebih memiliki karakter dan penanganan profesional sekolah Inklusi.
Tidak semua paham dengan sekolah Inklusi, dengan dalih ada SLB (Sekolah Luar Biasa), namun jika kita gali lebih jauh ada perbedaan yang bisa ditemui dalam penanganan di sekolah INKLUSI dan SLB. Dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Bima, Drs. H. Mahfud, M. Pd sudah mengakui bahwa yang memahami secara detail apa dan bagaimana Inklusi itu adalah Yayasan Kusuma Bangsa Kota Bima dibawah pimpinan Ibu Retno yang sekarang menjabat sebagai Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak Kota Bima, hal tersebut diutarakan dihadapan seluruh kepala TK, SD, SMP serta seluruh tamu undangan yang hadir pada Jumat 27 Maret 2026 pada sambutannya ada sebuah janji yang dinantikan untuk di Realisasikan bagi Yayasan Kusuma Bangsa Kota Bima, untuk Lahan, Bangunan serta Sarana dan Prasarana yang layak sehingga dapat dijadikan sebagai RUMAH BELAJAR INKLUSI bagi Kota Bima, sehingga seluruh masyarakat dunia pendidikan dapat belajar bersama untuk mempersiapkan Generasi Emas pada tahun 2045, mengingat bagaimana Yayasan Kusuma Bangsa Kota Bima telah memberikan sumbangsih terbaiknya untuk Pendidikan Kota Bima secara totalitas secara mandiri dengan keterbatasan yang dimiliki, apalagi seluruh personilnya tidak PNS, P3K, sertifikasi dll. Namun tidak mematahkan semangat untuk tetap belajar dengan memberikan yang terbaik bagi Kota Bima Tercinta, ungkap H. Mahfud di Lawata. (***)


COMMENTS