![]() |
| Puncak festival Rimpu Mantika 2026. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Di tanah Mbojo aku berpijak, Langit teluk membiru tak berjarak,hari ini kota Bima berulang tahun,bukan sekedar angka,tapi do,a yang di tanam.
Di antara riuh kendang dan genda Rimpu Mantika menari di udara, bukan selembar kain yang membalut kepala, akan tetapi harga diri dou Mbojo (Bima) yang di jaga.
Rimpu merupakan dua lembar sarung yang menutupi aurat, mengajarkan malu, santun, dan martabat. Sedangkan Mantika merupakan tenunnya di rajut melalui tangan yang trampil, dan sejarah panjang yang tak boleh kita ambil remeh.
Perempuan Bima berjalan gagah, kaki melangkah, kepalanya tak lengah, itu pesan leluhur sejak Sultan Abdul Kahir. Bahwa kehormatan lebih mahal dari mahar.
Selamat bertambah usia tanah Bima (Kota Bima) 10 April 2026 yang ke-24 tahun, semoga tetap jaya, adat tak sirna, dari teluk sampai kaki gunung Tambora, "Rimpu Mantika = warisan yang terus bernyawa".
![]() |
| Walikota HML Periode 2018-2023. |
H. Muhammad Lutfi (HML) Mantan Walikota Bima Periode 2018—2024 merupakan penggagas sekaligus pencetus kegiatan Festival Rimpu Mantika di Kota Bima. Gagasan tersebut lahir sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mengangkat identitas perempuan Bima melalui rimpu sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi. Festival Rimpu Mantika ini adalah buah gagasan HML, dia ingin budaya rimpu tak hanya hidup, tetapi juga menjadi kebanggaan dan daya tarik daerah.
Setelah masa kepemimpinan HML berakhir, semangat tersebut tetap berlanjut. Program ini kemudian diteruskan oleh Penjabat (Pj) Walikota Bima H. Muhammad Rum, dan kini dilanjutkan oleh H. A. Rahman H. Abidin, SE. Hal ini menunjukkan bahwa, Festival Rimpu Mantika bukan hanya sekedar acara seremonial, tetapi sudah menjadi agenda budaya tahunan yang dijaga kesinambungannya oleh setiap pemimpin di Kota Bima tercinta. Tentunya pemerintah saat ianai menyampaikan apresiasi dan doa terbaik kepada sosok HML atas kontribusinya terhadap kemajuan budaya daerah. (TN - 01)


COMMENTS