![]() |
| Nampak Mami Retno bersama narasumber lainnya, ketika memberikan materinya. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Lokakarya Inklusi dengan Tema "strategi nyata pembelajaran inkusif", yang berlangsung di Gedung Seni Budaya (GSB) Kota Bima Sabtu (02/05/2026), kegiatan yang digagas oleh Yayasan Kusuma Bangsa ini dengan menghadirkan para narasumber hebat dan yang tepat serta memahami tentang Inklusi atau dikenal di sekolah yaitu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan guru dari berbagai jenjang, mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK tersebut resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima Drs. H. Mahfud, M. Pd
para narasumber hebat dimaksud, yakni : Dokter spesialis Tumbuh Kembang Anak IDAI Provinsi NTB dr. Titi Pambudi K, M. Sc, SPA, SUBSP, TKPS (K), Founder Brilian Nusantara Kids Cabang Malang Brilliana Nu, M. Pd, UPT Layanan Pendidikan Kota Malang Muhammad Rio I, A. Md., OT, dan BPMP NTB Yulia Hidayati, S. Pd, M. ED (EC). Sedangkan yang berteindak sebagai Keynote Speaker, adalah Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Wirman Kasmayadi, S. Pd., M.Si.
![]() |
| H. Mahfud Kadispora saat menyampaikan sambutannya. |
Dalam sambutannya, Mahfud menyampaikan, Lokakarya Inklusi atau workshop ini terfokus yang bertujuan meningkatkan pemahaman, membangun karakter, dan mencari solusi bersama untuk menciptakan lingkungan ramah bagi seluruh individu, termasuk penyandang disabilitas. Kegiatan ini sering diadakan untuk menyamakan pandangan dalam menyelenggarakan pendidikan atau pelayanan yang tidak diskriminatif.
sehingga tujuan utama lokakarya ini untuk mengedukasi masyarakat, pendidik, atau pemangku kepentingan untuk mendukung pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam berbagai bidang, terutama pendidikan dan pelayanan publik. "Pendidikan Inklusif, merupakan salah satu jenis lokakarya yang paling umum, bertujuan membekali pendidik untuk mengajar anak berkebutuhan khusus dan reguler bersama-sama di sekolah umum,: ujar Aji Mahfud.
Sehingga diharap dalam lokarya ini akan terjadi diskusi/dialog, agar berbagi praktik baik, pelatihan, dan pertukaran pikiran untuk memecahkan masalah terkait lingkungan yang aksesibel. Pasalnya, fokus inklusivitas ini untuk menciptakan lingkungan yang menerima, menghormati, dan mendukung partisipasi semua orang tanpa kecuali, tutupnya.
kegiatan tersebut dan perdana di Kota Bima itu, seharusnya dihadiri oleh Walikota Bima, sehingga diwakili Asisten II Drs. H. Saleh, juga ikut hadir Ketua Dewan Pendidikan Kota Bima Drs. H. Juanda, M. Pd dan juga didampingi Hj. Nurmah, M. Pd serta pembina Yayasan Kusuma Bangsa Drs. H. Darwis. (TN - 01)


COMMENTS