KOTA
BIMA, TUPA NEWS.-
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi
meluncurkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), sebuah inisiatif
strategis untuk mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, yang
merupakan bagian dari Asta Cita ke-4 dalam visi pemerintahan Presiden Prabowo
Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Gerakan ini bertujuan untuk
menanamkan kebiasaan positif yang dapat membentuk karakter anak-anak Indonesia
agar menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul.
Peluncuran Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia
Hebat menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan generasi emas Indonesia
menuju tahun 2045. Gerakan ini berfokus pada tujuh kebiasaan utama yang
diharapkan dapat diinternalisasi oleh anak-anak sejak dini, yaitu Bangun Pagi,
Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat,
dan Tidur Cepat.
Melalui implementasi kebiasaan-kebiasaan ini,
Kemendikdasmen ingin memastikan anak-anak Indonesia tidak hanya unggul dalam
aspek akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, kepedulian sosial,
serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
merupakan wujud nyata dari komitmen Kemendikdasmen dalam mengembangkan sistem
pendidikan nasional yang berorientasi pada penguatan karakter bangsa. Dengan
menanamkan delapan karakter utama bangsa-religius, bermoral, sehat, cerdas,
kreatif, kerja keras, disiplin, mandiri, dan bermanfaat. Kemendikdasmen percaya
bahwa pembangunan SDM berkualitas harus dimulai dari penanaman nilai-nilai
luhur pada anak-anak sejak dini.
![]() |
| Nampak posisi tengah Bunda PAUD Kota Bima dan Ketua IGTKI Pusat. |
Sebagai wujud Asta Cita ke-4 tersebut, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) menggelar workshop implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat berbasis berpikir komputasional. Dalam ini IGTKI Kota Bima berkerjasama dengan IGTKI Kabupaten Bima dn IGTKI Kabupaten Dompu, menggelar workshop dimaksud di Aula SMA Negeri 4 Kota Bima Sabtu (06/06/2026) dengan menghadirkan Ketua Umum IGTKI Pusat Eka Handayani Putri M. Pd. Juga dihadiri Bunda Paud Kota Bima Hj. Badra Ekawati, S.Tr. Keb, Ketua PGRI Kota Bima Drs. H. Alwi Yasin, M. Ap, Ketua Dewan Pendidikan Drs. H. Juanda, M. Pd dan Hj. Nurmah, M. Pd, Korwas Pendidikan Abd. Salam, M. Pd, Ketua-Ketua IGTKI Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu serta Manager Penerbit Erlangga Wilayah NTB.
Ketua Panitia, Hj. Rukayah, S. Pd dalam
laporannya menyampaikan kegiatan workshop ini dalam upaya meningkatkan mutu
bagi guru usia dini tentunya, juga memperkuat implementasi guru dan untuk membekali para pendidik dengan strategi
dan pendekatan praktis dalam menanamkan nilai-nilai luhur 7 Kebiasaan Anak
Indonesia Hebat kepada siswa. Adapun jumlah peserta Workshop ini
yakni sebanyak 473 oran, dengan rincian150 orang (Utusan Kota Bima), 270 orang
(Utusan Kabupaten Bima) dan 53 orang (Utusan Kabupaten Dompu). Para peserta ini
adalah guru TK, kepala sekolah dan pemerhati sekolah usai dini, sedangkan
sumber dana ini merupakan dari kumpulan dari seluruh peserta workshop, ungkap
Kepala TK Negeri 8 Penatoi ini.
Sementara dalam sambutannya, Ketua IGTKI Kota
Bima Siti Megawati, S. Pd menguraikan perubahan zaman yang begitu cepat menutut
kita terus beradaptasi, anak-anak yang diduduk dibangku Taman Kanak-Kanak (TK) adalah
generasi yang akan hidup pada masa yang penuh tantangan dan peluang baru.
Sehingga guru dituntut untuk mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membangun
karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, serta
kemampuan memecahkan masalah.
Melalui workshop tentang pembelajaran
mendalam (deep learning) yang memperkenalkan pendekatan berpikir komputasional
(Competition thinking) yang dapat diterapkan secara sederhana dalam
pembelajaran anak usia dini melalui kegiatan bermain yang menumbuhkan kemampuan
berpikir logis, sistematis, kreativitas, dan pemecah masalah.
Menutup sambutannya, dirinya berharap dari
hasil workshop ini para peserta dapat memperoleh wawasan, inspirasi, dan
keterampilan baru yang dapat diterapkan di satuan pendidikan usia dini
disekolah masing-masing, sambung Siti Megawati.
Terpantau, pada workshop beberapa narasumber yang mumpuni pada bidang-bidangnya masing-masing menyampaikan isi narasinya dan ditutup dengan dialog sekaligus ada sesi tanya jawab dari peserta workshop. (TN – 01/Advetorial)
![]() |
| Para panitia hebat saat sesi foto bersama. |



COMMENTS