![]() |
| Ribuan generasi Al Wildan International Islamic School-TIC & Boarding School ikuti wisuda (pelepasan) Tahun 2026. |
JAKARTA, TUPA NEWS.– Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada hari ini Rabu (17/06/2026). Ribuan wisudawan dan wisudawati dari Al Wildan International Islamic School-TIC & Boarding School memadati lokasi, merayakan tonggak pencapaian akademik mereka dalam gelaran Wisuda Akbar yang akan berlangsung selama dua hari, yakni 17 hingga 18 Juni 2026.
Perhelatan kolosal ini menjadi saksi bisu keberhasilan ribuan pelajar yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga lulusan program S1-STQ. Kehadiran para wisudawan ini tidak hanya mencakup cabang sekolah di dalam negeri, namun juga perwakilan dari berbagai cabang Al Wildan di luar negeri, dengan konsentrasi terbesar dari wilayah Timur Tengah.
Menganyam Aspirasi, Membangun Peradaban
Wisuda Akbar tahun ini mengusung tema agung: "Weaving Aspirations into Civilization: Building Legacies for Civilization". Tema ini dipilih untuk menegaskan bahwa pendidikan di Al Wildan bukan sekadar tentang mengejar ijazah, melainkan sebuah proses panjang dalam menganyam setiap impian pribadi menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan peradaban Islam global.
Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Abdurrahim Al Basyir, M.Pd., selaku Presiden Direktur Al Wildan International Islamic School-TIC & Boarding School. Dalam pidatonya sebagai Keynote Speaker, beliau memberikan orasi yang mendalam mengenai tanggung jawab besar para lulusan di masa depan.
Orasi Ilmiah : Menjahit Masa Depan Peradaban
Dalam pidato yang menggugah semangat ribuan hadirin, Prof. Dr. Abdurrahim Al Basyir menekankan bahwa weaving (menganyam) adalah metafora yang tepat untuk perjalanan pendidikan.
"Pendidikan adalah seni menganyam aspirasi. Serat-serat ilmu pengetahuan, akhlakul karimah, dan keterampilan praktis yang kalian peroleh selama di Al Wildan harus dijalin dengan kuat. Jika satu serat saja terlepas, maka jalinan peradaban yang ingin kita bangun akan rapuh. Hari ini, kalian bukan sekadar lulusan sekolah, kalian adalah pewaris peradaban yang memikul beban amanah besar di pundak kalian," ungkap Prof. Dr. Abdurrahim Al Basyir.
Prof. Abdurrahim menjabarkan tiga pilar utama dalam membangun warisan (legacies) bagi peradaban :
- Integrasi Pengetahuan dan Spiritual (Tauhid Centered): Menurut beliau, kemajuan teknologi haruslah dibarengi dengan fondasi spiritual yang kokoh. Lulusan Al Wildan diharapkan menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, namun tetap tunduk pada nilai-nilai ilahiah dalam setiap pengambilan keputusan.
- Kepemimpinan yang Berorientasi pada Dampak: Beliau menekankan bahwa warisan tidak ditinggalkan oleh mereka yang sekadar sukses, tetapi oleh mereka yang memberikan manfaat (anfa'uhum lin-nas). Wisudawan didorong untuk berpikir melampaui batas diri sendiri dan mulai memikirkan solusi bagi permasalahan bangsa dan umat.
- Ketahanan dalam Arus Globalisasi: Dengan latar belakang wisudawan yang berasal dari jaringan internasional, termasuk Timur Tengah, beliau berpesan agar para lulusan mampu menjadi jembatan budaya. Mereka diharapkan menjadi duta peradaban yang mampu membawa narasi Islam yang moderat, cerdas, dan progresif di panggung dunia.
Simbolisme Persatuan Global
Pemandangan di The Krakatau Grand Ballroom benar-benar merepresentasikan wajah pendidikan Islam masa depan yang inklusif dan mendunia. Kehadiran ribuan wisudawan yang berjubel namun tetap tertib dalam balutan busana wisuda menunjukkan kedisiplinan dan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di lingkungan Al Wildan.
Pelaksanaan wisuda yang dibagi dalam dua hari ini memungkinkan setiap jenjang pendidikan mendapatkan apresiasi yang layak, sekaligus memberikan ruang bagi orang tua untuk menyaksikan momen transisi buah hati mereka menuju tahap kehidupan yang lebih menantang.
Dengan berakhirnya sesi pembukaan dan orasi ilmiah tersebut, rangkaian Wisuda Akbar Al Wildan International Islamic School resmi menjadi sebuah deklarasi komitmen. Bahwa dari tempat ini, di tanah air Indonesia, lahirlah para pionir yang siap menganyam aspirasi mereka menjadi kontribusi nyata, membangun warisan yang akan dikenang oleh sejarah dan bermanfaat bagi peradaban dunia. Demikian Press Release yang disampaikan DeoLariti pada media ini. (TN - 02)

COMMENTS