KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) 30 Rabadompu Timur Kota Bima tergolong sebagai satuan pendidikan usia dini dinilai tertinggal. Pasalnya, sekolah yang ada di tengah kota tepatnya di Jalan Protokol Lintas Bima – Sape ini tidak memiliki fasilitas yang memadai, baik secara fisik (bangunan) maupun fasilitas lainnya seperti Meubler diruang kelas dan hiasan dalam ruang kelas bagi anak-anak yang ceriah dan penuh kebahagian.
Sebut saja sekolah yang berdiri sejak Tahun
2011 (15 tahun lalu) dengan nama TK Swasta Lailatul Qadri ini tanpa toilet
dan hanya memiliki 2 lokal banggunan fisik yang dipergunakan untuk kelas belajar
dan saat ini memiliki siswa 3 Rombongan Belajar (Rombel) dan pada Tahun Ajaran
2025/2026 ini TKN 30 Rabadompu Timur sukses melepas 17 siswa TK-B pada Kamis
(18/06/2026) dihalaman sekolah yang satu atap dengan SDN 20 Rabadompu Timur dalam
momen Pentas Seni dan Pelepasan Siswa, dengan Tema : “Membentuk generasi berakhlak
mulai, cerdas dalam berpikir kreatif dalam berkarya”.
![]() |
| Nampak, Toilet tradisional, seperti dalam bahasa Bima "Padasa" dan "Panjaba". |
Terlihat toilet sekolah dibangun secara
tradisional seperti pada zaman dulu yang dikemas secara sederhana dan itu hanya
dapat digunakan untuk buang air kecil saja, ketika buang air besar (BAB), maka
anak-anak tersebut diantar pulang kerumahnya masing-masing. Sekolah ini sedikit
memiliki perubahan sejak Tahun 2023 kemarin, setelah Nini Hendraningsih, S.
Pd.I mendapat kepercayaan sebagai Kepala Sekolah (Kasek) walaupun hanya
sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Nini Hendraningsih ini bersama ibu guru
lainnya sepakat Dana BOP maupun Dana BOS tidak ada pembagian honor bagi guru-guru
setempat, dan dana itu lebih banyak digunakan untuk melengkapi fasilitas
sekolah. Seperti sebelumnya tidak memiliki listrik sendiri, maupun estalase
(penyimpangan seragam sekolah dan pakaian adat Bima), kulkas maupun
pernak-pernik (hiasan) dalam kelas, agar anak-anak nyaman dan betah disekolah
saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). “Tahun 2023-2025 Dana BOP maupun Dana BOS
focus untuk sekolah dan mulai tahun ini (2026, red) baru ada pembagian honor
bagi guru-gurunya. Luar biasa guru disini kompak dan rela berkorban demi
sekolah dan generasi usia dini ini,” ucap Nini Hendraningsih saat diwawancarai
Kamis siang.
![]() |
| Nampak paruga, kuris dan meja bagi tamu undangan pada pentas seni dan pelepasan siswa di TKN Rabadompu Timur terlihat istimewa. Hal itu atas kekompakan para orang tua siswa. |
![]() |
| Lurah Rabadompu Timur bersama Kepala TKN 30 Rabadompu Timur pose bersama kedua siswa hebatnya. |
Nini Hendraningsih melaporkan pada kegiatan Pentas Seni dan Pelepasan Siswa itu, berlangsung meriah atas dukungan wali murid dan SDN 20 Rabadompu Timur, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) melalui Kasi Kurikulum Bidang PNFI, Hj. Nurhalidah, SE, Lurah Rabadompu Timur Muhammad Amirullah, S. IP, Pengawas Pembina Mashullah, S. Pd bersama Pengawas Kecamatan Raba Habiyah, S. Pd, Ketua Komite Bayu Rangga, Kepala SDN 20 Rabadompu Timur Erdin, S. Pd dan undangan lainnya.
Katanya, acara pelepsan siswa tahun ini
dihendel semuanya oleh wali murid, kita sebagai guru hanya koordinir saja,
sedangkan pelaksanaan mulai dari pembawa acara (MC) dan lain-lainnya semua dari
wali murid, sehingga pentas seni dan pelepasan siswa tahun ini (2026, red)
merupakan kali ketiganya (Jilid III) yang digelar TKN 30 Rabadompu Timur. “Kami
sampaikan terima kasih banyak kepada wali murid yang begitu kompak dan hal ini
juga atas kerja sama dengan SDN 20 Rabadompu Timur. Dimana segala biaya
kegiatan pelepasan siswa TK-B ini semua ditanggung oleh wali murid (sumbangan
sukarela) hingga sound system dan dukungan fasilitas panggung dari SDN 20
Rabadompu Timur, serta sumbangan dari insentif MBG dan sumbangan dari guru TKN
30 Rabadompu Timur sendiri,” jelas Nini Hendraningsih didamping 4 gurunya dan sebelumnya
memiliki 7 guru dan kini mereka sudah pindah tugas karena factor P3K maupun
Paruh Waktu.
Saat ditanya bagaiman TK Negeri 30 Rabadompu
Timur ini memiliki jumlah siswa hingga tiga rombel, sedangkan diapit oleh
sekolah lain di wilayah Rabadompu Timur itu. Menurut Nini Hendraningsih, kami
disini melakukan pola jemput bola, yakni orang tua mengantar putra-putrinya saat
pagi-pagi (masuk jam sekolah), sedangkan pulangnya diantar oleh guru-gurunya
hingga kerumah. Sehingga ada siswa-siswa yang bersekolah di TK kami juga warga di luar Rabadompu Timur,
seperti dari Kelurahan Dodu, Kumbe hingga Kelurahan Rabadompu Barat,” urainya
sambil menambahkan selain menggunakan jurus jemput bola, pihaknya juga
membagikan tas gratis maupun seragam sekolah bagi yang tidak mampu yang
bersumber dari sumbangan guru disini yang mendapatkan sertivikasi pada
khususnya.
Jadi tidak heran ada peningkatan siswa-siswi sebelum tamat dari sekolah ini sudah bias baca iqro dan menghafal surah dan ayat pendek, karena disekolah ini pada Imtaq lebih banyak diterapkan dalam program “Panji Mengaji”. Jadi setiap tahun ada peningkatan siswa baru yang daftar disini, dimana di Tahun 2023 hanya memiliki 9 siswa saja dan Tahun 2026 melonjak ke 54 orang dan yang keluar masuk SD sebanyak 17 orang. Selain itu, setiap guru dan keluarga dari guru TKN 30 Rabadompu Timur ini menitipkan putra-putrinya untuk sekolah disini dan semoga dewan guru dari SDN 20 Rabadompu Timur juga menitipkan putra-putrinya untuk bersekolah di TKN 30 Rabadompu Timur pula.
Nini Hendraningsih berharap Pemerintah Kota
Bima melalui Dinas terkait, atau melalui dana Pokir DPRD Kota Bima dapat
melirik sekolah ini (TKN 30 Rabadompu Timur), sehingga bisa memiliki bangunan toilet
(MCK) tersediri maupun gerbang pintu sekolah tanpa melalui masuk di pintu SDN
20 Rabadompu Timur, apalagi bisa ada panggar pembatas antara SD dan TK, harapnya
sekaligus mengakhiri wawancara ekslusif ini. (TN – 01/Advetorial)




COMMENTS