![]() |
| Kepala SDN 19 Rabangodu Utara Hj. Suriyati didampingi Ketua Komite Yudi Bongkar. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung sistem pendidikan di Indonesia. Dana ini bertujuan untuk membantu operasional sekolah sehingga pendidikan dapat berjalan dengan baik dan merata di seluruh wilayah.
Namun,
dalam pelaksanaannya, pengelolaan dana BOSP sering kali menghadapi tantangan,
termasuk risiko penyalahgunaan dan korupsi. Oleh karena itu, masyarakat perlu
memahami besaran, syarat penggunaan, serta pertanggungjawaban dana BOSP guna
memastikan penggunaannya berjalan transparan dan akuntabel.
Hal ini seperti yang dilakukan oleh SDN 19
Rabangodu Utara Kota Bima, dimana pengelolaan dana BOSP berjalan transparan,
efisien dan akuntabel. Hal tersebut terbukti setelah pihak sekolah melakukan audiensi
bersama beberapa pimpinan media online dan cetak Selasa (30/06/2026) disekolah
setempat. Audiensi yang dipimpin langsung oleh Kepala SDN 19 Rabangodu Utara
Hj. Suriyati, S. Pd., SD didamping Ketua Komite Sekolah Wahyudin Ardiansyah dan
Bendahara BOSP Fifi Risna Yustisiani, S. Pd.
Kata Hj. Suriyati, dirinya pimpin sekolah ini
mulai tanggal 06 Februari 2026 setelah dipercayakan (Dilantik) oleh Walikota
Bima H. A. Rahman, SE setelah sebelumnya sebagai Kepala SDN 39 Rabadompu Barat.
Untuk diketahui para media selaku mitra sekolah, bahwa penyusunan RKAS (Rencana
Kegiaan dan Anggaran Sekolah) selama Tahun 2026 ini merupakan draf penyusunan
pada November 2025 lalu, jadi di era kepala sekolah sebelumnya dan dirinya
hanya menjalankan program dimaksud dan pastinya RKAS tersebut tidak bisa dirubah
diperpertengahan jalan dan tentu itu akan menjadi temuan dinas terkait, maupun
Inspektorat hingga BPKP Nusa Tenggara Barat.
Nah, dalam penyusunan RKAS akhir Tahun 2025
itu dilakukan secara transparan, efisien dan akuntabel dengan menghadirkan
seluruh guru, Tenaga Kependidikan (Tendik) dan Komite Sekolah. Jadi sudah tentu
dilakukan secara terbuka dan dalam penyusunan RKAS 2026 tersebut, diuraikan untuk
penggunaan Triwulan (TW) 1 (Januari – Maret) dan TW 2 (April – Juni) dan
begitupun untuk TW 3 (Juli – September) dan TW 4 (Oktober – Desember). “Jadi
kalaupun ada masukan, kritikan dari guru, tendik dan komite sekolah harus di
sampaikan pada penyusunan RKAS, tapi kalau di permasalahkan setelah usai
pencairan hingga TW 2 ini saya anggap hal itu keliru. Pasalnya, pengunaan dan
pembelajaan dana BOS ini dilakukan oleh Bendahara BOSP bersama Tim Manajer BOS sekolah
dan itupun setiap belanja menggunakan Siplah yang merupakan Sistem Informasi
Pengadaan di Sekolah, sekalius platform digital resmi pemerintah untuk
memfasilitasi pengadaan barang dan jasa sekolah secara daring,” ujar Umi Suri sapaan
kepala sekolah ini.
Lanjutnya,
Siplah sudah
dirancang oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Kemendikdasmen)
untuk mempermudah proses pengadaan barang/jasa oleh sekolah menggunakan dana
Bantuan Operasional Sekolah dengan cara yang transparan, efisien, dan akuntabel.
Berikut ini, Umi Suri beberkan penggunaan
dana BOSP TW 2 (April – Juni) terbaru ini diantaranya 30 porsen untuk pemeliharaan
sarana dan prasarana (Termaksud 2 unit estalase, perbaikan pintu kelas bagi 15
kelas, pasang vestafel 12 buah, pengadaan mesin pompa air 1 unit, 20 kursi
untuk guru dan perbaikan total plafon 1 ruang di Kelas 1-A serta perbaikan
lainnya). 10 porsen peningkatan mutu (pengadaan buku), 20 porsen (pembelaaan
honor guru dan non guru), Pembelajaran barang dan jasa (seperti ATK dana
habis pakai), belanja modal dan pemeliharaan (pengadaan laptop).
Belum lagi untuk pembayaran WiFi (internet), dan
listrik yang dibayar sekaligus setiap 3 bulan sekali. Juga kegiatan lomba-lomba
yang ada di kelender pendidikan seperti OSN (Olimpiade Sains Nasiona), O2SN
(Olimpiade Olahraga Siswa Nasional), FTBI (Festifal Tunas Bahasa Ibu), FLS3N
(Festival Lomba Seni dan Satra Siswa Nasional), kegiatan P-5 (Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila) seperti pentas seni dan
pelepasan siswa Kelas VI kemarin, peningkatan mutu guru (kegiatan workshop).
Untuk menghadapi Tahun Ajaran Baru 2026/2027
ini, Umi Suri telah melakukan pembagian tugas bagi guru-gurunya, diantaran dari
guru Kelas 1 tahun sekarang menjadi guru kelas 2 dan hal ini adalah langkah
penyegaran yang dilakukan pihaknya. Jadi saat pembagian tugas tersebut, dirinya
sudah mewanti-wati, apabil ada guru yang merasa diri keberatan silahkan
sampaikan saja keluhannya ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) maupun
hingga ke kepala daerah (Walikota) dan insyaallah dirinya akan menanggapinya
sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dirinya selaku pimpinan satuan pendidikan.
Umi Suri selain menyampaikan terkait penggunaan
dana BOSP yang transparan, efisien, dan
akuntabel. Juga menyampaikan tentang Motto Sekolah “CERIA”
(Cerdas, Edukatif, Religius, Inklusif, dan Aspiratif), dimana pada Hari Senin
ada program “BUDI” (Budaya Disiplin), Selasa “GELAS” (Gerakan Literasi dan Numerasi),
Rabu “BULOK” (Budaya Lokal Mbojo), Kamis “KEMAS” (Kebiasaan Makan Bersama), Jum'at
“JUBAR” (Jum'at Berkah), dan Hari Sabtu “HEBAT” (Hari Bersih dan Sehat). “Setiap
hari Jum'at kita memberikan reward bagi yang siswa-siswi yang juara (berani
tampil) didepan, juga pembagian rapot setiap semester ada hadiah bagi siswa
yang juara kelas dan tentu reward tersebut bersumber dari anggaran BOSP. Nawaitul
sekolah ini, yakni siswa tamat dari SDN 19 Rabangodu Utara harus hafal juz 30,”
tutupnya.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua Komite Sekolah
Wahyudin Ardiansyah, bahwa pihaknya sebagai Pengurus Komite SDN 19
Rabangodu Utara yang baru ini mendukung penuh mutu pendidikan di SDN 19
Rabangodu Utara, dan terkait penggunaan dana BOSP disekolah sejak kepala
sekolah sebelumnya hingga Umi Suri ini berjalan dengan lancar dan tentu transparan, efisien, dan akuntabel. Pasalnya, setiap rapat-rapat sekolah
baik meninkatan mutu pendidikan dan penyusunan RKAS selalu melibatkan wali
murid yakni komite sekolah. “Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi di SDN
19 Rabangodu Utara, semuanya terbuka,” tegas mantan Sekretaris Komite Sekolah di
periode sebelumnya.
Dirinya juga berharap kepada seluruh dewan
guru, tendik dan hingga warga sekolah mengajak untuk menjaga marwah sekolah,
terutama instabilitas sekolah. Maksudnya, ketiga ada guru yang ingin kritik pucuk
pimpinan (Kepala Sekolah) terkait anggaran sekolah dapat diselesaikan secara
internal dulu, atau sampaikan saja ke kami selaku komite sekolah dan insya
allah sebagai mitra sekolah akan kami carikan solusinya. Dari pada beredar luas
di media social maupun media lainnya yang dapat menjadi bola panas, dan
harusnya kita mengedepankan asas praduga tak bersalah dan mati kita duduk
bersama untuk musfakat dan musyawarah. “Dalam kesempatan ini kami selaku
Pengurus Komite Sekolah memberikan apresiasi kepada prestasi yang diraih
sekolah ini selama Tahun 2026 ini, diantaranya juara umum Olimpiade Grand
Spensa di SMP Negeri 1 Kota Bima, Student English Contest di SMPN 14 Kota Bima
dan STIE Expo (lomba mengambar),” tutup jurnalis ini. (TN – 01/Advetorial)

COMMENTS