![]() |
| Foto ke-25 siswa-siswi SDN 3 Jatiwangi bersama pejabat dan undangan lainnya |
KOTA
BIMA, TUPA NEWS.- Nampak
terlihat penuh dengan berlinang air mata, pada prosesi tradisi Sungkeman (sebagai bentuk penghormatan dan permohonan maaf) kepada
orang tua saat pelepasan siswa Kelas VI di SDN 3 Jatiwangi Kota Bima terus
digaungkan dan sudah menjadi tradisi setiap pelepasan siswa yang tama di
Sekolah Dasar Jatiwangi ini. Hal itu terbukti pada pelaksanaan Penamatan dan
Khataman Al - Qur'an yang dirangkaikan dengan pentas seni dan sungkeman
siswa/siswi Kelas VI bagi 25 orang siswa dengan Tema : melangkah
mengapai cita-cita menjadi generasi berprestasi dan berkarakter
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) yang diwakili Kabid Dikdas Ahmad
Yani, S. Pd dan Kasi PTK Dikdas Saprijal, SE, Korwas Abd. Salam, M. Pd,
Pengawas Pembina Imran Gama, S. Pd, Rohani, M. Pd, Mariati, M. Pd, Vivi
Sumanti, M. Pd dan Bahanan, M. Pd. Kepala SDN 15 Ntobo Ernah, S. Pd. I (Eks
Kepala SDN 3 Jatiwangi sebelumnya), Kepala SD se Kecamatan Asakota), Lurah
Jatiwangi dan Ketua Komite SDN 3 Jatiwangi
Aksan,
M. Pd
Menurut, Ferawati, S. Pd. SD selaku Kepala SDN 3 Jatiwangi mengatakan Sungkeman adalah tradisi penghormatan yang dilakukan sebagai tanda bakti
dan hormat kepada orang yang lebih tua. Selain itu, Sungkeman merupakan
tradisi yang memiliki makna mendalam dalam bagi masyarakat, sungkeman juga diartikan
sebagai sujud atau tanda bakti
kepada kedua orang tua, ujar Fera menjelaskan dari pada isi Tema dimaksud.
Lanjut
Fera sapaan akrab Ferawati, bahwa pendidikan
merupakan fondasi utama dalam membentuk bangsa yang kuat dan berdaya saing. Banyak
negara menempatkan pendidikan sebagai dasar menjadi bangsa yang kuat. Jadi harus
dirumuskan melalui visi Pendidikan Bermutu untuk semua. “Ada hal utama, yaitu
pemerataan akses pendidikan dan jaminan mutu pendidikan. “Semua warga negara
Indonesia berhak mendapat layanan pendidikan. Kemudian, layanan pendidikan
tersebut harus bermutu agar dapat melahirkan generasi yang cerdas, terampil,
dan berakhlak mulia,” ucap Fera.
Fera juga menyampaikan terima kasih kepada
wali murid, pasalnya suskesnya kegiatan ini adalah partisipasi dan sumbangsi
dari seluruh wali murid, lebih khusus wali murid Kelas VI di bawah komando Ketua
Komite Aksan, M. Pd. “Sebenarnya acara tahun ini tidak akan digelar, karena
kami tidak mau ada punggutan dan memberatkan para wali murid. Namun ternyata sebagian
wali murid mendesak untuk mengadakan kegiatan pelepasan siswa. Nah, terjadilah
pertemuan wali murid bersama Komite Sekolah dan menentukan hari ini pelaksanaan
pelepasan siswa-siswi dimaksud,” ulas Fera. (TN – 01/Advetorial)

COMMENTS