![]() |
| Kepala SDN Inpres Nunggi Abd. Rahman. |
WERA - BIMA, TUPA NEWS.— Dalam rangka meningkatkan kompetensi pendidik serta memperkuat kualitas pengelolaan dan proses pembelajaran di satuan pendidikan, SDN Inpres Nunggi Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Tata Kelola Satuan Pendidikan, Literasi dan Numerasi, serta Digitalisasi Pembelajaran.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Tanggal 28–30 September 2026, tersebut diikuti oleh 30 peserta yang merupakan Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) dari SDN Inpres Nunggi-Wera dan SDN 1 Rite Kecamatan Ambalawi. Pelaksanaan kegiatan didukung melalui anggaran BOS Kinerja Tahun 2026.
Kegiatan Bimtek secara resmi dibuka oleh Husnul Khotimah, S.Fil., Kabid Dikdas Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur pengawas pembina Andi Irawan, S. Pd., M. Pd, Kepala SDN 1 Rite (Hasnun, S. Pd.I), serta peserta Bimtek dari kedua satuan pendidikan.
Dalam sambutannya, Husnul Khotimah menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, perubahan dan perkembangan dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk terus belajar, beradaptasi, serta mengembangkan kemampuan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
“Kegiatan Bimtek seperti ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para guru untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. Apa yang diperoleh selama kegiatan jangan hanya berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi harus dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di sekolah,” ujar Husnul Khotimah.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola satuan pendidikan sebagai fondasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Selain itu, penguatan literasi dan numerasi dinilai perlu mendapat perhatian serius karena keduanya merupakan kemampuan dasar yang sangat penting bagi peserta didik. Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, memahami informasi, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Literasi dan numerasi bukan hanya menjadi tanggung jawab guru pada mata pelajaran tertentu. Keduanya harus menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah secara menyeluruh. Demikian pula dengan digitalisasi pembelajaran, teknologi hendaknya dimanfaatkan untuk membuat pembelajaran menjadi lebih efektif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik,” lanjutnya.
Husnul Khotimah juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan membangun kolaborasi antarguru maupun antarsekolah.
Sementara itu, Kepala SDN Inpres Nunggi-Wera, Abd. Rahman, S. Pd., M. Pd., yang baru menjabat sebagai kepala SDN Inpres Nunggi sejak Maret 2026 lalu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Bimtek yang melibatkan dua satuan pendidikan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi guru untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan profesionalisme, terutama dalam menghadapi tuntutan pendidikan yang terus berkembang. "Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan Bimtek ini dengan bijak, penuh semangat, dan serius. Apa yang disampaikan oleh fasilitator hendaknya benar-benar dipahami dan selanjutnya dapat diimplementasikan dengan baik di sekolah masing-masing,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan pengembangan kompetensi tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi terutama dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pekerjaan dan memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran.
“Jangan sampai kegiatan ini hanya menjadi kegiatan seremonial. Kita ingin setelah Bimtek ini ada perubahan nyata dalam tata kelola sekolah, penguatan literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran,” tambahnya.
Kegiatan Bimtek mengangkat tiga tema utama yang saling berkaitan dalam mendukung peningkatan mutu satuan pendidikan.
Pertama, Bimtek Penguatan Tata Kelola Satuan Pendidikan, yang diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai pengelolaan satuan pendidikan secara efektif, tertib, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Kedua, Bimtek Literasi dan Numerasi, yang memberikan penguatan kepada guru mengenai strategi mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik melalui proses pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Ketiga, Bimtek Digitalisasi Pembelajaran, yang memberikan wawasan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran serta pengembangan administrasi dan layanan pendidikan.
Ketiga materi tersebut difasilitasi oleh Muhammad Idrus, S. Ag., M. Ag., fasilitator dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Fitriningsih, S. Pd (Pengawas SD Kabupaten Bima), Budiono, S. Pd., M. Pd. (Pengawas SMA/SMK)
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diarahkan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, melakukan praktik, serta mengembangkan berbagai strategi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.
Keterlibatan dua sekolah dalam kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun kolaborasi dan berbagi praktik baik. Para peserta dapat saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan sekolah, pelaksanaan pembelajaran, penguatan kemampuan literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi digital.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut setelah kegiatan Bimtek selesai, sehingga hasil kegiatan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta secara individu, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan mutu satuan pendidikan.
Dengan berakhirnya kegiatan pada 30 September 2026, para peserta diharapkan mampu membawa pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Pelaksanaan Bimtek ini sekaligus menjadi bagian dari upaya satuan pendidikan untuk terus melakukan pengembangan kompetensi pendidik dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik melalui penguatan tata kelola, literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. (TN - 06)

COMMENTS