KOTA BIMA, TUPA NEWS.— Demi menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar (KBM) yang aman, nyaman, dan kondusif, pihak SDN 55 Dara Kota Bima melaksanakan program perbaikan (rehabilitasi ringan) sarana mebel berupa meja dan kursi siswa yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Kegiatan perbaikan fasilitas kelas ini dipusatkan di lingkungan sekolah yang berdomisili di Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, dan dibiayai secara transparan menggunakan alokasi Dana BOS Termin/Tahap periode Juli–September 2026.
Kepala SDN 55 Dara, Hj. Siti Rubiah, S. Pd. SD, menjelaskan bahwa pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah adalah bentuk tanggung jawab moral serta bentuk penggunaan anggaran negara yang tepat sasaran demi kepentingan peserta didik. "Perbaikan meja dan kursi ini merupakan tindak lanjut dari inventarisasi sarana kelas yang kurang layak pakai akibat pemakaian harian. Melalui dukungan pencairan Dana BOS periode Juli–September 2026 ini, kami memprioritaskan fasilitas belajar agar anak-anak didik kita bisa duduk dengan nyaman saat menerima pelajaran di kelas," ujar Umi Rubi (sapaan akrabnya) saat ditemui di sekolah, Senin (14/9/2026).
Proses pengerjaan perbaikan melibatkan tenaga tukang khusus yang dibantu oleh petugas pemeliharaan sekolah.Mebel yang diperbaiki meliputi pengelasan kaki kursi yang patah, penggantian papan kayu meja yang longgar serta pengecatan ulang agar tampak rapi dan layak digunakan kembali oleh para siswa.
Salah satu perwakilan orang tua murid menyambut baik langkah cepat pihak sekolah dalam merawat fasilitas belajar anak-anak. Menurutnya, langkah ini sangat penting agar semangat belajar siswa tidak terganggu oleh keterbatasan fasilitas di dalam ruang kelas.
Dengan rampungnya perbaikan meubelair ini, pihak manajemen SDN 55 Dara, berharap seluruh warga sekolah dapat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas penunjang pendidikan tersebut dengan baik demi kelancaran proses pembelajaran di tahun ajaran 2026/2027.
Berdasarkan pantauan langsung media ini, perbaikan khususnya meja tersebut diperkirakan puluhan meja saja, sedangkan kursi hanya 2-5 unit. Nampak terlihat meja belajar yang merupakan pengadaan sejak Tahun 2006 (20 tahun yang lalu) sedang diperbaiki, dengan cara triplek dibongkar dulu (yang rusak) setelah itu di dempul, di pelanir dan langsung di cat ulang. "Insyaallah dalam waktu 1 Minggu kedepan, perbaikan meja ini usai," ujar Umi Rubiah. (TN - 01)


COMMENTS