![]() |
| Dandim diwakili jajarannya bersama Sopian wartawan Bima TV. |
BIMA, TUPA NEWS.— Komando Distrik Militer (Kodim) 1608/Bima menggelar silaturahmi coffee evening bersama insan pers dari berbagai media online dan cetak pada Jumat (16/10/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung hangat di halaman Uma Lengge Kodim 1608/Bima tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan kerja sama dan menjaga kondusivitas wilayah Kota maupun Kabupaten Bima.
Dandim 1608/Bima, Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M. Sc., mengaku pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya digelar sejak ia menjabat. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran pers sebagai jembatan komunikasi strategis antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.
"Kodim 1608/Bima sangat terbuka, transparan, dan akuntabel. Tidak ada sekat di antara kita. Mari bersama-sama membangun optimisme dan menjaga hubungan yang kondusif. Kami berharap rekan-rekan media terus mengutamakan prinsip 5W+1H, kode etik jurnalistik, dan UU Pers dalam menyampaikan informasi," ujar Dandim.
Perwakilan awak media, Sofian Ansari (Pimred Bima Kini sekaligus wartawan Bima TV) atau yang akrab sapa Pian, mengapresiasi inisiatif jajaran Kodim 1608/Bima. Menurutnya, langkah ini menjadi momentum perdana untuk membangun keharmonisan antara TNI dan pers di tengah pesatnya era digital.
"Di era digital saat ini, informasi di media sosial beredar sangat liar sehingga masyarakat kerap kesulitan membedakan berita hoaks dan informasi positif. Kami tidak ingin ada pemberitaan bias yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Kami ingin hubungan harmonis Kodim Bima dan pers ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain," kata Pian.
Apresiasi Gebrakan Kodim dan Lintas Sesi Tanya Jawab
Suasana coffee Night berlanjut cair dengan ramah tamah serta diskusi interaktif. Sukirman, wartawan dari Sergap, secara pribadi mengapresiasi kinerja spektakuler Dandim 1608/Bima, khususnya terkait pembentukan Koramil baru serta terbentuknya Kodam XXX/Ranimbora di NTB tahun ini oleh Presiden Prabowo Subianto.
Terkait pembentukan Koramil, Dandim menjelaskan baru-baru sudah meresmikan pembangunan Koramil di wilayah Wera, Belo, dan Sanggar.
"Saat ini Kodim 1608/Bima memiliki 10 Koramil dan idealnya masih membutuhkan 13 Koramil lagi. Sebab, selama ini satu Koramil harus membawahi hingga lima kecamatan," jelas Letkol Arh. Samuel.
Dalam sesi tanya jawab, isu perekrutan prajurit TNI turut menjadi sorotan. Syukur, wartawan Lensa Post, mempertanyakan transparansi dan kejelasan biaya pendaftaran penerimaan TNI. Dandim dengan tegas menjawab bahwa seluruh proses rekrutmen TNI tidak dipungut biaya alias gratis.
"Proses perekrutan TNI itu gratis. Jangan pernah percaya pada calo atau oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang," tegas Dandim.
Sementara itu, Rahlim dari RRI menanyakan ketersediaan jalur khusus bagi pemuda berprestasi seperti jawara qori/qoriah maupun atlet olahraga. Menanggapi hal tersebut, Dandim mengungkapkan bahwa TNI senantiasa membuka peluang bagi jagoan olahraga hingga penghafal Al-Qur'an (minimal 5 juz) baik pada jenjang Bintara maupun Tamtama.
Lebih lanjut, Dandim menyampaikan program strategis penerimaan prajurit di wilayahnya. "TNI memberikan tugas untuk melahirkan minimal 3 calon Bintara dari setiap desa dan kelurahan. Dengan jumlah desa/kelurahan yang ada di Bima (Kota dan Kabupaten), kita menargetkan dapat menjaring sekitar 696 calon Bintara," terangnya.
Rangkaian kegiatan malam silaturahmi tersebut diakhiri dengan pembacaan Deklarasi Bersama antara Kodim 1608/Bima dan insan pers sebagai komitmen menjaga kondusivitas, transparansi, serta sinergitas di daerah Bima. (TN - 01)

COMMENTS