![]() |
| Sekda Kabupaten Bima pose bersama Tim Penyusun Rencana Detail Tata Ruang. |
BIMA, TUPA NEWS.— Pemerintah Kabupaten Bima terus mematangkan percepatan penataan ruang daerah dan penguatan jaringan transportasi antarwilayah. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi, S.E., menerima kunjungan Tim Penyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Bolo dan Sanggar di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2026).
Pertemuan ini berfokus pada pembahasan percepatan pembangunan jalan alternatif Sila–Talabiu serta pengintegrasian kajian dampak sosial dalam dokumen tata ruang.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Adel Linggi Ardiyang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Fatahullah, S.Pd., serta Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Amnah, S.T., M.T menegaskan betapa krusialnya jalur alternatif Sila–Talabiu bagi perekonomian dan mobilitas warga.
"Saat ini mobilitas masyarakat dan arus distribusi logistik masih sangat bergantung pada satu koridor utama Sila–Talabiu. Ketergantungan ini berpotensi menimbulkan kemacetan, hambatan transportasi, hingga kerentanan konektivitas jika sewaktu-waktu terjadi gangguan jalan," ujar Sekda Adel.
Menurutnya, pembangunan jalan alternatif menghubungkan kawasan Sila (Kecamatan Bolo) dengan Talabiu (Kecamatan Woha) sangat urgen guna memperkuat ketahanan jaringan transportasi daerah, memangkas waktu tempuh, serta memperlancar arus barang dan jasa.
Selain aspek infrastruktur, Sekda juga menekankan agar seluruh rencana penataan kawasan dalam RDTR diselaraskan dengan kajian dampak sosial yang matang. Menurutnya, partisipasi dan kondisi masyarakat lokal tidak boleh terabaikan dalam perencanaan pembangunan.
"Setiap rencana pembangunan wilayah harus diimbangi dengan analisis dan mitigasi dampak sosial. Pelibatan masyarakat lokal adalah kunci agar pembangunan dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat yang adil bagi semua," tegasnya.
Sementara itu, Tim Penyusun RDTR yang dipimpin oleh Indra Sugito, S.T., M.T., bersama anggotanya Tiara Faradina Prasti, S.T., dan Dr. Alwin, M. Sc., menyatakan kesiapannya untuk mengakomodasi masukan strategis tersebut ke dalam dokumen final RDTR Bolo dan Sanggar.
Melalui penyusunan RDTR yang komprehensif, berwawasan lingkungan, dan inklusif secara sosial, Pemkab Bima optimistis konektivitas wilayah akan semakin solid, pertumbuhan ekonomi terdorong, dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan. (TN - 03/Advetorial)

COMMENTS