KOTA BIMA, TUPA NEWS.— Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP se-Kota Bima menyelenggarakan Workshop Digitalisasi Pembelajaran pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan yang bertempat di Aula SMPN 2 Kota Bima ini diikuti oleh seluruh guru Bahasa Indonesia jenjang SMP dari sekolah negeri maupun swasta se-Kota Bima.
Acara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, Abdul Haris Kurniawan, S.IP., M.M., dengan didampingi Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Kasi PTK), Saprijal, S.E., serta Pengawas Pembina, Irfan, M.Pd.
Dalam laporan pelaksanaannya, Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Bima, Nurafni, S. Pd., menyampaikan bahwa workshop ini digelar sebagai langkah konkrit untuk merespons tantangan zaman dan mempercepat integrasi teknologi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
"Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan masa kini. Melalui workshop ini, kami berharap para guru Bahasa Indonesia di Kota Bima dapat meningkatkan kompetensi digitalnya, sehingga mampu menyajikan materi pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan relevan dengan karakteristik peserta didik generasi digital," ujar Nurafni dalam laporannya.
Sementara itu, Plt. Kadis Dikpora Abdul Haris Kurniawan, dalam sambutan pembukaannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif MGMP Bahasa Indonesia yang secara aktif berupaya meningkatkan kualitas sumber daya pendidik.
"Pemerintah Daerah melalui Dinas Dikpora Kota Bima sangat mendukung penuh langkah inovatif ini. Guru adalah ujung tombak transformasi pendidikan. Dengan menguasai teknologi dan digitalisasi pembelajaran, bapak dan ibu guru tidak hanya mempermudah penyampaian materi, tetapi juga mampu membangkitkan minat belajar serta daya kritis siswa. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk mewujudkan pendidikan Kota Bima yang maju dan berdaya saing," tegas Abdul Haris sekaligus membuka acara secara resmi.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi inti oleh narasumber sekaligus Fasilitator Daerah (Fasda), Erdin, S. Pd. Dalam pemaparannya terkait digitalisasi pembelajaran, Erdin menekankan pentingnya pemanfaatan berbagai platform dan media digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, seperti integrasi media interaktif, aplikasi pembelajaran berbasis web, serta optimalisasi kecerdasan buatan (AI) untuk efisiensi penyusunan bahan ajar dan evaluasi.
"Digitalisasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bukan sekadar memindahkan teks buku ke layar monitor, melainkan bagaimana kita merancang pengalaman belajar yang kolaboratif, kreatif, dan menyenangkan dengan bantuan teknologi," jelas Erdin di hadapan para peserta.
Seluruh peserta tampak antusias mengikuti jalannya workshop dan sesi praktis. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru Bahasa Indonesia SMP se-Kota Bima siap menerapkan strategi pembelajaran berbasis digital di sekolah masing-masing demi terwujudnya kualitas pendidikan yang semakin baik. (TN - 01)

COMMENTS