KOTA BIMA, TUPA NEWS.- TK Kusuma Bangsa Kota Bima gelar Pisah Sambut Angkatan Ke-X Tahun Ajaran 2024-2025. Dengan Tema : "Pelangi Ceria diawal langkah ku", dihalaman sekolah setempat Jum'at (13/06/2025) sore.
Dalam laporannya Kepala Satuan Pendidikan Kusuma Bangsa Retno Utami, SE, S. Pd, M. Pd.Kons menyampaikan tahun ini sekolahnya melepas 7 orang siswa yang terdiri dari 3 putri dan 4 putra dan dari 7 siswa ini ada 2 orang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sekolah ini juga dibantu oleh 6 orang guru sebagai tenaga pengajar, ungkap Mami sapaan akrab Retno Utami.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kusuma Bangsa dr. Amirullah pada wartawan ini menjelaskan pihaknya sangat berharap dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bima mengakui (Legalkan) sekolah ini sebagai sekolah Inklusif. Selain itu Kusuma Bangsa belum memiliki bangunan sekolah tetap. Pasalnya, sekolah ini masih numpang bangunan pihak ketiga (sistem sewa). "Kusuma Bangsa ini adalah sekolah pertama di Bima yang merintis sebagai sekolah Inklusif. Hal ini terbukti setiap tahun sekolah ini menerima siswa baru yang berkebutuhan khusus atau ABK," harapnya saat didampingi H. Darwis selaku Penasehat Yayasan Kusuma Bangsa.
Sementara terkait tidak memiliki bangunan tetap, tidak membuat sekolah ini berprestasi. Malah, sekolah swasta ini sudah melintang hingga ke tingkat Nasional, baik terpilih sebagai Program Sekolah Penggerak (PSP) maupun Mami Retno ini sendiri terpilih sebagai duta Propinsi Nusa Tenggara Barat sebagai Inovator kreatif.
Dokter spesial penyakit dalam yang bertugas di RS Muhammadiyah Kota Bima ini menambahkan, keberhasihan Mami Retno ini diakuinya, setelah putri kandungnya yang pertama merupakan ABK dan kebetulan setelah melahirkan putrinya tersebut dirinya masih melanjutkan studi (Kuliah) kedokteran di Surabaya. Nah, selama bolak-balik Bima-Surabaya, dokter anak di Surabaya menyarankan anaknya untuk dititipkan disekolah Inklusif, sedangkan di Bima belum ada sekolah inklusif dimaksud. Selain itu, dokter anak juga menyarankan untuk terapi di spesialis psikolog anak.
Disinilah baru terjawab, dirinya tahu psikolog anak di Kota Bima ini hanya Mami Retno saja kenalannya. Akhirnya Mami Retno juga minta putri dokter Amirullah ini untuk dititipkan juga di Lembaga Kusuma Bangsa (bersekolah). "Ini udah usia 8 tahun putri saya, Alhamdulillah sudah bisa bicara dan banyak sekali perubahan perilaku positif dalam dirinya selama menuntut ilmu di Kusuma Bangsa," beber dokter Amirullah ini ketika diwawancari disela-sela acara tersebut.
"Semoga dibawah kendali Walikota Bima H. A. Rahman, SE bisa mengusulkan sekolah ini untuk mendapatkan pengakuan untuk Kusuma Bangsa sebagai sekolah insusif. Selain itu, Kusuma Bangsa ini memiliki bangunan milik sendiri atas nama Kusuma Bangsa tentunya," harap Dokter Amirullah pada pemangku jabatan di Kota Bima ini. (TN - 01/Advetorial)
COMMENTS