Artikel
Penulis : Ihsan Iskandar
Di tengah euforia puluhan ribu tenaga honorer Kota Bima dan Kabupaten Bima yang resmi diangkat sebagai ASN PPPK, ribuan tenaga sukarela yang mengabdi di sekolah-sekolah swasta justru masih diliputi ketidakpastian. Hingga kini, kebijakan pengangkatan tenaga PPPK oleh pemerintah tidak mencakup mereka.
Padahal, para guru dan tenaga administrasi di sekolah swasta yang tergabung dalam Forum Sekolah Swasta telah lama mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Mereka mendidik, membimbing, dan menjaga asa anak-anak bangsa agar tetap bersekolah, meski seringkali harus berjuang dengan keterbatasan fasilitas dan penghasilan yang minim.
Bagaimanapun, mereka adalah warga Kota dan Kabupaten Bima. Kami juga ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencetak generasi yang berpendidikan. Mereka hanya ingin keadilan.
Sebagian besar sekolah swasta justru hadir di wilayah yang sulit dijangkau atau diwilayah yang jauh dari akses sekolah negeri pada tingkatan tertentu Dengan keterbatasan anggaran, mereka membantu pemerintah agar anak usia sekolah tetap bisa menempuh pendidikan formal. Berkat pengabdian itu, banyak anak yang terhindar dari risiko putus sekolah.
Karena itu, pada Kamis 18 September 2025, ribuan tenaga pendidik dan tenaga administrasi sekolah swasta yang tergabung dalam Forum Sekolah Swasta Kota dan Kabupaten Bima akan menggelar aksi damai. Tujuannya adalah meminta perhatian dan kepedulian pemerintah, baik pusat maupun daerah, agar nasib mereka tidak diabaikan. “Selamat berjuang para pengabdi.. Semoga suara ini dapat didengar dan diperjuangkan.” (***)
Penulis adalah : Ketua Yayasan Azzainuddin yang membawahi madrasah RA Amanah, MTs Az zainuddin dan MA az zainuddin Kalaki Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.
COMMENTS