![]() |
| Foto : Kegiatan sosialisasi kesehatan yang digelar Bagian Kesra Kab Bima di Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo. |
BIMA, TUPA NEWS.- Pemerintah Kabupaten Bima melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bekerja sama dengan Puskesmas Palibelo menggelar kegiatan penyuluhan tentang penyakit Rabies di Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, Selasa (21/10/2025). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembinaan iman dan takwa bertema "Peran Orang Tua terhadap Pendidikan Islam pada Anak di Era Generasi Z".
Penyuluhan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya penyakit Rabies yang ditularkan melalui gigitan hewan, terutama anjing liar atau anjing gila. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Ntonggu, Agus Setiawan, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini, karena masyarakat dapat memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pencegahan penyakit menular.
Materi penyuluhan zoonosis disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas Palibelo, Dewi Asnah, S.Tr.Keb. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam menghadapi risiko gigitan anjing gila. “Gigitan anjing rabies dapat menyebabkan infeksi virus berbahaya yang berujung pada gangguan kejiwaan hingga kematian,” jelasnya.
Selain penyuluhan kesehatan, kegiatan ini juga diisi dengan pembinaan keimanan dan ketakwaan yang difasilitasi oleh Bagian Kesra Setda Kabupaten Bima. Materi yang disampaikan menyoroti tantangan yang dihadapi generasi Z dalam era digital, di mana teknologi seringkali disalahgunakan. Oleh karena itu, peran orang tua dalam membekali anak dengan pendidikan Islam sangatlah penting agar mereka tidak terjerumus pada pergaulan bebas, narkoba, dan pengaruh negatif lainnya.
Plt. Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Bima, H. Ahyani, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar pemerintah dalam menyikapi dua hal penting, yaitu kesehatan masyarakat dan moral generasi muda. “Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat sadar akan pentingnya pencegahan penyakit serta semakin memperkuat pendidikan moral dan agama anak-anak dalam menyikapi perkembangan teknologi saat ini,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari warga dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial, kesehatan, serta spiritual masyarakat Desa Ntonggu dan sekitarnya. (TN - 03)

COMMENTS