KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Maryani, S. Pd selaku Kepala SDN 42 Manggemaci Kota Bima merasa keberatan terkait pemberitaan di media online, yang menyebutkan siswa-siswinya keracunan setelah mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) Rabu (08/10/2025) lalu. Parahnya lagi berita tersebut dimuat sekitar Sabtu (11/10/2025) sesuai yang beredar di media sosial (Facebook).
Menanggapi pemberitaan Hoaks tersebut, pihaknya menggelar rapat dengan seluruh dewan guru Senin (13/10/2025) diruang guru setempat. Rapat yang terdiri dari wali kelas ini, juga dihadiri Babinsa Kelurahan Manggemaci Sertu Al Dillah. Setiap wali kelas ditanya satu per satu kepada orang tua siswa lewat WhatsApp Group (WAG) Kelas. Hingga pukul 12.00 WITA/siang tidak ada satupun orang tua yang melaporkan ada keluhan akibat mengkonsumsi MBG ini.
Terkait pemberitaan di media online yang beredar di Facebook itu, Kepala SDN 42 Manggemaci Maryani, S. Pd mengharapkan pada dinas terkait (Dikpora) dan Pemerintah Daerah untuk mengeluarkan pres release bahwa berita SDN 42 Manggemaci pada Rabu 08 Oktober, itu tidak benar dan tidak ada buktinya (Hoaks). "Kalaupun terjadi disekolah lain ada gejala akibat MBG, saya harap jangan bawa-bawa nama SDN 42 Manggemaci. Apalagi tidak terbukti dan mohon jangan mengarang berita bohong, karena itu bersifat fitnah dan menganggu instabilitas daerah, khususnya wilayah Manggemaci," tegas Kepsek Maryani.
Maryani juga sudah mendapat foto sampel menu pada Rabu (08/10/2025) itu, yakni berupa telur, sayur santan, tempe bacem. Jadi tidak ada menu yang mencurigakan, apalagi mengandung racun, sehingga siswa-siswinya terkapar di Rumah Sakit (RS) seperti yang diberitakan itu.
Dengan diberikan ada beberapa siswa-siswi SDN 42 Manggemaci yang terpapar di RS. Pihak sekolah tidak diam, akan tetapi juga sudah mencek di beberapa RS, seperti ; RS TNI, RS Muhammadiyah dan RSUD Kota Bima (Asakota). Jadi tidak ditemukan ada identitas dari 213 siswanya masuk RS akibat kerana gejala keracunan MBG. Kalaupun ada siswa kami yang cek kesehatan dan dirawat inap, itu disebabkan gejala sakit bawaan saja seperti penyakit ringan lainnya hingga membutuhkan operasi ringan pula, papar Maryani. (TN - 01)
COMMENTS