Adapun Kronologinya :
Menurut keterangan saksi, Hamsah Yakub (50 Tahun), seorang petani setempat, penemuan bermula ketika ia berangkat dari rumah menuju pegunungan Kedo untuk mengambil pakan kambing. Di lokasi, ia melihat sebuah handphone (Hp) merek Redmi 5c warna Orange, tas berwarna abu-abu polos, dan sepasang sepatu warna hitam merk trekkers tergeletak di tanah. “Setelah melihat barang-barang itu, saya menoleh ke arah semak dan ternyatymenemukan sosok laki-laki terbaring menghadap ke utara, dengan seutas tali kecil masih terikat di lehernya,” ujar Hamsah kepada aparat kepolisian yang turun ke TKP.
Setelah dirinya mengetahui laki-laki itu tidak bernyawa, sontak langsung melaporkan ke warga dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Identitas Korban
Polisi mengonfirmasi identitas korban sebagai berikut:
- Nama : Apertus Genta
- Usia : 20 tahun
- Status : Mahasiswa semester V, Jurusan Komputer Universitas Muhammadiyah Bima
- Alamat : Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima, berasal dari Manggarai Barat
- Orang tua : Yohanes Suspandi
- Keterangan tambahan : Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat, 3 Oktober 2025.
Dugaan Sementara
Menurut Kapolsek Asakota, IPTU Mirafuddin, bersama piket pawas IPDA Lalu Shalahin, memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari kondisi jasad, polisi menduga sementara korban meninggal akibat gantung diri.
Di leher korban masih terdapat seutas tali kecil yang terikat. Namun, untuk memastikan penyebab kematian, kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek.
Hingga Sabtu malam (berita ini terbit), pihak kepolisian Olah Tempat Kejadian (TKP) Tim Inafis dan Piket Reskrim serta gabungan Personel Polsek Asakota yang dipimpin langsung Kapolsek Asakota, IPTU Mirafuddin, dan di Bantu Warga, mayat tersebut kemudian di Bawa Ke Kamar Mayat RSUD Bima untuk di Lakukan Visum Et Repertum (Visum Mayat)
Latar Belakang Korban
Apertus dikenal sebagai mahasiswa aktif di Universitas Muhammadiyah Bima. Kepergiannya sehari sebelumnya sempat membuat keluarga panik hingga akhirnya dinyatakan hilang. Penemuan jasadnya membawa duka mendalam bagi keluarga dan kerabat, terutama di Manggarai Barat sebagai kampung halaman dan tempat kelahiran korban. (TN - 03)
COMMENTS