![]() |
| Usai santap siang bersama, guru PAI SD foto bersama. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SD Kota Bima mengelar silahturahmi dan pembinaan di Pantai Lawata - Kota Bima Kamis (18/12/2025), kegiatan tersebut merupakan sekaligus syukuran bagi guru PAI setelah keluh kesahnya selama 1 tahun lebih ini bisa terwujudkan oleh pemerintah. Silahturahmi yang mengangkat Tema : "Bersinergi dalam silahturahmi berkomitmen meningkatkan profesionalisme guru PAI SD Kota Bima".
Acara yang dipandu oleh Rustam, S. Pd I tersebut berlangsung dengan hikmat dan terlihat guru-guru PAI kompak. Dalam sambutannya Dedi Sofian, M. Pd selaku Ketua KKG PAI SD Kota Bima, menyampaikan bahwa guru PAI belum lama ini merasa galau, terkait hak-hak-nya yang tersendat selama ini, yakni Gaji-13 dan Sertivikat yang belum terbayarkan selama 1 tahun (2024) dan baru ditunaikan (dicairkan) dalam bulan Desember 2025 ini oleh masing-masing daerah. Maka Kota Bima hari ini (Kamis, red) mengadakan silahturahmi dan pembinaan sekaligus syukuran. " Insyaallah sertifikasi untuk tahun 2025, saat ini sedang berproses dan paling lambat awal 2026 sudah terbayarkan lagi, Alhamdulillah," ucap guru SDN 5 Rabangodu Utara ini.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima Abdul Haris Kurniawan, S.IP., M.M dalam sambutannya mengatakan guru agama adalah guru yang membimbing mulai dari dasar (pondasi) kepada generasi (siswa-siswi) dari jenjang usai dini tentang keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT) "Saya bangga dengan orang Bima, karena diluar sana dikenal dengan kental agama Islam-nya dan nilai toleransinya sangat tinggi," ujar Haris Kurniawan.
Haris juga menghimbau bagi guru yang lulus sebagai tenaga PPPK maupun Paru Waktu, agar tidak mengikuti seperti yang terjadi di daerah lain, dimana seorang istri yang lulus P3K, tapi setelah ceraikan suami, harap Haris dalam pembinaannya bagi guru PAI.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenang) Kota Bima yang diwakili oleh Plh Kasi Pakis Ruslan, S. Ag, menyampaikan bahwa kesejahteraan bagi guru PAI numpuk (banyak) setiap bulan. Dalam kesempatan itu pula, Plh yang merangkap sebagai seorang pengawas sekolah ini juga menyampaikan, ada kabar gembira bagi Tenaga P3K yang lolos PPG, dimana bulan Januari 2026 akan cair (terbayarkan) haknya.
![]() |
| Nampak Kekompakan guru PAI jenjang SD Kota Bima di Lawata. |
Kata Ruslan, pada Tahun 2026 nanti PAI masuk dalam kurikulum Muatan Lokal (Mulok) PAI atau disebut dengan pengembangan kurikulum PAI yang disesuaikan dengan kebutuhan, kearifan lokal, dan budaya daerah. "Jadi ada 3 mata pelajaran Mulok nantinya dan hal itu muara terhitung sebagai sertifikasi bagi guru PAI di sekolah dasar. Di SD ada 6 kelas, maka 3 orang guru PAI disitu diputuskan mendapatkan sertifikasi dan dihitung 2 kelas pet 1 orang guru PAI disekolah dasar tersebut," urainya.
Selanjutnya, Ruslan juga menyampaikan bahwa Database guru PAI se Propinsi Nusa Tenggara Barat khusus, akan diusulkan ke Kemenang dan semua guru PAI dari Kementerian Pendidikan juha nantinya mulai Tahun 2026 akan bergabung. "Berdasarkan informasi dari hasil pertemuan Kanwil dan Pakis Kemenang se Indonesia, bahwa guru PAI akan satu payung di bawah Kementerian Agama. Semoga informasi ini falid," ujarnya
Diakhir sambutannya, Kasi Pakis Kemenag juga meminta pada pihak Dikpora untuk memberikan penilaian kinerja pada guru PAI sangat baik, karena dimanapun mereka (Guru PAI) ditempatkan, maka jadikan diri anda sebagai guru PAI yang hebat dan terbaik, sebab guru PAI adalah ustad dan ustazah, tutup Ruslan. (TN - 01/Advetorial)


COMMENTS