![]() |
| H. Johan kenakan Sambolo (Ikat Kepala) dari tenunan Bim. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- H. Johan Rosihan, ST selaku Sekretaris Fraksi MPR RI sekaligus Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI pada Sabtu (13/12/2025) di Kota Bima tepatnya di Ruma Dining Jln Gatot Soebroto mengelar Sosialisasi Empat Pilar dengan "Tema" : Kepemimpinan Umat dan Masa Depan Dakwah Politik di Indonesia.
Kegiatan ini tersebut para pengurus DPD PKS Kota Bima maupun perwakilan pengurus Propinsi Nusa Tenggara Barat, sedangkan H. Johan Rosihan, ST Anggota DPR RI Dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa) itu bertindak sebagai narasumber utama.
Dalam liputan langsung media inj, H. Johan banyak memaparkan bahwa umat Islam merupakan mayoritas demografis di Indonesia sehingga memiliki tanggung jawab strategis dalam kepemimpinan Nasional. "Kepemimpinan umat tidak bisa dilepaskan dari irisan antara politik, dakwah, dan kebangsaan. Dakwah politik menjadi arena penting dalam pembentukan etika publik dan arah kebijakan bernegara," ujarnya.
Katanya, kepemimpinan umat bersumber dari nilai-nilai amanah, keadilan, dan kemaslahatan. Pemimpin tidak terbatas pada jabatan formal, melainkan juga mencakup otoritas moral dan sosial. “Dalam konteks ini, ulama, cendekiawan, dan tokoh masyarakat memiliki peran penting sebagai moral leaders yang membimbing umat," jelas HJR (Singkat H. Johan Rosihan).
Sehingga dalam memaknai dakwah politik sebagai proses menyampaikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bernegara. “Dakwah politik tidak semata-mata berorientasi pada perebutan kekuasaan, melainkan pada penanaman nilai, etika, dan moral dalam kebijakan publik.” tambahannya.
Bahwa Al-Qur’an menekankan prinsip amar ma’ruf nahi munkar sebagai tanggung jawab sosial, serta nilai keadilan (al-‘adl) dan kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah). Dalam perspektif ini, politik dipahami sebagai sarana ibadah sosial. Aher juga mengulas perjalanan historis dakwah politik di Indonesia, mulai dari peran ulama dalam pergerakan nasional seperti Sarekat Islam dan Masyumi, hingga transformasinya pada era Orde Baru dan Reformasi.
Terkait hubungan kepemimpinan umat dan demokrasi, H. Johan menambahkan bahwa kepemimpinan umat dapat berkontribusi positif terhadap demokrasi deliberatif. Ulama berperan sebagai penyeimbang kekuasaan melalui fungsi moral check and balance, sementara dakwah politik mendorong partisipasi politik yang beretika dan bertanggung jawab.
Diakhir materinya, Johan menegaskan bahwa kepemimpinan umat merupakan fondasi moral bagi kehidupan politik Indonesia. Dakwah politik di masa depan harus berorientasi pada etika dan kemaslahatan bersama, karena peran umat sangat menentukan kualitas demokrasi dan keutuhan bangsa.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini garis besarnya adalah tentang Pancasila sebagai dasar ideologi Negara UUD NRI 1945 dan sebagai dasar konstitusi negara dan ketetapan MPR Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara Bhineka Tunggal Ika, serta sebagai semboyan negara bersama.
Dalam jadwal sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, dilakukan oleh H. Johan Rosihan akan keliling Propinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu pagi di Kota Bima, siangnya di Kabupaten Bima, Minggu (14/12/2025) di Kabupaten Dompu dan selanjutnya di lakukan kabupaten/kota di Pulau Lombok (TN - 03/Advetorial)

COMMENTS