![]() |
| Proses penimbunan tanah dilingkungan SDN 28 Melayu dimulai Senin (23/02/2026). |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Aris Munandar, S. Ag selaku Kepala SDN 28 Melayu Kota Bima yang baru saja di lantik sebelum Ramadhan 1447 H ini merasa perihatin dengan keadaan sekolah yang dipimpinnya pada bagian belakang (bagian timur). Pasalnya, diera musim hujan seperti saat ini air tergenang dan tidak ada got maupun saluran untuk pembuangan air tergenang dimaksud. |
Akhirnya, dirinya bersama seluruh dewan guru disekolah setempat memutuskan untuk segera ambil tindakan dengan melakukan penimbunan seala kadarnya. Belum lagi siswa yang ada di Kelas belakang tersebut sebanyak 8 Rombongan Belajar (Rombel) harus sampai buka (melepas) sepatu (alas kaki) untuk melintasi air tergenang akibat hujan dan baru mereka (siswa) bisa masuk kelas untuk ikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti biasanya.
![]() |
| Foto Aris Munandar saat sambutan mengawali kepemimpinannya sebagai kasek SDN 28 Melayu. |
"Penimbunan dilakukan karena segera dan mendesak, saat ini curah hujan hampir setiap hari dan berjam-jam (kadang siang sampai malam) sehingga menimbulkan air tergenang. Untuk pengagaran penimbungan tanah sebanyak 18 truk tersebut pihaknya menggunakan anggaran dari dana BOSP 2026," ujar Arif Munandar saat ditemui diruang kerjanya Kamis (26/02/2026) siang.
Lanjut Arif Munandar eks guru SDN 2 Suntu Kota Bima ini, bahwa pekerjaan penimbunan ini pihaknya mnggunakan tenaga dari warga/tetangga sekitar sekolah. "Semoga setelah penimbunan ini selesai nantinya ada lanjutan proyek lanjutan seperti paving blok, dan untuk mendukung proyek dimaksud pihak juga telah menebang (pemangkasan) sejumlah pohon kerana dihawatirkan akan roboh dan menimpah bangunan sekolah maupun adanya korban jiwa (siswa/guru)," cetusnya.
![]() |
| Proses pemangkasan sejumlah pohon dihalaman sekolah SDN 28 Melayu yang akan ditimbun. |
Arif Munandar juga melaporkan bahwa selain melakukan pekerjaan penimbungan, juga dirinya saat ini sedang melakukan perbaikan pada musholla milik sekolah. "Kemarin atapnya mulai bolong jadi sudah diganti dengan yang baru. Insya saat ini saya masih melakukan penataan dan perubahan sedikit demi sedikit pada fisik sekolah ini," tutupnya. (TN - 01/Advetorial)



COMMENTS