![]() |
| Foto Penulis. |
Oleh : Suaedy, S. Pd
Peran aktif Dewan Kesenian memiliki arti yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Dewan kesenian bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya para seniman dan budayawan, tetapi juga menjadi wadah pemersatu masyarakat dalam mencintai, menjaga, serta mengembangkan warisan budaya daerah agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi masa kini maupun generasi yang akan datang.
Seni dan budaya merupakan identitas suatu daerah yang mencerminkan nilai, karakter, adat istiadat, serta perjalanan sejarah masyarakatnya. Oleh karena itu, keberadaan dewan kesenian sangat dibutuhkan untuk terus menghidupkan berbagai bentuk kesenian daerah seperti seni tari, musik tradisional, teater, sastra, seni rupa, hingga bahasa daerah yang menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, dewan kesenian mampu melahirkan generasi-generasi muda yang kreatif, berbakat, dan memiliki rasa bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.
Peran aktif dewan kesenian juga terlihat melalui berbagai kegiatan positif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Kegiatan seperti festival budaya, pentas seni, lomba kreativitas, seminar kebudayaan, pelatihan seni, pameran karya, hingga pertunjukan tradisional menjadi sarana penting untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya daerah kepada masyarakat luas. Dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga memperoleh edukasi budaya yang dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan leluhur.
Selain menjadi penggerak kegiatan budaya, dewan kesenian juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara para pelaku seni dengan pemerintah daerah. Dewan kesenian dapat menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta harapan para seniman agar mendapatkan perhatian dan dukungan dalam pengembangan dunia seni dan budaya. Kerja sama yang baik antara pemerintah, dewan kesenian, dan masyarakat akan menciptakan lingkungan budaya yang sehat, kreatif, dan produktif.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, budaya asing semakin mudah masuk dan mempengaruhi kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Jika tidak diimbangi dengan penguatan budaya lokal, maka perlahan nilai-nilai tradisi dapat memudar bahkan hilang. Oleh sebab itu, dewan kesenian memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga eksistensi budaya daerah melalui pendekatan yang lebih modern, kreatif, dan mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai asli budaya itu sendiri.
Seperti halnya budaya Bima yang sangat kental dengan nilai religius dan adat istiadatnya. Masyarakat Bima dikenal memiliki budaya yang menjunjung tinggi nilai agama, sopan santun, persaudaraan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai kesenian khas daerah yang masih terus dijaga hingga saat ini. Kesenian tradisional Bima seperti tarian daerah, hadrah, rimpu, musik tradisional, syair budaya mbojo, hingga berbagai ritual adat menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Bima yang tidak boleh dilupakan.
Budaya Bima juga dikenal melalui falsafah hidup “Maja Labo Dahu” yang berarti malu dan takut dalam melakukan perbuatan yang tidak baik. Nilai luhur tersebut menjadi dasar kehidupan masyarakat dalam menjaga kehormatan, etika, dan kehidupan sosial yang harmonis. Melalui seni dan budaya, pesan-pesan moral, nilai agama, dan pendidikan karakter dapat disampaikan kepada generasi muda agar tetap menghormati budaya serta menjaga jati diri daerahnya.
Peran dewan kesenian dalam menjaga budaya Bima tentu sangat dibutuhkan, terutama dalam memperkenalkan kesenian khas daerah kepada generasi muda di tengah pengaruh budaya modern. Dengan adanya pembinaan dan kegiatan budaya yang rutin, generasi muda akan lebih mengenal dan mencintai budayanya sendiri sehingga tidak kehilangan identitas sebagai masyarakat Bima. Seni budaya daerah harus dijadikan kebanggaan bersama serta diwariskan secara berkelanjutan kepada anak cucu di masa depan.
Peran aktif dewan kesenian juga mampu mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Seni dan budaya dapat menjadi media pemersatu tanpa membedakan suku, status sosial, maupun latar belakang masyarakat. Melalui kegiatan seni, masyarakat dapat saling mengenal, menghargai, dan bekerja sama dalam membangun daerah yang lebih harmonis dan berbudaya. Nilai gotong royong, solidaritas, dan kekeluargaan yang terkandung dalam budaya lokal dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Tidak hanya di tingkat daerah, dewan kesenian juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan budaya lokal ke tingkat nasional bahkan internasional. Dengan promosi budaya yang baik, kesenian daerah dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu meningkatkan citra daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat kreatif. Hal ini membuktikan bahwa seni dan budaya bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai sosial, pendidikan, dan ekonomi yang sangat besar.
Dengan demikian, peran aktif Dewan Kesenian harus terus diperkuat dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab seniman semata, tetapi menjadi tugas bersama demi menjaga identitas dan kekayaan budaya bangsa. Melalui semangat kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya daerah, dewan kesenian dapat menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang maju, berkarakter, dan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya luhur. (***)

COMMENTS