![]() |
| Walikota H. Man saat menyerahkan sertifikat penghargaan bagi santri-santriwati juara. |
KOTA
BIMA, TUPA NEWS.–
Suasana khidmat bercampur haru dan kebanggaan menyelimuti Lapangan Pondok
Pesantren Al-Qur’an Ash-Shidiqyah Kota Bima pada Kamis (18/06/2026), saat
ratusan santri mengikuti Wisuda Tahfidz Akbar Jilid V Tahun 2026.
Walikota Bima, H. A. Rahman, SE hadir
langsung pada kegiatan tersebut didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan
Olahraga Drs. H. Mahfud, M. Pd, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan
Statistik Dr. Muhammad Hasyim, S.Sos., S.H., M.Ec., Dev, Camat Mpunda Nurwahidah,
SH, serta Lurah Penatoi. Kehadiran para orang tua, dewan guru, tokoh
agama dan masyarakat semakin menambah kekhidmatan acara yang menjadi momentum
bersejarah bagi para santri penghafal Al-Qur’an.
Pada wisuda tahfidz kali ini, Pondok
Pesantren Al-Qur’an Ash-Shidiqyah kembali menorehkan prestasi membanggakan
dengan meluluskan para santri yang berhasil menghafal Al-Qur’an mulai dari 1
hingga 15 juz, 20 juz, hingga mencapai hafalan sempurna 30 juz. Prestasi
tersebut menjadi bukti nyata kesungguhan para santri, bimbingan para ustadz dan
ustazah, serta doa dan pengorbanan para orang tua.
Dalam sambutannya, Walikota Bima menyampaikan
rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh keluarga besar Pondok
Pesantren Al-Qur’an Ash-Shiddiqiyah yang terus istiqamah melahirkan generasi
penghafal Al-Qur’an. “Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan. Bukan
hanya bagi para santri yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an,
tetapi juga bagi orang tua, para guru, dan seluruh masyarakat Kota Bima. Karena
sesungguhnya keberhasilan melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an adalah
keberhasilan kita bersama,” ujar Walikota.
Bagi Walikota Bima, pondok pesantren bukan
hanya lembaga pendidikan, tetapi merupakan benteng moral dan spiritual yang
sangat dibutuhkan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan
teknologi yang membawa berbagai tantangan bagi generasi muda.
![]() |
| Pimpin Ponpes Ash-Shidiqiah juga menyerahkan sertifikat penghargaan bagi santri yang juara. |
H. Man menegaskan, di tengah pengaruh negatif
kemajuan zaman seperti penyalahgunaan teknologi, pergaulan bebas, hingga
lunturnya nilai-nilai moral, pesantren hadir sebagai tempat yang menanamkan
ilmu, akhlak, dan keteguhan iman.
“Pondok pesantren adalah tempat lahirnya
generasi yang memiliki ilmu, akhlak, dan keteguhan iman. Saya optimis Pondok
Pesantren Al-Qur’an Ash-Shidiqyah akan terus berkembang dan menjadi salah satu
pesantren unggulan yang membanggakan Kota Bima,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Walikota menyampaikan
optimismenya bahwa Ash-Shidiqyah akan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya
generasi masa depan Kota Bima yang religius, cerdas, berkarakter, dan mampu
menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai insan yang
berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an.
Menurutnya, keberhasilan mencetak hafidz dan
hafidzah bukan sekadar capaian akademik keagamaan, tetapi merupakan investasi
jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Kota Bima. “Pemerintah Kota
Bima akan terus mendukung tumbuh dan berkembangnya lembaga pendidikan
keagamaan. Kita ingin melihat semakin banyak anak-anak Kota Bima yang tidak
hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat akidahnya, mulia
akhlaknya, serta menjadi pelita bagi masyarakat,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Walikota berpesan
kepada seluruh wisudawan dan wisudawati agar senantiasa menjaga hafalan,
mengamalkan kandungan Al-Qur’an, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
Dengan semangat dan dedikasi yang terus
dijaga, Pemerintah Kota Bima berharap Pondok Pesantren Al-Qur’an Ash-Shidiiyah
semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, dan kelak menjadi salah satu
pesantren unggulan yang tidak hanya dikenal di Kota Bima dan Pulau Sumbawa,
tetapi juga di Tingkat Nasional. (TN –
03)


COMMENTS