
Ket Foto : inilah para siswa-siswi cilik yang dilepas Lembaga MHI Angkatan Ke-8 Tahun 2026, sekaligus terbanyak dan spektakuler.
KOTA
BIMA, TUPA NEWS.-
Pesta Ai Mantara Ana mhi pentas seni akhir tahun dan pembacaan bintang
karakter Generasi Ke-VIII KB/TK M. Hilir Ismail (MHI) Tahun Ajaran 2025/2026. Dengan
Tema
: menciptakan generasi cerdas, ceria, kreatif, Islami, dan berbudaya Maja Labo
Dahu", Kegiatan tersebut di gelar Minggu (21/06/2026) di Halaman Meseum
Asi Mbojo - Bima.
Pelepasan siswa usia dini sepktakuler Tahun
2026 ini merupakan terbanyak, dibandingkan di tahun-tahun sebelumnya. Jadi
tidak heran, pelepasan kali ini dihadiri oleh Anggota DPRD Propinsi Nusa
Tenggara Barat Abdul Rauf, ST, MT (Fraksi Demokrat Dapil VI - Bima dan Dompu),
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Drs. H. Mahfud, M. Pd,
Kabid PAUD dan PNF Slamet Riyadi, ST., MT, Ketua POKJA Bunda PAUD Hj. Nurmah,
M. Pd, Korwas Abd. Salam, M. Pd, Pengawas Pembina Habiyah S.Pd Pengawas
Kecamatan Rasanae Barat Vivi Sumanti, M. Pd dan Pengawas lainnya Suaedy, S. Pd,
Ketua Dewan Pendidikan Drs. H. Juanda, M. Pd, Ketua PGRI, Perwakilan HIMPAUDI, Perwakilan
Ikatan Guru Teman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Lurah Rabangodu Utara Tilawatir Akbar, S. Sos dan Kepala TK se Kota
Bima.
Dalam laporan Ketua Panitia, Amnah Erniwati,
S. Pd, bahwa kegiatan ini bernama pesta Ai Mantara denan jumlah peserta yang
dilepas 84 orang, sedangkan sumber dana atas hasil Swadaya dari seluruh wali
murid dan pihak sekolah. “Terima kasih atas dedikasinya bagi para ustadzah
selaku Tenaga Pendidik (Tendik) di KB/TK MHI, yang mana telah mempersamai
putra-putri kami yang tidak bisa baca menulis dan kini sudah dinyatakan lulus sebagai
bintang karakter,” singkatnya.
![]() |
| Ustazah Sita saat memberikan sambutannya, penuh semangat dan singkat. |
Kepala TK M. Hilir Ismail, Masita, SE, S. Pd,
ini kegiatan tahunan dan hari ini penuh bintang-bintang, penuh kegembiraan jadi
akronim Ai Mantara merupakan pentas seni akhir tahun dan pembacaan bintang
karakter. “Kegiatan Ai Mantara ini kami selaku pihak sekolah hanya membuat
konsep, sedangkan hendel seluruh kegiatan adalah seluruh wali murid. Baik dari
sewa sound system, terop (paruga) lenkap dengan kursi dan yang lain-lainnya. Terima
kasih orang tua hebat, inilah kolaborasi kami KB/TK M. Hilir Ismail
bersama wali murid, sehingga pentas ke-8 ini cukup spektakuler,” ujar Ustazah
Sita sapaan akrab Masita. Sambil menambahkan, bahwa siswa-siswi ceria tahun ini
dilepas sudah menguasai dan menghafal 24 hadis/doa dan surah pendek.
Ketua Yayasan MHI, Erma Surianingsih, SE
kepiawaian putra-putri ini adalah menampilkan hasil selama mereka duduk
dibangku KB maupun TK di MHI. Sehingga mereka menunjukan (uji public) bahwa
mereka sudah bias baca dan tulis dengan benar. “Ini Momen spesial dan yang ke-8
kali ini bisa dibilang spektakuler dan pentas ini sudah kami gelar sejak Tahun
2018 lalu dan kali ini kegiatan yang ke-8 diambil alih oleh orang tua murid,
jadi inilah bentuk kolaborasi kami,” kata Erma Surianingsih.
Sambutan Ketua Pokja Bunda PAUD, Hj. Nurmah,
M. Pd ini pesta yang luar biasa dan kami memberikan apresiasi yang tinggi dan
kegiatan super luar biasa, dengan tema “Maja Labo Dahu” bukan hanya slogan tapi
memiliki nilai karakter dan filosofi adat dan budaya orang Bima. Maja (Malu)
dan Dahu (Takut) kepada perbuatan yang salah dan dosa. “Ini akan menanamkan
nilai luhur pada generasi sebelum dan selanjutnya, karena dua hal penting takut
dan malu terhadap perbuatan yang tercelah (terlarang) dan dosa kepada sang maha
pencipta”, ucap Umi Nurmah yang juga Anggota Dewan Pendidikan.
![]() |
| H. Mahfud saat memberikan sambutannya. |
Sambutan terakhir, disampaikan Kepala Dinas Dikpora H. Mahfud, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Anggota DPRD Propinsi NTB Abdul Rauf yang sudah mempersamai TK MHI. Sebelum mengawali sambutanya, dirinya menceritakan kedekatannya dengan Almarhum M. Hilir Ismail (budayawan Bima), karena pernah tinggal di rumahnya saat di Makassar saat kegiatan kesultanan Bima. “Ini kegiatan yang luar biasa yang digelar oleh TK MHI. Pasalnya koloborasi antara wali murid dan sekolah itu yang lebih utama,” ucapnya.
Sementara bagi siswa-siswi yang dilepas hari
ini, Mahfud menyatakan, kalian bebas bernyanyi dan bercerita dalam aksi di panggung
ini, karena kalian adalah anak-anak hebat. Jadi tidak heran, tadi ada yang
pandai menari, bernyanyi dan talenta lainnya, jangan pernah takut bermimpi
anak-anakku, tambah Mahfud.
Sedangkan kesan dan pesan dari wali murid,
yang disampaikan Wahyudin, SE. Ayah yang memiliki 2 anak di MHI ini sangat
bangga atas didik yang dilakukan oleh para ustazah selaku tenaga pendidik (guru),
sehingga kedua anaknya memiliki kemajuan dari tidak bisa menulis dan membaca,
kini Alhamdulillah sudah bisa dan sudah membuktikan di atas panggung ini lewat
pentas seni (tampilan) yang luar biasa. “Semogaa MHI ini menjadi pelopor bagi
generasi yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa,” ungkap ASN di Pemkab Bima
ini. (TN – 01/Advetorial)

Para pejabat yang hadiri acara Ai Mantara KB/TK MHI, termaksud Abdul Rauf (Anggota DPRD Propinsi NTB)


COMMENTS