![]() |
| Kepala MIN 1 Kota Bima Irfan, S. Pdi., M. |
KOTA
BIMA, TUPA NEWS.- Sebanyak
186 siswa baru Kelas 1 di MTsN 1 Kota Bima mengikuti Mata Muda (Masa Ta'aruf
Murid Madrasah) selama tiga hari di lingkungan sekolah yang berdomisili di
Lingkungan Tolobali tersebut, Mata Muda yang berlangsung mulai Senin
(13/07/2026) dan akan berakhir Rabu
(15/07/2026)
Kepala MIN 1 Kota Bima Irfan, S. Pdi.,
M. Pd didampingi Ketua Panitia Kegiatan Mata Muda Tapel 2026/2027
Saifuddin, S. Pd. I menyampaikan Matamuda
diselenggarakan sebagai bagian dari masa transisi untuk membantu murid
beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru sehingga memiliki kesiapan
mental, sosial, emosional, dan akademik dalam mengikuti proses pembelajaran di
madrasah.
![]() |
| Prosesi pengalungan ID sebagai sisiwi baru. |
Melalui
kegiatan Matamuda, murid baru diperkenalkan dengan lingkungan fisik madrasah,
visi, misi, budaya, tata tertib, sistem pembelajaran, pendidik dan tenaga
kependidikan, serta berbagai program, keunggulan, dan kekhasan madrasah.
Pendidikan Matamuda menjadi sarana penanaman nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, ukhuwah, integritas, serta kecintaan terhadap madrasah sebagai bagian dari pembentukan karakter murid yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
Matamuda
dilaksanakan pada jenjang Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah
Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah
Aliyah (MA). “MATAMUDA, sebelumnya disebut MATSAMA
adalah kegiatan orientasi dan pengenalan lingkungan madrasah bagi murid baru pada awal tahun pelajaran.
Hal ini sesuai hasil rilis Petunjuk Teknis dan Panduan Masa Taaruf Murid
Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027 dari Kementerian Agama,” ujar Saifuddin.
Sementara itu, Kepala Sekolah Irfan, S. Pdi.,
M. Pd menjelaskan terkait penerimaan siswa-siswi baru tahun ajaran
2026/2027 ini hingga mencapai 186 orang, atau sebanyak 6 Rombongan Belajar
(Rombel) atau 31 orang per kelas. Katanya, sebenarnya yan mendaftarkan diri dari
awal mencapai 200 lebih murid, namun dari berbagai tahapan seleksi, sehingga
pihaknya bulat 186 siswa saja yang diterima, sedangkan 50-an calon murid
lainnya tidak lulus dan disarankan untuk mendaftarkan diri disekolah lain, ujar
Irfan saat ditemui media ini diruang kerjanya Senin (13/0/2027) siang.
Dirinya mengucapkan terima kasih kepada
masyarakat khususnya wali murid atas antusiasnya yang begitu tinggi untuk menitip
putra-putrinya untuk bersekolah disini (MIN 1 Tolobali). Namun akibat luas
lahan idak mencukupi sehingga gedung sekolah tidak mencukupi untuk penambahan
ruang kelas baru tentunya. Walaupun sebenarnya setiap rombol di sekolah Madrasa
Ibtidaiyah (MI) 27-28 orang, namun disini kami maksimalkan 31 siswa per
kelasnya, dan tentu saja kebutuhan guru bagi Kelas 1 di MI ini mencukupi untuk
10 Mata Pelajaran (Mapel). “Antusias masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya
disini, hampir menyeluruh dari berbagai kelurahan di 5 Kecamatan se Kota Bima,
bahwa sebagian juga dari wilayah Kabupaten Bima, seperti dari Kecamatan Palibelo
dan sekitarnya. Dengan melihat jarah tempuh para siswa ke sekolah ini, nampak sekali
ketika sekolah sudah menutup pintu gerbang pada pukul 07.10 pagi, nah sebelum
jam tersebut para siswa ini sudah hadir lebih awal,” pungkas Irfan.
Saat ditanya wartawan ini, apakah tidak ada
kendala terkait data EMIS (Education Management Information System) atau seperti istilah di sekolah umum, yakni
Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Namun kata Irfan, EMIS tidak sama seperti
Dapodik, jadi maksudnya siswa dari disetiap sekolah madrasah tetap dapat di input
ke EMIS dan tidak pernah dipersulit. “EMIS adalah sistem pendataan pendidikan
yang dikelola oleh Kementerian Agama. Sistem ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan perencanaan
dan pengambilan kebijakan di bidang pendidikan. Saat ini, EMIS sedang melakukan
revitalisasi dan pengembangan untuk menghadirkan sistem yang lebih baik dan
lebih handal dengan dukungan teknologi mutakhir,” jelas Irfan. (TN – 03)


COMMENTS