![]() |
| Inilah kedua siswa berdisiplin dan gurunya yang mendapatkan reward dari Kepala SMPN 11 Kota Bima. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Pada upacara bendera Senin (13/07/2026) pagi di SMP Negeri 11 Kota Bima, ada pemandangan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar. Sehingga 3 orang dipanggil oleh Kepala Sekolah Baharudin, SE, M. Pd untuk maju kedepan, mereka adalah seorang siswa baru, seorang siswa senior, dan seorang guru.
"Bukan karena mereka juara lomba. Bukan pula karena mereka meraih nilai tertinggi. Mereka saya panggil karena pagi itu merekalah yang hadir paling awal di sekolah," kata Baharudin.
Penghargaan yang mereka terima mungkin tidak bernilai besar jika dilihat dari nominalnya. Namun sesungguhnya, yang sedang kami bangun bukanlah budaya mengejar hadiah, melainkan budaya menghargai sebuah karakter (Karakter disiplin).
Banyak orang ingin sukses, tetapi tidak semua orang mau memulai dari hal-hal kecil. Padahal, hampir semua keberhasilan besar dibangun dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Pepatah mengatakan, "Discipline is choosing between what you want now and what you want most." Disiplin adalah kemampuan memilih tujuan jangka panjang daripada kenyamanan sesaat.
Kita juga belajar dari bangsa-bangsa maju seperti Jepang. Salah satu kekuatan mereka bukan semata-mata teknologi, melainkan budaya disiplin yang telah ditanamkan sejak usia dini. Datang tepat waktu, menghargai aturan, menjaga komitmen, dan bertanggung jawab terhadap tugas adalah kebiasaan yang akhirnya membentuk peradaban.
Hal yang sama juga dapat kita lihat pada banyak tokoh dunia. Salah satunya adalah Jenderal Soedirman, mengajarkan bahwa disiplin adalah bentuk tanggung jawab terhadap amanah. Bahkan ketika sakit, beliau tetap memimpin perjuangan dengan penuh komitmen. Disiplin bukan sekadar datang tepat waktu, tetapi kesetiaan pada tugas dan tanggung jawab.
Karena itu, hari ini saya ingin menyampaikan kepada seluruh warga sekolah bahwa kami tidak hanya memberi penghargaan kepada prestasi, tetapi juga kepada proses dan karakter yang melahirkan prestasi.
Semoga semakin banyak siswa dan guru yang berlomba-lomba datang lebih awal, bukan karena ingin mendapat hadiah, tetapi karena telah menjadikan disiplin sebagai bagian dari jati dirinya.
Sebab pada akhirnya, orang yang mampu mengalahkan rasa malas dan menghargai waktu, sedang menyiapkan dirinya untuk mengalahkan berbagai tantangan kehidupan.
Mari kita wariskan bukan hanya program-program sekolah, tetapi juga budaya disiplin yang akan terus hidup, bahkan ketika kita semua sudah tidak lagi berada di tempat ini, demikian ungkap Baharudin pada hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran Baru 2026/2027 bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa-siswi baru Kelas VI. (TN - 03)

COMMENTS