![]() |
| Keadaan dalam ruang kelas SDN Inpres Diha yang rusak parah. |
BIMA, TUPA NEWS.— Kondisi fasilitas pendidikan di kawasan pelosok kembali menyita perhatian. Salah satunya dialami oleh SDN Inpres Diha yang berlokasi di Dusun Diha, Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Terletak jauh dari hiruk-pikuk pusat pemerintahan dan pemberitaan media, sekolah ini kerap luput dari jangkauan program pembenahan infrastruktur.
Gedung sekolah yang telah berdiri selama puluhan tahun tersebut hingga kini belum tersentuh perbaikan secara menyeluruh. Pemandangan dinding yang retak, lantai tanah, serta material atap yang lapuk dan nyaris runtuh menjadi realita pahit yang harus dihadapi para siswa setiap hari. Kondisi fisik yang sangat tidak layak ini tak hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa para murid dan tenaga pendidik.
Terabaikannya fasilitas dasar di SDN Inpres Diha mencerminkan masih lemahnnya sistem pengawasan dan pendataan infrastruktur pendidikan secara berkeadilan. Salah satu akar masalah yang sering ditemui adalah ketidakakuratan data sarana dan prasarana dalam sistem informasi. Laporan berjenjang dari daerah ke pusat kerap kali tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan, baik akibat kendala birokrasi maupun lemahnya verifikasi faktual.
![]() |
| Keterangan Foto : nampak plafon sekolah rusak parah. |
Dampaknya, alokasi anggaran rehabilitasi kerap salah sasaran dan lebih banyak mengalir ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah perkotaan yang secara fisik masih tergolong layak. Untuk mengatasi ketimpangan ini, pemerintah daerah dan pihak terkait didesak segera melakukan audit independen serta verifikasi lapangan secara langsung agar penataan fasilitas pendidikan di pelosok dapat diprioritaskan.
Di samping pembenahan data dan anggaran negara, optimalisasi keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) juga perlu didorong. Kemitraan strategis antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal diharapkan mampu mengakselerasi perbaikan sarana belajar.
Sekolah di wilayah pelosok seyogianya menjadi pusat peradaban dan fondasi masa depan anak-anak bangsa. Perlindungan serta penyediaan sarana belajar yang aman dan representatif di SDN Inpres Diha membutuhkan langkah nyata dan kepedulian bersama dari seluruh pemangku kepentingan. (TN - 06)


COMMENTS