![]() |
| Inilah keadaan rumah milik anak yatim piatu (Windi) di Desa Rade RT. 015 RW. 005 Kecamatan Madapangga yang roboh akibat banjir. |
Bima, Tupa News.- Sungguh memprihatinkan kondisi rumah seorang siswi SMK Negeri 3 Kota Bima yang bernama Windi di Desa Rade RT. 015 RW. 005 Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima. Putri bungsu dari tiga bersaudara merupakan buah hati M. Amin (Almarhum) dan Nurlailah (Almarhuma), sekarang Windi harus di tinggal pergi oleh kedua kakak kandungnya lagi saat ini, dengan alasan mencari nafkah di Jakarta dan TKI di Negara Malaysia.
Jum’at (02/04/2021) siang hingga malam tujuh kecamatan di Kabupaten Bima termaksud Kecamatan Madapangga (Desa Rade di antaranya) di landa banjir bandang. Akibatnya, rumah permanen yang di tempati siswi ini harus roboh akibat banjir tersebut. “Kini Windi harus berteduh (Nginap) dirumah tetangganya yang tidak lain keluarga dekat kedua almarhum orang tuanya,” ujar Hafsah, S.Pd. SD pada Tupa News Selasa (06/04/2021) di SDN 55 Dara Kota Bima.
Menurut Hafsah yang juga keluarga Windi, Desa Rade merupakan daerah terisolir (daerah sulit di jangkau), karena jembatan satu-satunya sebagai menghubung antar desa sudah putus (roboh) akibat banjir Jum’at kemarin. “Mudah-mudah setelah Crew SDN 55 Dara Kota Bima yang menyerahkan bantuan tanggap darurat Sabtu (03/04/2021) di desa setempat, akan ada lagi para dermawan lain yang mengunjungi Desa Rade untuk membawa bantuan yang sama,” pintah Hafsah.
Lanjut mantan Kepsek SDN 42 Manggemaci Kota Bima ini, bahwa Windi selama proses belajar mengajar di Kota Bima (SMKN 3 Kota Bima, red) tinggal bersama dirinya di Kampung Samporo Lingkungan Bedi Kelurahan Manggemaci Kecamatan Mpunda Kota Bima. “Windi merupakan anak putri yang sederhana, sopan dan rajin belajar selama di rumahnya,” tutup Hafsah sambil mengajak para dermawan lainnya untuk meringankan beban anak yatim piatu ini. (TN – 03)


COMMENTS