![]() |
Kota Bima, Tupa News.- SDN 55 Dara Kota Bima Sabtu (03/04/2021) pagi usai Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) seluruh dewan guru dan pegawainya kunjungi Kampung Sigi Desa Rato Kecamatan Bolo dan Desa Rade Kecamatan Madapangga. Saat itu, pihak SDN 55 Dara menyerahkan bantuan tanggap darurat berupa nasi 100 bungkus, sembako sebanyak 50 paket (Dalam bentuk mie instansi, susu dalam kemasan, kopi + gula renteng, energen dan telur ayam buras). “Alhamdulilah bantuan tersebut semuanya bersumber dari seluruh guru, pegawai dan keluarga besar dari sekolah ini tentunya,” ujar Kepala SDN 55 Dara Hafsah, S. Pd. SD pada wartawan ini Selasa (06/04/2021) pagi.
Selanjutnya bantuan yang kedua, pihak SDN 55 Dara kembali akan menyerahkan bantuan yang sama pada Kamis (08/04/2021), tepatnya di Desa Dena Kecamatan Madapangga. Cuman nanti pihaknya tetap menyerahkan bantuan berupa makanan, minuman, sembako , pakaian layak pakai dan uang tunai. “Sekolah ini juga sedang membuka posko open donasi sejak hari pertama Sabtu (03/04/2021) hingga sekarang, dan baru warga dan tetangga sekolah terdekat yang datang sumbang,” bebernya.
Selain itu, Kepsek ini juga menyarankan bagi warga Kota Bima dan Kabupaten Dompu yang membawa bantuan, agar tidak monoton mendatangi di kecamatan yang sudah di datangi oleh para darmawan lain. Tapi utamakan di kecamatan yang terisolir (daerah yang kurang di jangkau), seperti di Kecamatan Madapangga tepatnya di Desa Rade. “Di Desa Rade gara-gara jembatannya putus akibat arus banjir bandang, membuat para dermawan tidak melanjutkan perjalanannya. Sedangkan ada jalan alternatif yang bisa di lalui seperti masuk lewat pertigaan Desa Ncandi maupun jalan lainnya dari arah Madapangga bagian Barat dan Utara jalan lintas Bima – Sumbawa,” sarannya.
Hal itu terbukti, ketika pihak Crew SDN 55 Dara mendatangi dan sekaligus menyerahkan bantuan tanggap darurat di Desa Dena, warga setempat banyak yang melaporkan bahwa desanya kurang di bantu atau di datangi oleh para dermawan untuk membawa bantuan. “Mungkin karena desa kami terisolir, sehingga para dermawan tidak bisa masuk di Dena. Tapi alhamdulillah guru dan pegawai SDN 55 Dara dapat membantu meringankan beban korban banjir bandang tersebut,” kata salah seorang warga Dena yang di kutip Hafsah. (TN – 01 / Adv.)
Hal itu terbukti, ketika pihak Crew SDN 55 Dara mendatangi dan sekaligus menyerahkan bantuan tanggap darurat di Desa Dena, warga setempat banyak yang melaporkan bahwa desanya kurang di bantu atau di datangi oleh para dermawan untuk membawa bantuan. “Mungkin karena desa kami terisolir, sehingga para dermawan tidak bisa masuk di Dena. Tapi alhamdulillah guru dan pegawai SDN 55 Dara dapat membantu meringankan beban korban banjir bandang tersebut,” kata salah seorang warga Dena yang di kutip Hafsah. (TN – 01 / Adv.)

COMMENTS