$type=grid$count=5$meta=0$snip=0$rm=0$show=home

$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0

𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗗𝗼𝗺𝗽𝘂 (𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝟮)

 

Foto Sila keturunan kerajaan Bima.

𝑹𝒂𝒋𝒂-𝒓𝒂𝒋𝒂 𝑫𝒐𝒎𝒑𝒖 𝒂𝒃𝒂𝒅 𝒌𝒆-16 𝒅𝒂𝒏 17 𝒎𝒂𝒔𝒆𝒉𝒊


Seperti yang mimin sampaikan sebelumnya bahwa raja-raja Dompu, sultan hingga para bangsawannya, merupakan keturunan dari Raja Bima.


Pasca Padompo, Dompu digabungkan dengan Bima. Namun kumudian Dompu didirikan lagi awal abad XVI masehi dengan raja pertama Ma Wa'a Indra Dompu atau Dewa Indra Dompu.


Dewa Indra Dompu merupakan salah satu dari 30 anak Raja Bima Dewa Dalem Bata Bou.


Silsilah ini dirangkum dari catatan Held (1955), M. Aziz Saleh (1959), Jauffret (1961), Bo Sangaji Kai 1850an) dan Kitab Jawharat Al Ma'rif (20 April 1882). - Kitab Jawharat Al Marif sendiri ditulis oleh keturunan Raja Dompu Mantau Jara Tonda Riru, yang memuat silsilah Raja Dompu Mantau Jara Tonda Riru hingga turunannya yang hidup akhir abad 18 masehi -.


𝐃𝐞𝐰𝐚 𝐈𝐧𝐝𝐫𝐚 𝐃𝐨𝐦𝐩𝐮


Dalam Bo Sangaji Kai, Indra Kumala II atau Dewa Yang Nyata di Saruhu mempunya anak bernama Dewa Dalam Bata Lambu, Dewa Dalam Bata Lambu mempunyai anak bernama Dewa Dalam Bata Bou, dan Dewa dalam Bata Bou mempunya 30 anak yang salah satu anaknya bernama Ma Wa’a Indra Dompu yang kemudian menjadi Raja Dompu pertama. Dalam silsilah Held, Aziz Saleh dan Jauffret disebut dengan Dewa Indra Dompu.  Jika Ma Wa’a Indra Dompu ini sama dengan Dewa Indra Dompu, maka Dewa Indra Dompu bukanlah cucu dari Indra Kumala melainkan cicitnya. Dengan Demikian maka kita bisa menempatkan Ma Wa’a Indra Dompu atau Dewa Indra Dompu sebagai orang yang sama dalam 3 silsilah diatas.


𝐃𝐞𝐰𝐚 𝐌𝐚𝐦𝐛𝐨𝐫𝐚 𝐁𝐚 𝐈𝐬𝐨


mambora Ba Iso atau dalam silsilah Dompu ditulis Mambora Bisu, merupakan anak dari Dewa Yang dibunuh Oleh Pencuri. Tidak banyak catatan tentang Raja Dompu Mambora Ba Iso ini. Hanya saja dalam daftar Pejabat Rato Cingi, Mambora Ba Iso Dompu tertulis juga pernah menjabat sebagai Pejabat Rato Cingi.


Mambora Ba Iso Dompu masih sepupu satu dengan Raja Dompu Ma Waa Taho dan Raja Dompu Mantau Jara Tonda Riru.


𝐃𝐞𝐰𝐚 𝐌𝐚 𝐖𝐚’𝐚 𝐓𝐚𝐡𝐨


Ma wa’a taho merupakan cucu Raja Bima Dewa Dalem Bata Bou atau sepupu dari Raja Bima Ma Wa’a Ndapa dan Raja Dompu Mantau Jara Tonda Riru. Raja Dompu Ma Wa’a taho mengawini putri Raja Bima Manggampo Donggo, yang dari perkawinan itu melahirkan Raja Bima Ma Wa’a La Laba. 


Ma Waa Taho juga mengawini wanita lain dan melahirkan seorang anak yang menjadi Raja Dompu bergelar Mambora Ba Londe.


𝐃𝐞𝐰𝐚 𝐌𝐚𝐦𝐛𝐨𝐫𝐚 𝐁𝐚 𝐋𝐨𝐧𝐝𝐞


Mambora Ba Londe merupakan anak raja Dompu Ma Wa’a Taho. Mambora Ba Londe mengawini cucu dari anak perempuan Rumata Tureli, yang kemudian menggantikan Ma Waa Taho menjadi Raja di Dompu.


Dari hasil perkawinannya dengan putri RumataTureli, melahirkan anak yang kemudian menjadi pejabat Rato Cingi.


𝐃𝐞𝐰𝐚 𝐌𝐚𝐧𝐭𝐚𝐮 𝐉𝐚𝐫𝐚 𝐓𝐨𝐧𝐝𝐚 𝐑𝐢𝐫𝐮


Mantau Jara atau dalam silsilah lengkapnya di Kitab Jawharat Al ma'rif ditulis Mantau Jara Tonda Riru, merupakan anak dari Dewa Mambora aka Sape Sari. Dewa Mambora Aka Sape Sari merupakan saudara kandung dari Raja Bima Manggampo Donggo. Mantau Jara Tonda Riru mengawini putri Raja Bolo pertama yang bergelar Mandadi Duna. Dari perkawinan itu melahirkan 8 anak, 4 perempuan dan 4 laki-laki. Salah satu anaknya menjadi Raja Dompu dengan gelar Yang Mati di Bima dan menjadi Raja Bolo dengan gelar Mambora aka Sambi Tangga.


𝐃𝐞𝐰𝐚 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐚𝐭𝐢 𝐝𝐢 𝐁𝐢𝐦𝐚 (𝐌𝐚𝐦𝐛𝐨𝐫𝐚 𝐚𝐤𝐚 𝐒𝐚𝐦𝐛𝐢𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚)


Dalam Silsilah Jauffret (1961), Dewa yang Mati di Bima merupakan anak dari Raja Dompu Mantau Jara. Dalam catatan BSK, Anak Raja Dompu yang pernah menjadi raja hanya Mambora aka Sambitangga, namun ia menjadi Raja Bolo, bukan raja Dompu. Begitupun dalam catatan Naskah Kitab Jawharat Al Ma'rif.


Mambora aka Sambi Tangga mengawini sepupunya sendiri yaitu anak dari Raja Bolo ke 2, Rumata Ma Wa'a La Lawu. Mungkin setelah dilengserkan dari Dompu akibat berkuasa sewenang-wenang sebagaimana tertulis dalam SKD, Sambi Tangga pindah ke Bolo dan menjadi Raja Bolo gantikan ayah mertuanya. Ia menjadi Raja Bolo terakhir sebelum Bolo diambil Gowa tahun 1633.


𝐌𝐚 𝐖𝐚’𝐚 𝐓𝐨𝐧𝐠𝐠𝐨/𝐓𝐮𝐧𝐠𝐠𝐮 (𝐒𝐮𝐥𝐭𝐚𝐧 𝐒𝐲𝐚𝐦𝐬𝐮𝐝𝐝𝐢𝐧?????)


Raja Ma Wa’a Tonggo anak dari Raja Bima Ma Wa’a la laba atau cucu dari Raja Dompu Ma Wa'a Taho sekaligus cicit dari Raja Bima Manggampo Donggo. 


Jika disejajarkan dalam silsilah, maka Ma Waa Tonggo merupakan sepupu dua dari Raja Bima Ma Bata Wadu.


𝐒𝐮𝐥𝐭𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐦𝐚𝐥𝐮𝐝𝐝𝐢𝐧 (𝐌𝐚𝐧𝐭𝐚𝐮 𝐊𝐚𝐥𝐚𝐦𝐩𝐚 𝐁𝐨𝐮 𝐃𝐨𝐦𝐩𝐮)


Dalam silsilah Jauffret maupun Held, Sultan Jamaluddin merupakan anak dari Sultan Samsuddin Ma Wa'a Tonggo. Namun dalam Bo Sangaji Kai, Ma Waa Tonggo hanya memiliki anak perempuan bergelar Ma Wara Labo Saninu. Ma Wara Labo Saninu kemudian menikah dengan La Sadi Jeneli Woha, yang merupakan keponakan dari Raja Bima Mambora Aka Sapaga (Bumi Luma Rasanae) yang berkuasa di Bima tahun 1619 - 1626. 


Selain sebagai mertua, La Sadi Mantau Kalampa Bou Dompu juga masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Ma Waa Tonggo. Mantau Kalampa Bou merupakan cucu dari Raja Bima Mambora Ba Pili Tuta atau cicit sari Raja Bima Manggampo Donggo. Sementara Ma Waa Tonggo merupakan cucu dari adik Raja Bima Ma Wa'a Ndapa dan juga cicit dari Raja Bima Manggampo Donggo. Nenek Ma Waa Tonggo dan Kakek dari Kalampa Bou saudara tiri (satu ayah lain ibu), ayah dari Ma Waa Tonggo yaitu Ma Waa La Laba dan ibu dari Mantau Kalampa Bou sepupu satu kali sehingga  Ma Waa Tonggo dan Mantau Kalampa Bou adalah sepupu dua kali.


𝐒𝐮𝐥𝐭𝐚𝐧 𝐒𝐢𝐫𝐚𝐣𝐮𝐝𝐝𝐢𝐧


Dalam Silsilah Jauffret dan Held, Sultan Sirajuddin ditempatkan sebagai anak sari Sultan Samsusdin Ma Waa Tonggo. Namun berdasarkan catatan BSK sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa Ma Waa Tonggo hanya memiliki 1 anak perempuan yang nikahi oleh Mantau Kalampa Bou Dompu atau Sultan Jamaluddin.


Jika Sultan Sirajuddin ini ayah dari Sultan Dompu Abdul Hamid Ahmad sebagaimana tercatat dalam semua silsilah Sultan Dompu, maka berdasarkan perjanjian antara Sultan Abil Khair Sirajuddin dan Sultan Dompu Abdul Hamid Ahmad diatas kapal saat hendak berperang ke buton, maka Sultan Sirajudin merupakan anak dari Manuru Bata yang ikut dalam pelarian bersama Bata Wadu di Pulau Sangiang bulan November 1632.


Tidak jelas asal usul Manuru Bata ini. Dalam BSK Manuru Bata yang ikut dalam persembunyian di Kalodu dan ikut membesarkan Bata Wadu bersama Manuru Suntu hanya disebut sebagai saudara dari Bata Wadu. Kemungkinan Manuru Bata dan Bata Wadu saudara sepupu dari garis ibu Bata Wadu yang merupakan anak dari putri Kuyi Dubi Dompu, adalah cicit Raja Dompu Ma Waa Indra Dompu.


Jika demikian maka Bata Wadu dan Manuru Bata masih sepupu satu kali sementara Sultan Sirajuddin dan Sultan Abil Khair sepupu dua kali.


Sultan Sirajuddin dengan Sultan Samsudin masih terhitung paman dan ponakan. Karena Ma Waa Indra Dompu dan Manggampo Donggo adik kakak beda ibu, Ma Waa Taho, dan Kuyi Dubi sepupu satu kali. Ma Waa La Laba dan ibu dari Manuru Bata masih sepupu dua kali. Manuru Bata dan Ma Waa Tonggo sepupu tiga kali. Maka Sultan Samsuddin dan Sultan Jamaluddin merupakan paman dari Sultan Sirajuddin.


Ada kemungkinan Manuru Bata juga sebagai anak dari Raja Dompu Mambora Ba Londe atau cucu dari Raja Dompu Ma Waa Taho. Dalam daftar pejabat Rato Cingi di BSK tertulis bahwa Raja Dompu Mambora Ba Londe punya anak yang menjabat sebagai Rato Cingi yang kemudian menjadi Raja Dompu. Raja Dompu tersebut lahir dari hasil perkawinan Raja Dompu Mambora Ba Londe dengan putri dari Rumata Tureli (Dompu).


Jika itu betul, maka Manuru Bata kakek dari Sultan Abdul Hamid Ahmad pernah menjadi Raja atau Sultan Dompu. Hubungan dengan Bata Wadu dan Ma Waa Tonggo pun jadimya sepupu satu.


Dengan Raja Dompu Ma Wa'a Tonggo sepupu satu dari garis ayah, dengan Bata Wadu sepupu satu dari garis ibu.


Seharusnya menurut mimin, Raja Dompu Ma Waa Tonggo adalah Raja Dompu yang berkuasa hingga tahun 1633 saat pasukan Gowa membumi hanguskan Bima usai Manuru Bata dan Bata Wadu dikejar dan dibuang ke Pulau Sangiang. Sementara Sultan Samsuddin adalah Manuru Bata yang berkuasa antara tahun 1633 hingga 1638 atau lebih.


Berdasarkan catatan pendeta Jesuit tahun 1634 sebuah kampung bernama Tonggo oleh seorang oendatang dan pengikutnya di seberang barat pulau Ende. Tahun 1638 saat pendeta itu kembali kesana, ia menemukan kampung itu telah menjadi ramai dan besar dengan menculik dan menyerang perkampungan-perkampumgan pribumi disekitarmya.


Sultan Samsudin atau Manuru Bata kemungkinan digulingkan tahun 1639. Berdasarkan catatan Lontara Gowa Tallo, tahun 1639 terjadi pemberontakan di Dompu. Tahun 1640, Gowa mengirim armada ke Bima dan Dompu untuk meredam pemberontakan tersebut. Ada banyak rakyat Dompu yang dibawa ke Makassar untuk dijadikan bidak Sultan Gowa tahun 1640 pasca penumpasan pemberontakan. 


Lantas siapa yang memberontak?

Bisa jadi Mantau Kalampa Bou Dompu yang menjadi menantu dari Raja Dompu Ma Waa Tonggo ☺️


Selain terdapat dalam catatan Held, M. Aziz, Jauffret, BSK dan Kitab Jawharat Al Ma'rif, silsilah Raja Dompu juga pernah dikarang tahun 1976 oleh Sunadi dkk. Selain mengarang silsilah baru yang cukup berbeda dengan silsilah yang direkam di Dompu antara tahun 1950 hingga 1961, Sunadi dkk juga mengarang Bo Dompu yang juga dimuat dalam buku SKD tahun 1985..


Lemahnya kesadaran literasi para raja dan bangsawan Dompu selama era kerajaan dan kesultanan, membuat sejarawan dan budayawan Dompu kini bebas menulis sejarah Dompu berdasarkan imajinasi masing-masing. Bahkan ketiadaan catatan sejarah dan bukti sejarah teraebut, menjadikan Belanda, Jepang dan Bima sebagai kambing hitam yang dipersalahkan.


Padahal untung ada sedikiit catatan dari naskah Bima, lontara Gowa Tallo, catatan VOC dan catatan Belanda yang bisa sedikit mengkonfirmasi ekaistensi dan keberadaan Kesultanan Dompu di Pulau Sumbawa..


Kalau tidak para sejarawan dan  budayawan Dompu hanya bisa merapal Sumpah Palapa sampai hari kiamat. (***)

COMMENTS

Name

Advetorial,1283,Advetorial.,2,Agama,1,Ansuransi Jiwa,1,Artiek,1,Artikel,124,Artiket,7,asn,32,bahas-percepatan-pembentukan-politeknik-bupati-bima-terima-tim-vokasi-unram,1,Bencana,1,Bima,863,BimaAdvetorial,2,Bina,1,Budaya,9,Budaya dan Pariwisata,1,bupati-bima-serahkan-dana-zis,1,Cerita Rakyat,1,Cerita Rakyat Sulawesi,1,Desa,1,Dompu,17,Ekonomi,25,Ekonomi dan Bisnis,43,Ekonomi dan Bisnis.,1,Ekonomi dan Kemasyarakatan,5,Ekonomi dan Pangan,1,Ekonomi Kemasyarakatan,1,Figur,111,Fogury,1,Gowa,1,Headline,127,hetline,141,HukKrim,18,Hukum dan Kriminal,111,Ikan,1,Iklan,17,Infrastruktur,1,Internasional,1,Islam,6,Jakarta,3,Kabupaten Bima,1,Keagamaan,233,Keagamaan dan Pemerintah,1,Keagamanaan,22,Keagamanaan dan pemerintahan,7,Kebudayaan,36,Kebudayaan dan Kesenian,1,Kebudayaan dan Pariwisata,1,Kehutanan,14,kehutanan dan pertanian,2,Kejadian,1,Kejadian Tragis,1,Kemasyarakatan,67,Kepolisian,1,Kesehatan,113,Kesehatan dan Kemasyarakatan,1,kesehatan dan pemerintahan,5,Kesenian,22,Kesenian dan Budaya,1,Kesenian dan Keagamaan,2,Kesenian dan Kebudayaan,7,Keuangan,2,Korupsi,1,Kota Bima,1560,Kota Bima,633,Kota Bima.,1,Kota Bma,1,Kota.Bima,1,Lingkugan,2,Lingkungan,76,Lombok Barat,1,Makasar,1,Makassar,3,Masyarakat,1,Masyarakatan,1,Mataram,156,mq1qwqw q .,1,Naisonal,1,Narkotika,1,Nasional,268,Nasional dan Pemerintahan,3,NTB,1,Olahraga,223,Olahraga Tradisional,1,Opini,25,Organisasi Wanita,23,P,1,Pariwasata,2,Pariwisata,40,Peduli,1,Pelayaran,1,Pembangunan,4,Pemeriksaan,1,Pemeringahan,1,Pemerintah,45,Pemerintaha,3,Pemerintahan,2061,Pemerintahan dan kesehatan,20,Pemerintahan dan lingkugan,2,Pemerintahan dan Olahraga,6,Pemerintahan dan pendidikan,6,Pemerintahan Ekonomi,1,Pemerintahan Kota Bima,1,Pemuda dan Olahraga,1,Pendididkan,15,Pendidikan,1455,Pendidikan dan ekonomis,1,Pendidikan dan kesenian,3,Pendidikan dan Olahraga,13,Pendidikan dan Pemerintahan,3,pendidikan Mataram,1,Pendidikan Pemerintah,2,Pendidikant,1,Peristiwa,47,Pers,2,Pertanahan,1,Pertanian,22,Peternakan dan Pertanian,1,polit,1,Politik,87,Politik dan Kemasyarakatan,2,Polri,18,Potret Dunia Pendidikan Terkini,33,Profil,2,Pusat,1,Pwndidy,1,q.wq .0️⃣🐲🐲🐲🐲 dan Ekonomi,1,raih-wtp-berturut-turut-tujuh-kali-bupati-terima-piagam-menkeu,1,Sejarah,20,Sejarah Bima,2,Serba-Serbi,59,Sobsbud,30,sosial,16,sosial dan lingkungan,1,Sosial Kemasyarakatan,1,Sumbawa,1,teknologi dan digital,1,TNI,28,TNI/Polri,14,Tradisi,1,Usaha dan Ekonomi,1,Wanita,1,
ltr
item
REDAKSI TUPANEWS.ID - BERITA NEWS: 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗗𝗼𝗺𝗽𝘂 (𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝟮)
𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗗𝗼𝗺𝗽𝘂 (𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝟮)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3v08dKWXekKUaQVTRW8UywwM9JEf9HM4Dym0FuGl9zWBsoo9zwyfRtzf8miB-HEbWbXNrTjLL-YVEd6-R-gjDvyDXmXEW0iFlb41zPfH-I-LwJKh8RRguqKgv9t-eb2fiRQD_Y71JnNhnTuBEMV_SAWB9SJGavVT0KYIsXCtM8T6v8LDUGJ4e1h3L_VNu/s320/FB_IMG_1768027480107.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3v08dKWXekKUaQVTRW8UywwM9JEf9HM4Dym0FuGl9zWBsoo9zwyfRtzf8miB-HEbWbXNrTjLL-YVEd6-R-gjDvyDXmXEW0iFlb41zPfH-I-LwJKh8RRguqKgv9t-eb2fiRQD_Y71JnNhnTuBEMV_SAWB9SJGavVT0KYIsXCtM8T6v8LDUGJ4e1h3L_VNu/s72-c/FB_IMG_1768027480107.jpg
REDAKSI TUPANEWS.ID - BERITA NEWS
https://www.tupanews.id/2026/01/blog-post.html
https://www.tupanews.id/
https://www.tupanews.id/
https://www.tupanews.id/2026/01/blog-post.html
true
8772702995069431614
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content