
Kegiatan penuntasan baca Al Quran dilakukan 2 kali seminggu di SDN 12 Sarae. 
Asikin (Kepala SDN 12 Sarae) saat menyerahkan hadiah bagi siswa-siswi yang juarai pada kegiatan Ramadhan 1447 H.
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Tidak lebih dari sekadar membaca Al-Qur'an, tapi SDN 12 Sarae Kota Bima memprogramkan tuntas membaca Al-Qur'an menjadi kewajiban dan hal tersebut juga bagian dari pembentukan karakter Mulia bagi siswa-siswi di sekolah 12 Anggrek ini. Hal tersebut terlihat ketika saat matahari condong ke barat, suasana di mushola sekolah justru tampak semakin hidup. Inilah pemandangan rutin dalam pelaksanaan program unggulan Tuntas Baca Al-Qur'an (TBA) yang diikuti oleh para siswa-siswi sebagai bagian dari penguatan karakter spiritual di luar jam pelajaran formal.
Pemilihan waktu sore hari di mushola sekolah ini sengaja dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih rileks namun tetap khidmat, dan jauh dari keramaian-pikuk aktivitas kelas di pagi hari (KBM, red). Terlihat siswa-siswi duduk bersimpuh di atas hamparan karpet mushola dan tampak fokus menghadapi kitab suci Al Qur’an dan buku Iqro' mereka. Tanpa sekat meja dan kursi kelas, interaksi antara guru dan siswa terasa lebih dekat dan hangat. Program Tuntas Baca Al-Qur'an (TBA) ini memang dirancang untuk melampaui kelancaran mengeja huruf; ia adalah madrasah yang berkarakter untuk menanamkan nilai kesabaran, adab terhadap kitab suci, dan kedisiplinan waktu.
Menurut Kepala SDN 12 Sarae Asikin, S. Pd. SD keunikan program ini terpancar dari kebersamaan siswa dan terlihat siswa yang sudah lebih fasih dengan sabar menyimak bacaan rekan sejawatnya. Sehingga pola tutor sebaya tersebut terbukti efektif menghilangkan rasa canggung bagi siswa yang masih dalam tahap awal belajar. Suasana inklusif ini membangun rasa percaya diri bagi setiap anak. Tidak ada kompetisi untuk menjadi yang tercepat, melainkan semangat untuk bersama-sama menuntaskan bacaan hingga ke tahap khatam dengan tajwid yang benar. “Insya Allah siswa-siswi disini sebelum tamat (lulus) dari SDN 12 Sarae harus tuntas baca Al-Qur'an sebelumnya selama disekolah ini dan mereka ketika melanjutkan studi dijenjang selanjutnya (SMP, red) diharapkan sudah fasih Al-Qur’an minimalnya,” ujar Asikin Rabu (08/02/2026).
Katanya, dengan konsistensi program Tuntas Baca Al-Qur'an di sore hari yang sudah berjalan sejak awal Bulan April ini, kami berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis di ruang kelas, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kedekatan spiritual yang kuat dan senantiasa menjaga hingga mereka dewasa nanti, harap Asikin. (TN – 01)
COMMENTS