KEDUA :
KALI PERTAMA MENONTON KEJUARAAN PENCAK SILAT (PEMASALAN DAN KELOMPOK UMUR)
Kurang dari 2 jam hadir di arena, tidak luput mengamati para pendamping atlet. Beragam sikap dan perilaku yang ditampilkan para pelatih di “coach box” maupun kitaran gelanggang, semua itu merupakan tilikan dari tingkat interpersonal skills. Sangat mungkin karena ini merupakan kejuaraan terbuka sehingga tingkatan pelatih juga sangat heterogen, dan sangat diyakini sebagian besar dari mereka belum memiliki sertifikat dan bahkan belum pernah mengikuti pelatihan. Namun sertifikat dan pelatihan bukanlah satu-satunya cara untuk membangun interpersonal skills, bisa diawali melalui memperbaiki cara berkomunikasi dengan siapapun.
Interpersonal skills adalah perilaku dan teknik digunakan setiap hari pelatih untuk berinteraksi secara bermakna dengan para atelt dan orang-orang di sekitar lingkungan latihan maupun pertandingan. Keterampilan ini mencakup kemampuan pelatih untuk berkomunikasi, berhubungan, dan terhubung secara efektif dengan orang lain. Ini melibatkan mendengarkan secara aktif, mengakui perspektif orang lain, mengungkapkan emosi, pikiran, dan tindakan konstruktif, serta menunjukkan sikap yang tepat.
Kembali ke arena, ada pelatih masuk di “coach box” celana digulung ke atas dengan tas selempang; tanpa mengenakan sabuk pelatih; dan sikap serta postur yang berlebihan saat melakukan “coaching” kepada atletnya, maupun saat melakukan “chalange” atas keputusan yang dianggap tidak sesuai. Sekilas melihat banyak pula pelatih dari segi usia sepertinya masih usia remaja, tentu saja sangat dikhawatirkan gagal memberikan dampak positif terhadap perfroma atletnya. Padahal saat Temu Teknik dan Refresh Wasit Juri telah disampaikan sekaitan etika atlet, pelatih, aparat pertandingan, bahkan supporter yang harus dipedomani selama kejuaraan berlangsung. Karenanya, pelatih bersertifikat menjadi persyaratan yang harus dipenuhi.
Tidak ada pelatih yang sempurna, tidak saya, demikian pula para profesional berpengalaman dalam kepelatihan. Melatih adalah sebuah perjalanan yang berkelanjutan - sebuah proses belajar, beradaptasi, dan berupaya untuk memberikan dampak yang berarti setiap hari. (***)
Penulis : Prof. Ferry Hendarsin (Turangga - Jawa Barat)
Pemerihati Olahraga Pencak Silat
Dirilis pada 04-06-2026

COMMENTS