![]() |
| Walikota Bima saat menyerahkan piagam penghargaan bagi siswa berprestasi. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Pelepasan siswa-siswi di wilayah kota menjadi agenda tahunan dan rutin sejak di era Kurikulum Merdeka bagi sekolah-sekolah besar, sedang hingga kecilpun tetap melaksanakan hal demikian, tapi tidak bagi Sekolah Puncak (SMPN 12 Kota Bima) yang terletak di Kelurahan Lelamase Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima untuk melaksanakan hal demikian, mengingat siswanya sedikit dan faktor ekonomi wali murid di sekolah setempat masih dibawah rata-rata (kurang mampu). Tapi tidak bagi seorang Syumardi, SE yang dilantik sebagai Kepala Sekolah Februari 2026 lalu, dimana dibalik kemampuannya yang mampu merangkul seluruh dewan guru, wali murid dan masyarakat Lelamase, dan akhirnya pada Kamis (25/06/2026) mampu mengadakan kegiatan gelar karya dan pelepasan siswa Kelas IX SMP Negeri 12 Kota Bima Tahun Pejaran 2025/2026 yang mengangkat Tema : “Melangkah dari lereng menjeput masa depan”.
Kegiatan yang nahkodai Syumardi selaku Kepala
Sekolah Puncak tersebut, merupakan yang pertama kalinya sekaligus yang perdana
di Kelurahan Lelamase dengan adanya kegiatan momen sekali setahun bagi pelepasan
siswa Kelas IX ini dan semoga saja dapat mengungah sekolah lainnya yang berada
di puncak lainnya maupu sekolah dipelosok-pelosok dapat melakukan hal yang sama.
Tentu saja nilai positif bagi mutu sekolah tersebut, dapat menambah animo wali
murid untuk menitip putra-putrinya di sekolah setempat dan terdekat sesuai
domisilinya.
Dalam laporannya, Ketua Panitia
Hidayaturrahman, S. Pd, tahun ini kami melepas 26 siswa-siswi kelas IX dan kami
menitipkan harapan agar kalian (siswa) kembali kesekolah nantinya untuk dapat menceritakan
perjalanan panjang (pengalaman) yang kalian lalui nanti mulai dari jenjang
menengah atas, kuliah dan seterusnya. “Buktikan kalian adalah anak-anak dari
lereng pegunungan juga mampu berbicara melalui prestasi, karena prestasi
tersebut lahir bukan karena fasilitas yang sempurna akan tetapi lahir dari hasil
kerja keras. Jangan takut bermimpi yang besar anak-anakku”, pesan Yats sapaan
akrab Hidayaturrahman yang merupakan guru Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Inggiris.
Terlihat yang menghadiri acara gelar karya
dan pelepasan siswa Kelas IX itu, selain di dihadiri oleh Walikota, juga hadir Sekretaris
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Abdul Haris Kurniawan, S.IP.,
MM,, Kabid Dikdas Ahmad Yani, S. Pd, Camat Rasanae Timur Imam Ardi Susanto, S.
STP,. M. AP, Sekretaris Pengawas Pendidikan Irfan, M. Pd, Pengawas Pembina
Ruslan, S. Pd, Kepala SMP se Kota Bima, Kepala SD wilayah zona, Kepala SDN 31 Lelamase Abdullah, S. Ag dan mantan Kepala
SMPN 12 Kota Bima sebelumnya.
![]() |
| Kepala SMPN 12 Kota Bima Syumardi saat mengingakan sambolo kepada Walikota Bima. |
Kepala SMPN 12 Kota Bima Syumardi, SE, menyampaikan terima kasih kepada
seluruh undangan yang telah hadir mulai dari daratan rendah datang menuju
sekolah puncak. Kata Syumardi, dulu sekolah ini adalah SMP 1 atap dengan SDN 31
Lelamase dan Tahun 2008 sekolah ini menjadi SMPN 12 Kota Bima. Memang Tahun 2026
ini kami melepas 26 siswa-siswi Kelas IX dan kami pula menerima 20 orang murid
baru yang merupakan dari lulusan dari SDN 31 Lelamase dan SDN 64 Sori. “PUNCAK”
adalah akronim dari (Berkepribadian Unggul dan Berakhlak), dan masih ada
program unggulan di sekolah puncak ini, seperti kewirausahaan seperti menenun. “Menenun
bagi warga Lelamase sudah dari turun menurun hingga ke generasi sekarang dan
bukan mnejadi hal biasa anak usia SMP disini sudah bisa menenun, semoga hasil tenunan
dari anak-anak sekolah puncak ini dapat masuk ke pasar hingga nasional yang
diolah menjadi sambolo (Ikat kepala) dan kerajinan lainnya,” ujar Syumardi.
Lanjut Syumardi, selain program diatas,
pihaknya juga memliki program potensi lokal yaitu “Doku” (Tampah) dan “Sarau”
(Caping) topi atau penutup kepala. Potensi tersebut merupakan keahlian turun
temurun kebiasaan warga disekitar sekolah (Lelamase). Pasalnya, dari nenek
moyang dulu hingga generasi sekarang sudah terbiasa dengan anyaman (kerajinan
tangan) cara pembuatan Tampah dan Caping dimaksud. Selain itu juga di sekolah ini minim sampah
plastik, hal itu terbukti yang disediakan panitia bagi undangan yang hadiri
kegiatan pentas dan pelepasan siswa hanya disediakan sejenis kacang rebus, umi
dan singkong rebus, pisang rebus atau dikenal dengan program Saimo (sampah ambil
dan masukan ke bak sampah). Selanjutnya sekolah puncak juga melatih siswa untuk
menanam 1 pohon setiap 6 bulan sekali karena lahan (hutan) Lelamase sangat luas,
juga ada program bakat dan kesenian yang dilatih oleh guru sesuai talenta siswa,
seperti pendampingan FTBI (Festival Tunas Bahasa Ibu) dan program Mai Sabea Ra
Ngaji (sholat dhuha di pagi dan sholat dhuhur berjamaah disiang hari). “Jadi orang
tua, tidak usah ragu menitip putra-putri-nya untuk sekolah disini, karena kualitas
tenaga pengajar/tenaga pendidik (guru) disini juga mumpuni dan kita bukan lagi
sekolah tertinggal, walaupun posisi sekolah ada di puncak,” terang Syumardi.
Berikut ini, Sekolah Puncak mengumumkan 10
nama siswa-siswi terbaik sbb :
2.
Nur
Hafija
3.
Nabila
Putri Rahmat
4.
Setiawati
5.
Sesi
Ismajalita
6.
Hendriawan
7.
Apriallia
Kurniati
8.
Khaira
Ramadani
9.
Putri
Sukiawati
10. Kirana Putri Yanti
Sementara pada sambutan terakhir yang disampaikan Walikota Bima H. A. Rahman, SE menyampaikan selamat bagi siswa-siswi yang dilepas hari ini dan selamat melanjutkan studinya kejenjang yang lebih tinggi lagi (Menegah Atas), proses kalian masih panjang mulai lanjut ke SMA dan kuliah, bermimpilah besar walaupun kalian lahir dari sekolah puncak, karena mimpi itu gratis. “Jangan hanya bercita-cita menjadi polisi (Polri) saja, akan tetapi bermimpilah menjadi Kapolres/Kapolda. Begitupun orang tua harus memberikan semangat dan motivasi bagi putra-putrinya untuk bermimpi tinggi,” ujar H. Man sapan akrab Walikota ini.
Lanjutnya, generasi asal Bima di tanah rantau
sudah terbukti, ada yang menjadi Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) sebanyak 2
orang, yakni Dr. Hamdan Zoelva, SH, MH dan Anwar Usman serta
mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat hingga menjadi Gubernur PTIK (Perguruan
Tinggi Ilmu Kepolisian) Jenderal Farouk Muhammad (almarhum). “Ketiga tokoh
nasional tersebut merupakan kelahiran Kabupaten Bima semua, semoga ada
putra-putri kelahiran dari Kota Bima, khususnya dari Lelamase bisa menggapai
cita-cita seperti Jendral Farouk, Hamdan Zoelva dan Anwar Usman, menimal bisa menjadi
Kapolres Bima dan Kepala Dandim 1608/Bima,” harap H. Man.
Katanya, kehadirannya di sekolah pelosok seperi
di SMPN 12 Lelamase dan SMP 15 Oi Fo’o sebelumnya, bertujuan untuk memberikan memotivasi
bagi guru, siswa dan orang tua. Selain itu, dirinya tidak bosan-bosan menitip
pesan kepada wali murid agar selalu mendorong putra-putri-nya untuk bermimpi
lebih tinggi, jangan sampai terjadi seperti ada anak SMP yang belum bisa
membaca dan menulis, dikarena siswa tersebut selama KBM (Kegiatan Belajar
Mengajar) selalu mengikuti orang tua ke sawah, ladang dan kebun. “Semoga di
Lelamase tidak ada orang tua mengajak anaknya seperti itu, biarkan mereka
(siswa) untuk menuntaskan belajar hingga setinggi-tingginya,” pintah H. Man.
Diakhir sambutannya, H. Man menjawab
tantangan yang disampaikan sekolah, dimana Lelamase sangat sulit akan kebutuhan
jaringan komunikasi dan internet, sehingga dirinya berjanji pada APBD 2027 nanti
akan mencari jaringan (solusi) agar di Lelamase untuk akses jaringan telepon
seluler maupun internet bisa setara dengan kelurahan lainnya di Kota Bima ini,
janjinya sambil mengakhiri sambutannya “Sekolah puncak tidak kalah dengan
sekolah lainnya”, ungkap Walikota Bima ini yang sempat menjadi orang kedua
(Wakil Walikota Bima) selama 2 periode. (TN
– 01/Advetorial)


COMMENTS